Meningkatkan Daya Saing Jabar Melalui Pendidikan Inovatif

Spread the love

01Bandung, UPI

Dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-62 Universitas Pendidikan Indonesia, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPI, menyelenggarakan seminar inovasi pendidikan di Auditorium lantai 3, LPPM UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229, Bandung, Selasa, (6/12/2016). Seminar ini mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Melalui Implementasi Hasil Penelitian Pendidikan.”

Dalam seminar ini, LPPM menghadirkan para pembicara antara lain Dr. Asep Hilman (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat) yang memaparkan Kebijakan Pendidikan di Provinsi Jawa Barat; Ir. Yerry Yanuar, MM. (Kepala BAPPEDA Jawa Barat), memaparkan rencana strategi pembangunan pendidikan Provinsi Jaw Barat; Prof. Ace Suryadi, Ph.D (mantan Dirjen PNFI Kemdikbud), memaparkan perencanaan persekolahan dan kebutuhan guru; Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si. (Dosen PKn) memaparkan peningkatan kapasitas kepala sekolah untuk mewujudkan sekolah sebagai institusi karakter; Dr. Yadi Ruyadi, M.Pd. (Sekretaris LPPM) memaparkan pendidikan karakter; dan Sumar Hendayana, Ph.D. (pakar Lesson Study) yang  memaparkan Model Guru Pembelajar melalui pemberdayaan komunitas belajar.

Ketua LPPM UPI Prof. Dr. Sumarto, MSIE. mengatakan bahwa tujuan seminar ini adalah untuk menjalin kerja sama dengan semua stakeholder  pendidikan di Jawa Barat, untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia melalui pendidikan yang inovatif dan hasil penelitian pendidikan para dosen UPI.

Jika mencermati Human Development Report 2015, index pembangunan manusia Indonesia menempati urutan ke-110 dari 188 Negara. Urutan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, Indonesia jauh tertinggal dari tetangganya yaitu Singapura (ke-11), Brunei (ke-31), Malaysia (ke-62), dan Thailand (ke-93). Dalam data BPS 2015 diperoleh informasi bahwa index pembangunan manusia Jawa Barat menempati urutan ke-12, setelah DKI (ke-1), DI Yogyakarta (ke-2), Kalimantan Timur (ke-3), Kepulauan Riau (ke-4), Bali (ke-5), Riau (ke-6), Sulawesi Utara (ke-7), Banten (ke-8), Sumatera Barat (ke-9), Sumatera Utara (ke-10), dan Aceh (ke-11).02

Dari data BPS Provinsi Jawa Barat 2014 diperoleh keterangan bahwa rata-rata lama studi adalah 8,34 tahun, setara SMP. Sungguh ironis, padahal jika dilihat dari penduduknya, Jawa Barat memiliki populasi tertinggi di Indonesia, mencapai sekitar 43 juta jiwa. Perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia yaitu UPI, ITB, UNPAD, dan IPB ada di Jawa Barat.

Prof. Dr. Asep Kadarohman, M.Si. juga mengunggkapkan dalam sambutannya, “Kita juga tahu bahwa pendidikan dipercaya oleh banyak negara termasuk Indonesia sebagai salah satu strategi meningkatkan daya saing. Kemajuan sebuah bangsa tidak akan melebihi kemajuan dalam segi pendidikannya. Nelson mandela mengatakan,“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”. Jadi kalau kita menguasai pendidikan yang bermutu dan baik, maka kita bisa jadi yang terdepan di dunia ini.

Kita juga patut bersyukur, karena indonesia menjadi negara yang subur, memiliki kekayaan yang melimpah ruah, serta kita diberi bonus demografi yang menjadi masalah bagi beberapa negara saat imi. Sehingga ini adalah suatu motivasi dan modal kita untuk kedepan. Universitas memandang kegiatan seminar inovasi pendidikan ini merupakan seminar yang penting, karena dapat mengembangkan inovasi yang telah dilakukan melalui riset, untuk diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan. Kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Oleh sebab itulah seminar kali ini, LPPM UPI mengajak para kepala sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan BAPPEDA Kabupaten/Kota se-Jawa Barat untuk bersama-sama mendiskusikan strategi meningkatkan daya saing sumber daya manusia Jawa Barat melalui pendidikan. Dr. Sumar Hendayana sebagai Kepala Pusat Inovasi Pendidikan LPPM UPI mengatakan bahwa “sumber daya alam yang melimpah di Jawa Barat tidak lagi menjamin memenangkan persaingan manakala sumber daya manusianya lemah”. (Rudi Lesmana/WAS)03

Humas UPI