19 Guru SLB Mengikuti Pelatihan Instruktur Orientasi dan Mobilitas

Humas UPI
September27/ 2018

Bandung, UPI

Sebanyak 19 guru Sekolah Luar Biasa (SLB) mengikuti Pelatihan Instruktur Orientasi dan Mobilitas hasil kolaborasi Pusat Pengembangan Pelatihan Orientasi dan Mobilitas Departemen Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (PPOM PKh FIP UPI) dengan Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus dan ICEVI. Pelatihan dilaksanakan di Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, mulai Senin (17/9/2018) hingga Jumat (28/9/2018).

Menurut instruktur yang juga narasumber Pelatihan Instruktur Orientasi dan Mobilitas (O&M) Drs. Umar Djani Martasuta, M.Pd., Pelatihan Instruktur O&M level 1 ini diikuti oleh 19 guru SLB dari berbagai daerah, pelaksanaannya mulai Senin (17/9/2018) hingga Jumat (28/9/2018), praktek lapangan dilaksanakan di sekolah masing-masing mulai tanggal 1 hingga 13 Oktober 2018. Sementara itu, untuk Pelatihan Instruktur O&M level 2 dilaksanakan pada 15 Oktober 2018 hingga 1 November 2018. Hadir sebagai narasumber dan instruktrur diantaranya drs. Irham Hosni, Dipl S.Ed., Drs. Ahmad Nawawi, M.Pd., dan Drs. Umar Djani Martasuta, M.Pd.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan instruktur O&M profesional yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi mengajar dan atau melatih O&M pada level tertentu di dalam dan atau di luar Lembaga Pendidikan dan rehabilitasi bagi tunanetra. Pelatihan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi siswa tunanetra,” ujarnya.

Ketunanetraan pada seseorang, lanjutnya, mengakibatkan munculnya keterbatasan dalam konsep dan keanekaragaman pengalaman, keterbatasan dalam interaksi secara sosial, dan keterbatasan dalam bergerak dari suatu tempat ke tempat lain yang diinginkan (mobilitas). Berdasarkan hal tersebut, mereka membutuhkan keterampilan komunikasi, keterampilan sosial, dan keterampilan orientasi mobilitas (O&M).

Diungkapkannya,”Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memasukan program O&M sebagai mata pelajaran dalam kurikulum SLB bagi tunanetra. Di dalam kurikulum 2013 untuk SLB bagi tunanetra, keterampilan O&M menjadi keterampilan yang wajib diajarkan dan dilatihkan kepada tunanetra dimanapun siswa bersekolah (SLB maupun Sekolah Inklusi).”

Diharapkan, tegasnya, pelatihan ini menghasilkan instruktur orientasi dan mobilitas yang professional serta meningkatnya kompetensi dan kemampuan instruktru O&M dalam mengajar dan atau melatih O&M pada berbagai level di dalam dan atau di luar lembaga pendidikan dan rehabilitasi bagi tunanetra. (dodiangga)