Ajang Reuni Alumni Seni Rupa UPI
BANDUNG, (PRLM).- Setiap tahun Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung meluluskan sarjana seni sebanyak 40 orang. Hingga tahun 2010 ini, lulusan sarjana seni UPI mencapai 6.000 orang, namun dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil yang berprofesi sebagai profesional termasuk seniman.
“Hampir 70% dari lulusan fakultas seni rupa UPI berprofesi sebagai tenaga pendidik,” ungkap Ketua Steering commite Jejak Sang Guru (JSG) art for education, Bambang Subarnas, pada “PRLM” di sela-sela pameran JSG di GaleriKita, Jln. Martadinata Bandung, Selasa (20/7).
Dikatakan Bambang, karena sebagian besar menjadi pendidik, maka keberadaan mereka kebanyakan tinggal di perkotaan. Sangat sedikit yang tinggal di wilayah perdesaan maupun pelosok menjadi seorang kreator di bidang seni. “Karena itu, banyak potensi mereka yang tidak tergali, padahal hasil karya mereka layak untuk dijual,” ungkap Bambang.
Begitu pun dengan lulusan yang menjadi tenaga pendidik. Mereka, ungkap Bambang, lebih fokus pada mengajar, sekalipun banyak juga yang membuat karya. “Karena itu, melalui even pameran bersama JSG ini, kami ingin merangkul semua alumni seni rupa UPI untuk ikut serta sekaligus sebagai ajang reuni,” ujarnya.
Sedangkan kurator pameran, Ardiyanto menyebutkan, peserta pameran bersama ini diikuti sekitar 51 alumni dan dosen purna bakti enam orang dengan karya lebih dari 63 karya. Dari jumlah peserta tersebut, 46 orang mengajukan karya lukisan dua dimensi dan lima orang mengajukan karya tiga dimensi, berupa instalasi, patung dan sebagainya. “Pameran ini menampung beragam karya yang dihasilkan para alumni senirupa IKIP yang kini UPI,” ujarnya.
Karya-karya yang dipamerkan lanjut dia, yakni mencoba membangkitkan semangat, ajaran, nasihat, keteladanan, proses trasfer kognisi dari para guru kepada almamater. Sejumlah karya yang dipamerkan kali ini, dapat dilacak jejak-jejak visualnya, seperti Popo Iskandar yang tertendesi ungkapan artistik yang naratif dari pengaruh Nana Banna. Pameran ini, ungkap Ardiyanto digelar di GaleriKita berakhir Selasa (20/7) tadi. “Pameran ini bukan hanya sebagai wadah silaturahim, tetap sebagai ajang pendidikan bagi para perupa,” ujarnya. (A-87/das)***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com