UPI Perbarui Sistem Pendidikan Calon Guru
BANDUNG, (PRLM).- Universitas Pendidikan Indonesia akan melakukan pembaruan dalam sistem tata kelola dan sistem pendidikan calon guru. Mulai dari proses rekrutmen, proses pembelajaran, hingga pascalulus sebagai seorang sarjana kependidikan.
”Sekarang kita akan redesign sistem pendidikan seperti apa yang akan dikembangkan, sebab proses untuk menghasilkan output guru yang berkualitas itu bukan hanya di akhir. Kita sedang rancang sehingga nanti UPI punya model penataan pendidikan guru,” kata Rektor UPI Sunaryo Kartadinata.
Menurut Sunaryo yang kembali terpilih sebagai rektor UPI periode 2010-2015 ini, ke depan UPI akan lebih menyatu dengan sekolah sebagai tempat praktik lapangan bagi calon guru. Dengan begitu, bisa terjadi link antara UPI sebagai penghasil guru dengan sekolah yang merupakan wadah bagi guru untuk mengaplikasikan ilmunya.
”Secara internal kami juga ingin mengokohkan kinerja akademik sehingga mahasiswa bisa belajar lebih baik dan bermutu. Dari segi research akan dikembangkan pada research yang berorientasi kepada manfaat bagi masyarakat. Kami juga akan terus memperbaiki tata kelola menuju tata kelola yang terukur berbasis teknologi dan terus memperkuat jejaring teknologi tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat UPI Ginandjar Kartasasmita menuturkan, tantangan terbesar dalam menghadapi masa depan adalah ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki watak dan karakter. Untuk menghasilkan SDM tersebut diperlukan guru-guru andal.
”Sekarang kita kecewa karena tingkat SDM kita rendah sekali di mata dunia. Perguruan tinggi kita yang masuk ranking 100 Asia pun hanya dua, sementara Thailand lima, Filipina ada tiga. Kita harus tingkatkan dan di tangan guru kita taruh harapan besar,” ujarnya.
Sementara itu, selama pelantikan berlangsung puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Reformasi (Formasi) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI melakukan aksi di sekitar lokasi pelantikan. Para mahasiswa tersebut menolak rektor yang pro terhadap Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan meminta agar komersialisasi pendidikan dihentikan. (A-157/A-147)***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com
July 29th, 2010 at 15:45
Saya sangat setuju bila ada perbaharuan sistem pendidikan di UPI, karena saya sebagai eks lulusan UPI merasa keluar dari UPI hanya siap secara teoritis, sementara secara praktis agak kurang bila dibandingkan dengan pendidikan yang diperoleh dari SPG (Sekolah Pendidikan Guru); Sudah saatnya hal itu dibenahi Pak Sunaryo !!!!! Serta saya setuju komersialisme pendidikan dihentikan terutama yang terjadi di akar rumput (perekrutan menjadi kepala sekolah SD, menjadi pengawas, menjadi kepala UPTD, dll itu sangat kental dengan jual belai yang dtidak kurang dari Rp.15.000.000) Hal ini berdampak mutu pemimpin yang kurang kompeten, sementara yang bermutu tidak berkesempatan untuk berkiprah di dunia pendidikan.
August 5th, 2010 at 12:10
Saya juga setuju dengan pembaruan sistem pendidikan yang direncanakan UPI, kualitas lulusan UPI sebagai lembaga pendidikan harus bisa menciptakan guru-guru yang profesional dan dapat membangun bangsa indonesia. Dasar orang menjadi sukses adalah karena guru, pejabat2 yang sekarang duduk di istana mereka bisa duduk karena guru…hehehe
Untuk teman2 Wisudawan angkatan Agustus 2010, yang kemarin diwisuda saya Ucapkan Selamat semoga dengan Bekal yang kita dapatkan bisa bermanfaat untuk pembangunan bangsa.
Salam,
Muhammad Hosim, S.Pd