Google

Delegasi Ibaraki University Kunjungi Prodi Bahasa Jepang UPI

Written on:October 1, 2010
Comments
Add One

Ketertarikan bangsa Indonesia atas kemajuan negara Jepang dari berbagai bidang ilmu, teknologi, budaya,  dan industri sudah bukan rahasia lagi.  Masuknya arus globalisasi pengaruh negara ini menyerbu negara kita dari berbagai lini.  Sebagai bangsa berjati diri, maka kita perlu memahami bahwa  perlu adanya sikap dan keinginan  untuk belajar terhadap  faktor-faktor yang membuat Jepang dapat maju seperti sekarang.  Semua itu dilakukan tentunya tanpa mengurangi identitas kebangsaan yang sepatutnya kita miliki. Hal seperti itu yang nampaknya ditangkap oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, FPBS Univeristas Pendidikan Indonesia dengan menyelenggarakan kajian akademis melalui seminar kajian komunikasi dan multikultur bahasa Jepang.

Peserta seminar memenuhi ruang hingga  balkonnya, pada Selasa, 21 September 2010 di lantai empat Auditorium Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI.  Tema  pada kesempatan tersebut  adalah “Komunikasi Masyarakat Multikultur dan Pendidikan Bahasa Jepang untuk Para Pengajar”.  Acara ini dibuka oleh Pembantu Dekan Bidang Keuangan, Sumberdaya, Aset, dan Fasilitas FPBS, Dr. Andoyo., M.Pd.  Menurutnya seminar ini diharapkan dapat membuahkan kebijakan-kebijakan pendidikan dalam bahasa Jepang untuk mewarnai pendidikan bahasa Jepang di UPI khususnya, dan Indonesia umumnya.  Selain itu diharapkan setelah kegiatan seminar ini diharapkan adapat terjalin kerjasama yang baik antara UPI dan Ibaraki University.

“Ucapan terimakasih atas kehadiran para penyaji makalah dari Jepang dan Indonesia yang telah hadir pada kesempatan ini.  Kami berbangga hati bahwa hari ini Prof. Dr. Setsuko Kanemoto dari Fakultas Ilmu Humaniora Universitas Ibaraki, Takahashi Emika, Drs. Sumantri, M.Pd, Susi Widianti, MA, Drs. H. Ahmad Dahidi telah menyediakan waktu untuk melaksanakan kegiatan ini.  Kegiatan ini menunjukkan bahwa Jurusan Pendidikan Bahasa  Jepang telah menyetarakan diri sebagai universitas bertaraf internasional.  Penyajian materi nanti akan menunjukkan perkembangan bahasa Jepang dan permasalahan yang melingkupinya.  Diharapkan adanya multiway profession seperti ini, dimana para dosen dan praktisi serta para pengajar di tingkat Sekolah Menengah Atas, dapat memeperoleh manfaat dan menjadi upaya yang baik di kehidupan kita, “ papar ketua pelaksana, Drs. Sugihartono, M.A.

Profesor Dr. Kanemoto Setsuko  mengungkapkan saat menyajikan materi bahwa banyak variable yang mempengaruhi pengajaran bahasa Jepang.  Diantaranya adalah budaya yang melekat pada bangsa Jepang adalah hal yang patut dipelajari oleh bangsa lainnya.  Budaya itu di antaranya  bagaimana penggunaan kimono, adanya tradisi member coklat pada saat valentine, pembuatan kreasi seni origami, upacara minum teh, dan yang lainnya dapat mempengaruhi komunikasi yang membutuhkan kemampuan penguasaan Bahasa Jepang yang baik.  Hal yang terpenting bukan hanya belajar bahasa akan tetapi bagaimana cara berkomunikasi, sebagai contoh adalah tersampaikannya pesan-pesan moral yang ada.

“Saat berintegrasi antara bangsa Jepang dan negara lainnya perlu saling memahami pola pikirnya, dengan demikian maka tentunya tidak akan menyakiti dengan cara bersikap berhati-hati.  Universitas di negara matahari terbit ini memiliki banyak mahasiswa asing, tentunya dibutuhkan pemahaman silang budaya yang baik diantara mereka. Bangsa Jepang tidak dengan cepat berinteraksi seperti bangsa Indonesia, sehingga diperlukan pemahaman tentang budaya antarnegara agar dapat berkomunikasi dengan efesien dan efektif.  Tentunya adanya kegiatan pertukaran budaya antara kedua negara ini akan memudahkan segala aktivitas yang akan dilakukan.  Dukungan penuh diberikan oleh Japan Foundation agar UPI dapat menciptakan guru-guru Bahasa Jepang yang memiliki kemampuan berkualitas.   Kerjasama ini tentunya bukan yang pertama dilakukan Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang dengan Universitas di Jepang, namun kerja sama ini sebenarnya merupakan dampak sertaan dari adanya joint research antara UPI dan Ibaraki University yang dibiayai oleh Departemen Pendidikan Jepang (Mombusho). Hal ini  menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjalin kerjasama antarkedua negara. Kehadiran delegasi Ibaraki University di UPI juga digunakan untuk menjajaki kemungkinan untuk melakukan kesepakatan antaruniversitas”, ujar Profesor yang menyelesaikan program doktoral di bidang komunikasi di Universitas Illinois,  Amerika Serikat.

Paparan lain disajikan oleh Drs. H. Ahmad Dahidi adalah tentang upaya penyusunan kamus keperawatan Bahasa Jepang, Inggris, dan Indonesia. Susi Widianti, M.A. menjelaskan pula pada peserta bahwa komunikasi antara komunitas bangsa Indonesia dan bangsa Jepang sering terkendala dengan kemampuan berbahasa Jepang yang minim.  Permasalah komunikasi ini dapat berimbas kepada kinerja oleh karena itu perlu pemahaman akan adanya kesadaran dan keinginan untuk berbaur sebagai komunitas yang multikultur.  Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, perlu adanya kegiatan bersama dengan mematuhi budaya yang berlaku.

Lain pula apa yang dilakukan oleh Drs. Sumantri, M.Pd, pembicara dari SMA Negeri 5 Bandung, berupaya menitikberatkan perlunya pola pembelajaran bahasa Jepang secara efektif, efesien, dan riang.  Cara belajar yang digunakan di sekolah ini berupaya menjadikan pembelajaran bahasa sebagai obat setelah mempelajari ilmu-ilmu eksak.  Upaya pemahaman pembelajaran dapat dilakukan dengan memotivasi mahasiswa agar dapat menikmati budaya Jepang, seperti membuat makanan, berkreasi dengan origami, mempelajari tarian Para-Para, tarian Hodori, dan lomba berbusana Jepang.  Ketertarikan mereka pada budaya Jepang membuat motivasi belajar mereka pun semakin meningkat tentunya ini dapat bermanfaat pada kemampuan mereka berinteraksi secara efektif nantinya.

Paparan dari seluruh pemateri jelas menunjukan bahwa interaksi di antara komunitas bangsa ini perlu ditingkatkan dengan kemampuan berbahasa Jepang yang baik dan benar.  Dengan demikian maka segala kendala dalam berbagai bidang dapat dieliminir dan kemudian tujuan positif dari kerjasama yang dilakukan antarkedua negara ini dapat tercapai dengan baik. (Tugarini/HUMAS)

3 Comments add one

  1. siti nurfatonah says:

    Assalamualaikum”

    saya ingin bertanya tentang jurusan bhasa jepang di UPI bagaimna ?apakah dengan mengambil jurusan itu dapat menunjang masa depan saya dan negara indonesia ini menjadi lebih baik ?dan apa kelebihan dari jrusan tersebut dibanding jurusan yang lain ?atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih”

  2. sri kustini says:

    assalamualaikum, , ,

    sya ingin bertanya bagaimana jurusan bahasa jepang di upi, , , ! dan bagaimana cara belajar mengajar bahasa jepang di upi, , , ? saya ingan memilih jurusan ini, tapi saya ingin tau apa setalah saya mengambil jurusan ini akan menjdi lbih baik untuk saya, ? dan saya ingin tahu bagaimana cara mendaftar sbgai mahasiswi disana, , ? ? mohon kerja samanya dan terima kasih, , , ! ! ! !

  3. Sugi says:

    Pertanyaan yang lugu tetapi berbobot ya, apakah ada yang bisa menjamin masa depan seseorang bisa lebih baik?
    Lembaga upi umumya mengarahkan peserta didik untuk lebih baik. Yang semula tidak tahu menjadi tahu, yang semula tidak terampil menjadi terampil, yang semula tidak memiliki sikap baik menjadi punya sikap baik. Setelah tahu, setelah terampil, setelah punya sikap apakah bisa lebih baik? diharapkan jadi baik, jadi dewasa jadi manusia yang siap mengisi kehidupan dirinya dan bermanfaat bagi orang lain. Yang menjamin adalah diri sendiri dan doa pada yang memiliki masa depan. Apakah dapat mengubah bangsa ini menjadi lebih baik ? Mari kita lakukan bersama. Mengubah bangsa untuk menjadi lebih baik perlu kebersamaan dari seluruh warga negara yang ada. Di kampus dididik moral dan sikap yang baik, tapi kalau diluar ada yang merusak dan membuat kacau, apa yang kami lakukan tidak banyak berarti.
    Soal masuk UPI silakan ikuti SNMPTN tahun 2011, atau Ujian Masuk UPI atau program-program yang diadakan pemerintah melalui UPI.
    Kaitan cara mengajar bermacam-macam. Untuk menanamkan pengetahuan dengan perkuliahan dan membaca buku referensi dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Untuk menanamkan ketrampilan berbahasa Jepang, dilatih menyimak, berbicara, membaca, menulis. Untuk membentuk sikap harus mau mengikuti pelatihan-pelatihan pembentukan sikap atau program-program kemahasiswaan.
    Kalau anda siswa SMA atau belum pernah kuliah, coba tanyakan kepada yang sedang kuliah atau pernah kuliah di lembaga yang baik dan benar. Atau datang ke kampus UPI di Jl. Setiabudi 229 Bandung.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>