Google

“Dance on Earth”, Mari Lestarikan Bumi

Written on:January 14, 2011
Comments
Add One

Bandung, (UPI)

Bumi adalah maha karya yang perlu dijaga dan dilestarikan manusia. Manusia tidak boleh berpangku tangan pada kerusakan bumi, perlu menyadari hal tersebut karena proses hidup, kehidupan dan kematian manusia hanya di bumi.
“Belakangan ini banyak terjadi tragedi dan bencana yang menimpa bumi kita, seperti tsunami akhir 2004, letusan Gunung Merapi, bencana di Mentawai, juga bencana lainnya. Sebenarnya kitalah yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Banyak manusia yang menjadi korban. Oleh karena itu perlu sebuah kesadaran bahwa manusia diturunkan ke bumi untuk menjadi khalifah senantiasa menstabilkan kondisi bumi,” kata Drs. Harry Sulastianto, M.Sn. Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa UPI saat member sambutan pada pergelaran “Dance on Earth”Selasa (11/1).

Ketua HIMASRA tak ketinggalan memberikan opininya, “Dance on earth adalah acara performance art (seni pertunjukan) yang merujuk pada permasalahan dan kondisi Bumi. Even ini merupakan salah satu dari rasa simpati dan empati terhadap kondisi bumi. Acara Dance on Earth pun merupakan salah satu lanjutan dari acara sebelumnya, yaitu Dance on Water dan Dance on Fire yang dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia oleh jurusan Pendidikan Seni Rupa, 21 Desember 2010.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa penampilan artis dari Bandung, luar Bandung dan beberapa universitas yang ada di Jawa. Sebagai seniman, mereka berbicara melalui karya yang dituangkan dalam sebuah performance art. Seni pertunjukan diharapkan dapat menyadarkan semua untuk memperbarui bumi ini.
“Landasan kegiatan yang dilaksanakan di lapangan parkir bawah Kopma ini merupakan bagian dari program kerja HIMASRA 2010-2011 dan AD/ART HIMASRA,” ujar ketua pelaksana Mufradi Ruswanda.
Seni pertunjukan ini dimaksudkan untuk mengembangkan kreativitas di bidang seni pertunjukan. Di samping itu, kesenian ini diharapkan memberi wadah kepada seniman untuk merespons setiap bencana yang ada di Indonesia. “Kita berharap, orang yang tidak peduli menjadi peduli terhadap bumi. Dengan seni pertnjukkan ini, kita ingin mengumpulkan dana untuk korban bencana alam. Yang pasti, dengan seni ini , kita dapat mempererat tali silaturahmi, sekaligus mendukung Kota Bandung sebagai kota seni dan budaya,” ujar Mufradi.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan Performance art, penggalangan dana untuk korban bencana alam, bazaar dan adanya acara hiburan. Animo pun diberikan dengan baik oleh para peserta yang berasal dari mahasiswa Pend. Seni Rupa UPI, seniman performance art se-Indonesia, mahasiswa FKSR dan Institusi Seni se-Indonesia, serta masyarakat umum. (Dewi Turgarini/WAS)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>