Google

Baladawai Soundversation, Mengenalkan Musik Lebih Bervariasi

Written on:February 14, 2011
Comments
Add One

Laporan Ajani Restianty

Bandung, UPI

Musik berkembang mengikuti irama zaman, baik segi permainan, alat musik yang dimainkan, maupun produser.  Naik turunnya produser sangat memengaruhi industri musik itu sendiri. Keberadaan mereka sangat signifikan mempengaruhi para pelaku musik untuk berebut tenar. Bahkan, peran produser bisa memengaruhi estetika musik yang berpengaruh terhadap tingkat kepuasan penggemarnya.

Mahasiswa Seni Musik UPI Angkatan 2007 sebagai pelaku sekaligus penikmat musik merasa bangga terhadap perkembangan musik yang berkembang pesat di negeri ini. Tapi di sisi lain, mahasiswa juga merasa prihatin dengan masyarakat awam yang hanya mengerti hanya secara artificial, atau hanya kulitnya. Padahal musik memiliki kedalaman makna dan tidak hanya satu genre. Para produser kerap “mendoktrin” penggemar dengan tidak memberikan alternatif genre lain, selain genre yang sedang digandrungi saat ini.

Itulah sebabnya, mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Program Studi Seni Musik UPI angkatan 2007 membuat sebuah pementasan musik dengan konsep dasar menyatukan berbagai genre musik dalam satu panggung dengan mengusung string instrument (alat musik berdawai). Pementasan yang mengandalkan dawai sebagai media utamanya bermaksud mengenalkan string instrument kepada masyarakat.

Dengan pementasan ini diharapkan masyarakat mengetahui masih ada jenis musik dan alat musik lain yang bisa diapresiasi selain alat musik band yang marak sekarang ini. “Baladawai Soundversation”, acara dengan tema festival instrumen berdawai diselenggarakan Senin, 14 Februari 2011 di Sasana Budaya Ganesha, Jln. Tamansari No. 73 Bandung. “Baladawai Soundversation” hadir dengan berbagai kegiatan seperti bazar dari para sponsor, workshop dan guitar clinic oleh Tohpati, opening ceremony by Orkestra Bumi Siliwangi. Penampilan semua pengisi acara diiringi Orkestra Bumi Siliwangi, dan puncaknya closing ceremony menampilkan kolaborasi antara Tohpati, Barry Likumahuwa, Maya Hasan dan Orkestra Bumi Siliwangi.

Dengan terselenggaranya “Baladawai Soundversation” diharapkan tersalur aspirasi, kreasi dan apresiasi masyarakat pendidikan seni musik dan masyarakat umum dalam mengimplementasikan karya seni musik, khususnya alat musik berdawai. Pergelaran ini diharapkan sekaligus dapat membangun energi muda yang bergaya kreasi tinggi, dinamis serta aktif. Bahkan diharapkan dapat menambah pengalaman positif mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat umum secara langsung.

Bagi masyarakat, dengan pergelaran ini mereka dapat mengetahui khasanah musik secara lebih luas. Dengan demikian, masyarakat dapat mengapresiasi music secara lebih proporsional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>