Google

Rektor, UPI Lebih Cepat Menjadi Universitas Kelas Dunia

Written on:April 21, 2011
Comments
Add One

Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. mewisuda doktor, magister, sarjana dan diploma UPI, Rabu (20/4/2011) dan Kamis (21/4/2011). Wisudawan UPI pada 20 dan 21 April 2011 berjumlah 3.319 orang. Jumlah ini meliputi  101 orang doktor, 128 orang magister, 3.058 sarjana, dan 34 orang lulusan diploma.

“Saya berharap, para lulusan menjadi mata hati dan kata hati bangsa, sekaligus  jangkar peradaban  masyarakat, yang mengobarkan semangat kepeloporan dan keunggulan dalam memberdayakan masyarakat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang adil dan beradab,” kata Rektor Prof. Sunaryo.

Dikemukakan, UPI terus menata kampus, tidak semata-mata dalam arti fisik, tapi juga dalam arti atmosfer, agar para lulusan bangga menjadi alumni UPI. Oleh karena itu dalam lima tahun ke depan seperti tertuang dalam Rencana Strategis UPI 2011-2015 telah digariskan enam fokus kebijakan dalam mempercepat UPI sebagai universitas berkelas dunia dalam bidang pendidikan. Keenam fokus kebijakan tersebut adalah peningkatan mutu kinerja akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat; pemantapan pendidikan profesional guru; peningkatan mutu manajemen dan sumber daya; penataan kelembagaan; peningkatan citra, kemitraan, dan internasionalisasi; serta peningkatan mutu pembinaan kemahasiswaan.

Pada triwulan pertama tahun 2011, kata Prof. Sunaryo, telah diambil beberapa langkah konkret. Dalam bidang peningkatan mutu kinerja akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat telah diluncurkan Program Pengembangan Dosen dan Kapasitas Institusi. Program ini dirancang sebagai kebijakan afirmatif universitas dalam meningkatkan aktivitas dan kualitas penelitian; pengembangan kapasitas individu dan keunggulan fakultas, kampus daerah, dan lembaga; mendorong diseminasi kepakaran dan peningkatan kompetensi; serta meningkatkan jumlah dan mutu pengabdian kepada masyarakat.

Terkait pemantapan pendidikan profesional guru, sesuai tuntutan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang antara lain mewajibkan guru memiliki sertifikat pendidik, UPI telah mengambil terobosan dengan menyusun redesain pendidikan profesional guru. Model redesain pendidikan profesional guru yang diusulkan UPI telah mendapat rekognisi secara nasional. Setelah melewati kajian yang intensif pada akhir 2010, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdiknas  telah merekomendasikan model redesain pendidikan profesional guru yang diusulkan UPI dapat diterapkan secara kontekstual, khususnya bagi pendidikan pra jabatan, oleh LPTK yang diberi tugas menyelenggarakan PPG.

Seiring dengan pemberlakuan PP No. 66 tentang Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan Pemerintah, yang menghendaki Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PKBLU), Rektor UPI menyatakan,  telah diambil beberapa langkah yang bermuara pada peningkatan mutu manajemen dan sumber daya. UPI pun terus melakukan langkah persiapan untuk memasuki sistem pengelolaan perguruan tinggi apakah dalam payung BLU atau payung Undang-Undang Perguruan Tinggi yang kini tengah dikaji dan dirumuskan oleh Pemerintah dan DPR RI.

“Kemitraan dan kerja sama terus dikembangkan UPI. Selain dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah, kerja sama dikembangkan dengan universitas mitra di luar negeri. Kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri meliputi antara lain pertukaran dosen dan mahasiswa, credit transfer, program sandwich untuk S2 dan S3, penelitian dan publikasi bersama. Dalam waktu dekat, tepatnya 1 Mei 2011, sebanyak 17 perguruan tinggi asal Cina akan datang ke UPI untuk satu sama lain saling mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dan bahkan dengan beberapa perguruan tinggi tersebut untuk menindaklanjuti dan menandatangani kerja sama,” kata Rektor.

Mulai tahun ini dirintis praktik pengalaman lapangan bagi mahasiswa calon guru untuk praktik mengajar di luar negeri. Pada kesempatan pertama sebanyak empat orang mahasiswa dari program IPSE telah selesai menjalani praktik mengajar di sekolah di Victoria Australia dalam kemitraan antara UPI, Monash University, dan Victoria Department of Education, Australia. Di samping itu pada saat ini ada enam orang alumni UPI yang sedang menjadi guru bantu dalam bidang studi Bahasa Indonesia di sejumlah sekolah di Australia. Ini juga merupakan hasil kerja sama antara UPI, Monash University dan Victoria Department of Education, Australia.

“Kita mendorong para lulusan dan alumni untuk lebih berkiprah dalam membangun citra almamaternya. Alhamdulillah,  menyangkut peningkatan citra dan pemberdayaan alumni telah ada kesepatan untuk menyatukan alumni UPI ke dalam satu wadah. Keberadaan alumni amat penting bagi pencitraan universitas, karena di tangan alumnilah nama baik UPI juga dipertaruhkan,” kata Rektor. (WAS)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>