Google

OIER Bertugas Menginternasionalkan UPI

Written on:June 13, 2011
Comments
Add One

Bandung, UPI

Pelatihan pengelolaan kantor internasional perguruan tinggi Indonesia diselenggarakan oleh Direktorat Perguruan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional Indonesia, pada 8-11 Juni 2011. Sri Harto kepala Office of International Education and Relations (OIER) UPI, Jumat (10/6/2011), diminta memaparkan pengalamann pengelolaan kantor yang dipimpinnya.

Ia mengawali pertemuan di Hotel Menara Peninsula Jalan Letjen S. Parman yang dihadiri seluruh staf Kantor Internasional PTN seluruh Indonesia itu dengan menceritakan sejarah pendirian OIER. Lembaga ini dibentuk 20 Oktober 2008, dan kebetulan pada saat itu merupakan hari ulang tahun UPI ke-54. Berdirinya lembaga itu pada awalnya terdiri atas Sri Harto sendiri sebagai kepala kantor dan disertai seorang staf.

Ia memaparkan tugas, pokok, dan fungsi OIER pada dasarnya terdiri atas pertama, mengembangkan kerja sama luar negeri. Kedua mengimplementasikan kerja sama luar negeri. Ketiga memproses pengiriman pimpinan PT dan civitas academica ke luar negeri. Keempat melaksanakan pre-departure training programs. Kelima mengoordinasikan kedatangan mahasiswa dan tamu luar negeri. Keenam melaksanakan proses pendaftaran mahasiswa asing. Terakhir adalah memberikan layanan bimbingan mahasiswa asing.

“Sesuai dengan perjalanan waktu, personalia kantor pun mengalami perubahan komposisi, yaitu satu orang kepala (direktur), dua orang koordiantor (Kadiv), serta empat orang staf. Kemudian saat ini pun OIR sudah memiliki kantor tersendiri, berlokasi di Gedung University Centre Lantai 1. Kantor ini dilengkapi satu ruang pimpinan, serta satu ruang staf.

Kerja sama UPI melalui mediasi OIER biasanya menggunakan MoU dengan PT partner yang mempunyai bidang yang sesuai. Kemudian MoU tersebut akan ditandatangani oleh Rektor. Pada saat ini, UPI telah mempunyai 40 MoU dengan PT dan lembaga partner di luar negeri. Selain itu kerja sama yang memerlukan MoU, saat perumusannya memerlukan orang yang jeli untuk daya melihat peluang kerja sama yang dapat digali bagi kepentingan bersama antara UPI dan PT lainnya. Setelah implementasi kerja sama dituangkan dalam MoU, maka akan ditandatangani oleh fakultas atau unit yang relevan.

Sudah menjadi idealiesme OIER, dengan menjadikan UPI sebagai world class university (WCU). Idealisme ini tentunya perlu didukung oleh fasilitas. Fasilitas yang diharapkan tentunya pertama lengkap dan modern. Kedua memiliki kualitas SDM yang andal. Ketiga mampu memberikan pelayanan berkualitas (terbaik) baik secara akademik, ataupun secara nonakademik.

“Keempat memiliki koordinasi jelas dan cepat. Kelima konfirmasi dilakukan secara tepat dan efesien misalnya seperti kedatangan tamu dalam waktu yang cukup. Keenam kunjungan ke luar negeri dapat ditangani secara baik saat para pimpinan dan staf akan bepergian. Tentunya harapan semua terencana dengan baik dan akan mendapatkan hasil yang baik pula,” kata Sri Harto.

Kenyataannya, pelaksanaan pengelolaan kantor OIER ini pertama adalah kurang pahamnya urgensi keberadaan OIER di berbagai level pimpinan, sehingga keberadaannya tidak dianggap dapat membantu pelaksanaan internasionalisasi pendidikan UPI. Kedua, terbatasnya dukungan anggaran. Ketiga pernah terjadi pada saat perumusan MoU dan MoA tidak ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab. Keempat datangnya kehadiran para tamu tidak diundang (mendadak), dan tidak dikoordinasikan kepada OIER dari berbagai level unit kerja. Kelima adanya keberangkatan atau kunjungan ke luar negeri terjadi secara mendadak. Keenam kurangnya fasilitas pendukung.

“Tetapi walaupun dengan segala realitasnya OIER sudah dapat berkontribusi terhadap internasionalisasi UPI, melalui beberapa pengalaman melakukan terobosan di luar rutinitas. Hal tersebut adalah pertama pelatihan bahasa Jepang untuk tenaga perawat dan caregiver ke Jepang tahun 2009 dan 2010. Kedua pengiriman guru bantu (teacher assistant) ke Australia, perdana enam orang tahun 2010 (dirintis sejak tahun 2004). Ketiga pengiriman tim kesenian UPI ke even internasional, misalnya Festival Indonesia di Federation Square, Melbourne, Australia tahun 2009 & 2010. Keempat koordinator pertukaran pelajar Bandung dan Jawa Barat ke Victoria, Australia tahun 2010 dan 2011.

Ia pun pada akhir presentasinya memberikan solusi bagi implementasi sumber daya manusia OIER yang berkualitas, yaitu pertama perlukan dukungan penuh dari pimpinan PT. Kedua OIER dilengkapi fasilitas yang modern. Ketiga adanya alokasi anggaran khusus untuk International Office. Keempat rencana kunjungan ke luar negeri harus beberapa bulan sebelumnya. Kelima rencana penerimaan tamu asing harus terkomunikasikan dan terkoordinasi dengan baik. (Dewi Turgarini)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>