Google

Model Pembelajaran Menulis Kalimat Menggunakan Media Gambar

Written on:June 24, 2011
Comments
Add One

Oleh Prof. Dr. H. Rahman, M.Pd.

Pidato Pengukuhan Sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pengajaran Bahasa Indonesia pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia

Alhamdulillah, puji, dan tasyukur kita gelorakan kepada Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga pada hari Kamis ini tanggal 23 Juni 2011, di hadapan Sidang Terbuka Universitas Pendidikan Indonesia yang mulia ini, saya dapat menyajikan naskah pidato pengukuhan guru besar dalam bidang ilmu Pengajaran Bahasa Indonesia dengan judul Model Pembelajaran Menulis Kalimat Menggunakan Media Gambar.

Hadirin yang saya hormati,

Media gambar yang dimaksud dalam tulisan ini adalah visual media gambar yang dapat  dijadikan sumber inspirasi dalam menulis kalimat.

Menulis kalimat merupakan bagian dari keterampilan menulis, dan keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa.

Menulis kalimat adalah berkomunikasi, mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kehendak dari penulis kepada pembaca secara tertulis dalam bentuk kalimat. Penulis disebut sender yang berfungsi sebagai penyampai gagasan secara tertulis  sedangkan pembaca disebut receiver yang berfungsi sebagai penerima gagasan dalam bentuk tulisan. Hal ini sejalan dengan pendapat Attalib (1992: Chapter 17) bahwa dalam komunikasi terdapat sender, receiver, dan  feedback loop.

Martinet (1987:135-136) merumuskan bahwa kalimat adalah ujaran yang unsur-unsurnya terikat pada sebuah predikat tunggal atau pada sejumlah predikat yang dikoordinasikan, dan tanpa perlu menyertakan intonasi di dalam rumusan itu.

Dalam konteks Model Pembelajaran Menulis Kalimat Menggunakan Media Gambar terkait dengan jenis dimensi menulis. Jenis dimensi menulis kalimat menurut International Study of Achievement in Written Composition (1983), yakni 1) kualitas dan lingkup isi (quality and scope of content), 2) organisasi dan tampilan isi (organization & presentation of content), 3) gaya dan ketepatan (style & appropriateness), 4) bentuk gramatikal (grammatical features), 5) ejaan (spelling), dan 6) tulisan tangan dan kerapian (handwriting & neatness).

Keterampilan menulis kalimat dibutuhkan dalam peningkatan literasi pembelajar mulai dari murid SD sampai dengan mahasiswa. Meskipun penting, menulis yang terdiri atas keterampilan-keterampilan mikro, seperti menulis kalimat, telah lama menjadi salah satu masalah pembelajaran bahasa, terutama di sekolah dasar. Pembelajaran keterampilan menulis kalimat merupakan pembelajaran keterampilan berbahasa yang meminta perhatian khusus.

Heaton mengemukakan kesulitan menulis, “The writing skills are complex and sometimes difficult to teach, requiring mastery not only of grammatical and rhetorical devices but also of conceptual and judgemental elements” (Heaton, 1995:135).

Kekompleksan dan kesulitan menulis menjadi penting keberadaannya. Oleh karena itu, pembelajaran menulis perlu penanganan di antaranya dengan model pembelajaran menulis kalimat menggunakan media gambar.

Model Pembelajaran Menulis Kalimat Menggunakan Media Gambar termasuk ke dalam model pembelajaran pemrosesan informasi ‘the information processing family model’, (Joyce & Weil. 1980).  Keterkaitan model the information processing family model dengan kajian ini adalah dalam hal cara individu (murid) memberi respons terhadap media gambar. Setelah merespons stimulus gambar, murid mengorganisasikan, memformulasikan, membangun rencana, dan menggunakan simbol-simbol verbal dalam wujud kalimat. Dengan kata lain, murid belajar menulis kalimat dengan menggunakan fakta/ide yang terdapat dalam media gambar.

Model pembelajaran ini memiliki perangkat skenario, langkah-langkah, hubungan guru-murid, prinsip reaksi, sistem penunjang, penerapan, dampak penyerta, hasil yang diharapkan, dan deskripsi rencana pembelajaran.

Langkah yang dimaksud adalah 1) prates, 2) penginformasian tujuan pembelajaran, 3) apersepsi, 4) penjelasan bahan, 5) penelaahan ide dengan mengamati gambar, 6) tanya jawab, dan 7) pascates.

Media gambar yang dijadikan sumber inspirasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hadirin yang saya hormati

Dalam bagian ini penulis mengemukakan temuan berdasarkan hasil penelitian dengan judul Model Pembelajaran Menulis Kalimat Menggunakan Media Gambar, bahwa

1. Model pembelajaran   menulis kalimat menggunakan media gambar meliputi

(a)  set induction, core, dan closure;

(b) menerapkan model pembelajaran pemrosesan informasi the information processing family; dan

(c) memiliki skenario, orientasi, langkah-langkah, hubungan guru-murid, prinsip reaksi, sistem penunjang, penerapan, dan dampak instruksional; serta (d) memiliki kekhasan, keunggulan, dan kelemahan;

 

2. Model pembelajaran ini memiliki 1) kekhasan dalam mengarahkan murid merespons gambar dengan cara membuat kalimat; 2) keunggulan dalam memberikan peluang kepada murid untuk membuat kalimat-kalimat lanjutan berdasarkan atas jalan pikiran murid; dan 3) kelemahan dalam memulai menulis karena murid (yang belum siap) kebingungan dalam mencurahkan ide.

3. Hasil belajar-mengajar tarjadi dalam dimensi-dimensi berikut ini.

a)        Dimensi bentuk gramatikal, sekurang-kurangnya (50%) para murid mampuh membuat empat sampai dengan tujuh kalimat sempurna dengan susunan fungsi kalimat bervariasi, seperti dalam Tulisan Pascates Murid 03 dikandung pola fungsi kalimat KSPOK, KP, SPK, SP, SPO, KP, SPK, KSPK, dan KSP.  Dari sembilan buah pola fungsi kalimat tersebut ditemukan tujuh buah pola fungsi  kalimat sempurna, yakni KSPOK, SPK, SP, SPK, SPK, KSPK, dan KSP. Tulisan Pascates Murid 03 memiliki  bobot 5 atau kategori baik sekali karena tulisan tersebut mengandung lebih dari lima buah pola fungsi kalimat sempurna. Begitu juga Tulisan Pascates Murid 27 mengandung pola fungsi kalimat SPK, SP, SP, SP, dan SK. Dari lima buah pola fungsi kalimat tersebut ditemukan empat buah pola kalimat sempurna, yakni SPK, SP, SP, dan SP.  Tulisan Pascates Murid 27 memiliki bobot 4 atau kategori baik karena tulisan tersebut mengandung empat buah kalimat sempurna.

b)        Dimensi ejaan sekurang-kurangnya (59%) para murid mampuh membuat kalimat dengan jumlah kesalahan penggunaan ejaan maksimal satu buah kesalahan, seperti dalam Tulisan Pascates Murid 04 ditemukan kesalahan dalam pemenggalan suku kata (sera- ngan jantung) yang seharusnya ditulis serang-an. Tulisan tersebut memiliki bobot 4 atau kategori baik, karena   mengandung satu buah kesalahan penggunaan ejaan. Demikian pula halnya dalam  Tulisan Pascates Murid 26 ditemukan kesalahan dalam penggunaan huruf kecil pada awal kalimat (kami membutuhkan), seharusnya huruf pertama pada kata tersebut ditulis dengan huruf  besar. Tulisan Pascates Murid 26 memiliki bobot 4  atau kategori baik, karena  tulisan tersebut mengandung satu buah kesalahan.

c)        Dimensi tulisan tangan dan kerapian seluruhnya (100%) para murid mampuh membuat kalimat dengan  memiliki kejelasan tulisan, seluruh huruf tulisan para murid dapat dibaca.  Tulisan seluruh murid memiliki bobot 5 atau kategori baik sekali, karena tulisan tersebut ditulis dengan huruf yang teridentifikasi.

Hadirin yang saya hormati,

Sebagai penutup pidato ini, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelejaran menulis kalimat menggunakan media gambar efektif dalam pembelajaran menulis kalimat dimensi kualitas dan lingkup isi, organisasi dan tampilan isi, serta gaya dan ketepatan. Berdasarkan atas temuan penelitian ini, maka penulis menetapkan langkah baru model ini: 1) Murid memperhatikan penjelasan guru;  2) Murid menelaah fakta/ide yang terdapat dalam gambar;  3) Murid menuliskan fakta/ide berdasarkan atas stimulus gambar dalam beberapa kalimat lanjutan;  dan 4) Murid menuliskan kalimat lanjutan tanpa menggunakan stimulus gambar.

.      Untuk membuat itu semua, perlu disiapkan pengajar yang memiliki kompetensi optimal. Oleh karena itu, UPI sebagai  kampus yang ilmiah, edukatif, dan religius, berupaya membangun kompetensi para calon guru/guru, khususnya calon guru/guru bahasa jenjang S-1, S-2, dan S-3 di program studi/konsentrasi pengajaran bahasa, yang dapat menerapkan berbagai metodik menulis di kelas dalam konteks mewujudkan visi UPI a leading and outstanding university, universitas pelopor dan unggul.

Ucapan Terima Kasih

Hadirin yang saya hormati,

Sebelum mengakhiri pidato pengukuhan ini, perkenankanlah saya menyampaikan ungkapan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa terhadap karier akademik saya di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni  (FPBS) UPI. Pertama saya menyampaikan terima kasih kepada ibu/bapak guru SD, SMP, SPG dan kepada para guru ngaji/ustasz/kiayi/ajengan yang telah berjasa ikut membentuk keberhasilan saya.

Ucapan terima kasih juga saya haturkan kepada ibu/bapak dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia  FPBS  UPI yang telah mendidik saya mencapai Sarjana Pendidikan (Drs), di antaranya Bapak Drs. H. Karna Yudibrata, Drs. H.Achlan Husen, Drs. H. Alam Sutawijaya dan dosen lainnya yang tidak dapat disebut satu persatu.

Penghargaan yang tinggi saya haturkan kepada ibu/bapak dosen yang telah mendidik dan mengajar ketika saya melanjutkan studi pada Program Pascasarjana IKIP Bandung dan UPI  untuk mencapai magister dan doktor Pendidikan Bidang Pengajaran Bahasa Indonesia antara lain Prof. Dr. H. Ahmadslamet Harjasujana dan Prof. Dr. H. Syamsuddin AR, M.S., dan dosen lainnya yang tidak dapat disebut satu persatu.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Ibu Dekan FPBS  UPI, Prof. Dr. Hj. Nenden Sri Lengkanawati, M.Pd., PDI, Dr. Dadang Sundana, DII, Dr. Andoyo Sastromiharjo, M,Pd., serta pimpinan Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah beserta staf administrasi dan dosen-dosen, terutama teman sekelas ketika S-1 (Dr. Dedi Koswara, Drs. H. Usep Kuswari, M.Pd., dan Drs. Ruswendi Permana, M.Hum) dan para tim teaching (Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd., Dr. Ruhaliah, Drs. H. O. Solehudin, M.Pd., Ade Sutisna, S.Pd., Temmy, S.Pd.), adik-adik asisten Retty Isnendes, M.Hum, Hernawan, M.Pd., Agus S. M.Hum, dan Dian Herdrayana, S.S.;  Kepada Ketua dan Anggota peer group, Prof. Dr. H.A. Chaedar Alwasilah,Prof. Dr. H. Syamsuddin AR, M.S., dan Prof. Dr. Iskandarwassid, M.Pd.,  yang telah memproses, menyetujui, dan mengusulkan jabatan guru besar saya, dengan tulus ikhlas, saya mengucapkan terima kasih.

Terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Rektor UPI, Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., Ketua dan Anggota Senat Akademik UPI atas persetujuannya terhadap pengusulan saya sebagai guru besar. Dengan tulus ikhlas saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Nasional atas perkenan beliau menyetujui pengusulan saya sebagai guru besar dalam bidang Pengajaran Bahasa Indonesia. Kepada Direktur SDM beserta staf, di antaranya Ibu Dra. Hj. Yayah Rahyasih, M.Pd., kepada Kepala Sekretiat UPI. Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. saya haturkan terima kasih. Saya tidak mungkin dapat membalas segala budi baik tersebut kecuali dengan tekad dan pengabdian yang terbaik. Sesepuhku Prof. Dr. H. Endang Sumantri, M.Sc. dan keluarga yang telah menanjakan saya ketika ibadah haji dan ulang tahun di Madimah, Teman-teman baikku, Prof. Dr. H. Deddi Ismatulloh UIN Bandung, Prof. Dr. H. Suryana, M.S., Prof. Dr. H. Udin Saud, Dr. M. Solehuddin, Dr. Hj. Vismaia Damaianti, M.Pd., Prof. Dr. H. Abdul Somad, M.Pd. Sri Murtiani, M.Pd. beserta jajaran Disdik Kota Cirebon, PGRI Kota/Kab. Sukabumi, serta teman-teman aktivis Mesjid Al Furqon UPI, Mesjid Al Hidayah Sarijadi, Mesjid Al falaq Gegerkalong, Mesjid Miftahul Hidayah Taman Mangga, Mesjid Ar Rahman Ledeng, Mesjid Nurul Huda Ledeng, Mesjid Al Muqodimah, Mesjid Al Amanah, Mesjid Syaifulloh Brimob, Mesjid Baeturahman Cimahi, Mesjid Al Hidayah Tamansari Sukabumi, yang telah turut berdoa untuk kesuksesan saya.

Terpenting, kepada  Ibunda dan Ayahanda yang telah tiada, Almarhumah Ibu Hj. Siti Asyiah dan Almahum Bapak KH Muchtar Ghozali yang telah mendidik dan membesarkan saya, saya hanya bisa berdoa dan ucapan terima kasih, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, serta ilmu yang saya tekuni menjadi bagian amal ibadah yang terus mengalir pahala kepadanya, seiring doa Allohumaghfirlahu warhamhu wa afihi wafu anhu, Allohumghfirhala war hamha wa afihi wafu anha, semoga kami menjadi turunan yang soleh solehah. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada mertua, kepada istriku dan anak cucuku Rani Nurcita Widya, Rizqi Faisal, Rasi Yugafiati, Restu Widya, Asri Wibsawa Saskti, Raihan Ibrahim Haskim dan saudara, di antaranya Sanusi Harjadireja, M.Pd. (Ketua STIKES Sukabumi/Mantan Kadisdik Kota Sukabumi, dan Ketua PGRI Kota Sukabumi), Aa Drs. H. Ajat Rujakat, M.Pd. dan Aa Prof. Dr. H. Cece Rahmat, M.Pd. yang  memotivasi saya. Kemitraan di antanranya Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Dra. Hj. Teriska Rahardjo, M.A., rekan se-Sukabumi (Bapak Gubernur Jawa Barat H. Achmad Heryawan, Bupati Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Sukmawijaya, M.M. dan wakil Bupati, Drs. H. Achmad Jajuli, dan Ketua DPRD Kab. Sukabumi, H. Badri Suhendi, S.IP.) sebagai penyemangat, Wali Kota Sukabumi Drs. H. Muchlis, S.H., semua  kerabat dan handai taulan yang tidak sempat disebut satu persatu saya juga saya sampaikan terima kasih,

Pada akhirnya kepada hadirin yang saya hormati, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabarannya mendengarkan pidato ini, serta mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan di hati hadirin. Semoga Allah SWT melimpahkan kebaikan dan mengubah kondisi kita pada kondisi yang lebih baik. Amiin.

Wabilahitaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

 

Daftar Rujukan

 

Attalib, Hilsham (1992) dalam Training Guide for Islamic Worker’s. Malaysia

Harmer, Jeremy. (1992). The Practice of English Language Teaching. London and New York: Longman.

Heaton, J. B. (1995). Writing English Language Tests. London and New York: Longman.

Joyce, Bruce & Marsha Weil. (1980). Models of Teaching. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Martin, J.R. (1987), Factual Writing: Exploring and Challenging Social Reality. Victoria: Deakin University.

Martinet, Andre. (1980). Elements de Linguistique Generale. Jakarta:  Indonesian Linguistics Development Project.

Olson, Janet  L. (1992). Envisioning Writing. Prtsmouth, NH: Heinemann.

Rahman. (2000). Bunga Rampai Perencanaan Pengajaran Bahasa. Bandung: FPBS UPI.

Rahman (2005). Desain Instruksional Bahasa. Bandung: Alqo Print.

Rahman, dkk. (2006). Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Bandung: Alqo Print.

Rahman (2006). Alternatif Model Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: LPMP.

Rahman (2009). Model-model Pembelejaran dan Bahan Pembelajaran. Bandung: Alqo Print.

Syamsuddin A.R. (1979). Bimbingan Karangan Populer: Tehnis dan Redaksi. Bandung: Syams Bakthi Remaja.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>