Momentum perayaan Hari Anak Nasional di Jambi tahun ini, hendaknya dijadikan sarana untuk lebih memperhatikan kepentingan dan hak anak. “Perayaan yang jatuh di tahun ke 25 ini, menunjukkan komitmen yang besar dari bangsa kita kepada anak Indonesia, dan untuk menggali kesadaran bersama mengenai betapa pentingnya memperhatikan segala hal yang berkaitan dengan hak anak kita,” ujar Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, pekan lalu di Jambi.
Acara “Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal 2011 se-Provinsi Jambi” itu, berlangsung di Gedung Olah Raga Kota Baru Jambi. Lebih dari tiga ribu pengunjung, terdiri atas orang tua, peserta didik dan guru PAUD se-Provinsi Jambi memeriahkan acara tersebut. Hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Idham Kholid, Duta PAUD Jambi Dewi Hughes, dan Jajaran Muspida Provinsi Jambi.
Hasan mengingatkan, orang dewasa memiliki tanggung jawab yang besar dalam proses tumbuh kembang anak. Tanggung jawab tersebut meliputi perlindungan terhadap anak, mendidik anak dan senantiasa memberikan kasih sayang. Masa depan anak adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu semua orang harus ingat ketiga hal mendasar tersebut.
PAUD berkembang secara pesat di Jambi. Menurut Hasan, Jambi telah memiliki satu Tempat Penitipan Anak (TPA) bernama Capacity Building Center yang pembinaannya berada di bawah pemerintah Provinsi Jambi. “Alhamdulliah lembaga ini telah mendapatkan prestasi sebagai TPA percontohan dari Kementerian Pendidikan Nasional, Juara I mitra PAUD berprestasi tingkat nasional, dan mendapatkan penghargaan PAUD Holistik Terintegrasi terbaik se Indonesia,” kata Hasan.
Menyambung Hasan, Fasli menyatakan apresiasinya kepada para guru PAUD khususnya yang berada di Jambi. Menurut dia, guru PAUD ini adalah garda depan dalam memberikan yang terbaik bagi anak. Hasilnya, tercipta anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas dan ceria. “Walaupun dengan kesejahteraan yang belum begitu baik, para guru PAUD memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita, mudah-mudah secara bertahap kesejahteraan akan ditingkatkan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” kata Fasli.
Fasli mengatakan, cita-cita bangsa Indonesia pada tahun 2025 ketika merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 100 tahun, dapat melihat anak-anak Indonesia memiliki kemampuan, daya saing dan kesejahteraan yang sama dengan anak-anak dari negara maju lainnya. “Tapi itu semua tergantung dari keberhasilan kita mengadakan dan memfaslitasi kecerdasan anak yang holistik, baik kecerdasan raga, spritial, emosional dan intelektual. Oleh karena itu, perjuangan kita sekarang akan menentukan wajah anak Indonesia di satu abad Indonesia merdeka nanti,” katanya.
Fasli mengajak masyarakat agar turut serta dalam melakukan percepatan dan pengembangan PAUD di lingkungan mereka. “Mari kita investasikan segala waktu, perhatian, dan sarana kita. Rumah-rumah yang kosong, garasi, tempat pertemuan, masjid, semuanya dapat dipakai untuk mengampu PAUD bagi 28 juta anak Indonesia,” ujarnya.
Pada acara ini, Fasli berkesempatan mengukuhkan Yusniana Hasan Basri Agus sebagai Bunda PAUD Provinsi Jambi. Dan sebelum menutup perjalanan kerjanya di Jambi, Fasli meninjau Pondok Pesantren Diniyah Al-Azhar, kantin kejujuran di SMP N 7 Jambi, dan LPMP Provinsi Jambi. (Yogi, dikutip dari: http://kemdiknas.go.id/list_berita/2011/8/1/paud.aspx)

Add One