Google

UPI Tempati Ranking 64 Universitas Se-Asia Tenggara Versi Webometric

Written on:August 3, 2011
Comments
Add One

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menduduki ranking 64 pemeringkatan universitas se-Asia Tenggara berdasarkan versi yang diliris webometrics pada Juli 2011. Untuk pemeringkatan tingkat nasional, UPI berada pada ranking 20, sedangkan untuk level internasional, UPI menduduki ranking 1850 dari 12.000 universitas yang di survei di seluruh dunia. Posisi ini tentunya merupakan cermin atas pencapaian kiprah civitas akademika UPI yang terekam melalui ICT. Namun demikian, perlu kita garisbawahi bahwa pencapaian ini belum tentu menggambarkan kekuatan kiprah civitas UPI yang sebenarnya. Bisa jadi, masih banyak kiprah civitas yang belum terekam dalam ICT sehingga memengaruhi penilaian peringkat universitas kita. Karena itu, peran serta civitas UPI untuk mendokumentasikan kiprahnya melalui manajemen ICT sangatlah diharapkan.

Apa Itu Webometric?

Webometric merupakan sebuah ‘science’ yang mencoba mengukur seberapa interaktifnya ‘sesuatu’ dalam ruang lingkup IT dan jaringan internet. Mungkin definisinya sedikit susah untuk dipahami, tapi sederhananya, webometric melakukan pengukuran apakah sebuah universitas memiliki sebuah sistem informasi yang begitu interaktif dan dapat diandalkan serta memudahkan aktivitas di dalamnya. Atau lebih sederhana lagi, seberapa hi-tech kaitan sistem informasi dan aktivitas di universitas tersebut.

 

Webometric kini dikenal sebagai sebuah lembaga yang memberi peringkat terhadap ribuan universitas di dunia. Lembaga ini berpusat di Madrid, Spanyol. Webometrics didirikan atas inisiatif Cybermetrics Lab, sebuah kelompok penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC) sebuah lembaga penelitian terbesar di Spanyol.

 

Webometrics sebagai lembaga pemberi peringkat mengindikasikan 4 faktor yang menentukan rangking sebuah universitas. 4 faktor tersebut adalah:

  1. Visibility (V). Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil-hasilnya dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi dan kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.
  2. Size (S). Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead.
  3. Rich Files (R). Jumlh file yang ditemukan oleh search engine di situs Universitas tersebut. Format file yang dinilai layak masuk di penilaian adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt).
  4. Scholar (Sc). Jumlah publikasi, laporan penelitian ataupun jurnal yang dipublikasikan oleh universitas tersebut di web-nya dan dapat diakses melalui GoogleScholar.

Webometics melibatkan 4 search engine dunia sebagai bahan penilaian, yaitu Google, Yahoo Search, Exalead, dan Live Search. Webometric menggunakan perhitungan seperti di bawah ini:

(4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc)

Dari sini dapat dilihat bahwa webometric akan memicu setiap perguruan tinggi untuk bersaing dalam hal sistem informasi. Sistem informasi yang baik akan meningkatkan aksesibilitas civitas akademik kepada ilmu-ilmu pengetahuan. Kualitas mahasiswa juga dapat ditingkatkan dengan berkembangnya sistem informasi ini. Oleh karena itu, sistem informasi ini harus benar-benar disampaikan ke civitas akademika agar digunakan dengan sangat maksimal.

Dari kriteria di atas, kita dapat mengukur kiprah kita untuk menggelembungkan universitas ini sebagai “univerisitas yang berisi”. Universitas ini akan menjadi besar oleh kiprah civitas akademikanya sendiri, bukan karena melemahnya kinerja universitas yang menjadi pesaing kita. Sebenarnya, kita telah memiliki berbagai fasilitas dan kemudahan untuk mencapai derajat yang tinggi. Kebijakan untuk memicu dan memacu aktivitas keilmuan civitas akademika telah digulirkan. Kiprah Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi di bawah kendali Direktur yang baru dilantik, Dr. Munir, M.IT., tak perlu diragukan lagi. Pergeseran mindset untuk berbudaya ICT-lah yang akan menyelamatkan universitas kita untuk tidak menduduki peringkat yang kedodoran. (Andika Dutha Bachari/ HUMAS)

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>