Google

UPI Bertekad Berangus Budaya Menyontek

Written on:August 11, 2011
Comments
Add One

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia bertekad memberangus perilaku menyontek dan plagiarisme. Sebab, menyontek dan plagiarisme merupakan bentuk tindakan yang tidak bermantabat yang harus dicegah dan ditanggulangi.

Untukl itu, Rektor UPI Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. bersama empat pembantu rektor lainnya melakukan visitasi ke seluruh fakultaas di Kampus Bumi Siliwangi, ke Sekolah Pascasarjana UPI, dan ke UPI kampus daerah. Rektor mewajibkan setiap Dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana, dan para Direktur UPI Kampus Daerah membacakan Deklarasi Antimenyontek dan Antiplagiat di hadapannya.

Gerakan antimenyontek dan antiplagiarisme ini merupakan tindak lanjut dari gerakan nasional antimenyontek dan antiplagiarisme yang dideklarasikan Kementerian Pendidikan Nasional di lingkungan pendidikan tinggi baik negeri maupun swasta, di Jakarta, Rabu, 4 Mei 2011.

Ketika itu, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menyatakan bahwa budaya menyontek merupakan ekspresi dari sebuah pelanggaran. Maka perlu ada upaya dari pemerintah memberantas itu. Sebab, budaya negatif memang harus ditindak tegas.

“Menyontek sudah menjadi budaya, yaitu meraih prestasi secara instan tanpa memperhatikan moralitas. Berprestasi harus punya ilmu yang cukup,” katanya.

Para dekan, Direktur SPs dan Direktur UPI Kampus Daerah membacakan Deklarasi Aenyontek dan Plagiarisme sebagai berikut:

1.  Pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia merupakan ide, nilai, moral dan norma yang mendasari pola pikir, sikap dan perilaku sehingga mewujud dalam karakter bangsa Indonesia.

2.  Karakter bangsa ditopang oleh seperangkat nilai yang bersumber dari olah hati, olah pikir, olah raga/kinestetik, olah rasa dan karsa dalam bentuk nilai utama karakter, jujur, cerdas, tangguh dan peduli.

3. Budaya akademik perguruan tinggi sebagai totalitas nilai dan perilaku dalam kehidupan akademik harus dimaknai, dihayati dan diamalkan oleh sivitas akademika yang bertumpu pada nilai utama karakter: jujur, cerdas, tangguh dan peduli.

4. Dalam mewujudkan budaya akademik, sivitas akademika mempunyai tugas utama: mentransformasikan, mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan,

5. Perilaku menyontek dan plagiat merupakan bentuk tindakan tidak bermartabat yang harus dicegah dan ditanggulangi. Oleh karena itu, kami bertekad meniadakan berbagai bentuk tindakan menyontek dan plagiat di lingkungan UPI demi martabat sivitas akademika.

Dalam kesempatan itu, para dekan, Direktur SPs dan Direktur UPI Kampus Daerah juga harus mendeklarasikan pengawalan terhadap empat pilar kebangsaan. Empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan bhineka tunggal ika.

Mereka membaca deklarasi sebagai berikut:

(1) Mengamalkan Pancasila sebagai dasar  negara  dan  pandangan  hidup bangsa  Indonesia dalam mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional;

(2) Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun  1945  sebagai landasan hukum  untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa;

(3) Menjaga keutuhan  Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui satu sistem pendidikan nasional;

(4) Menerima keniscayaan Bhinneka Tunggal Ika  dan mewujudkannya dalam kehidupan  bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Oleh karena itu kami  bertekad untuk mengawal empat pilar kebangsaan: Pancasila,  Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia,  dan Bhinneka Tunggal Ika dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha  Esa  senantiasa memberikan  kekuatan  untuk mewujudkan komitmen ini. (WAS/Dewi)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>