Google

Nchie, Gadis Tabah Peraih Gelar Wisudawan Terbaik FPIPS

Written on:August 21, 2011
Comments
Add One

Bandung, UPI

Akhirnya sosok paling berprestasi di Wisuda Gelombang II Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial tampil. Ia adalah Annisa Noor Rafina, gadis berusia 21 tahun yang lahir 21 April 1990 di Kota Bandung. Gadis ini oleh teman-temannya dikenal dengan nick name “Nchie”. Rupanya karena gadis ini memiliki mata sipit, dan berwajah oriental. Sepintas memang orang mengira gadis ini keturunan Cina, namun sebenarnya ia berdarah Sunda.

Gadis yang memiliki hobi reading, modeling, travelling, dan chatting ini mengungkapkan bahwa ia memiliki cita-cita menjadi dosen. Sepertinya ini bukan hal yang sulit karena memang kemampuan akademiknya di atas rata-rata. Putri pasangan Dewi Yuniawati dan Ahmad Kausar Hendayana (Alm) ini pada dasarnya adalah gadis yang tabah dalam menjalani realitas kehidupan. Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, ia harus menghadapi kenyataan kehilangan sosok ayah pada saat masih masih duduk di kelas 5 SD. Namun semua itu tidak membuatnya berkecil hati. Ia malah bersyukur di saat tidak dapat mengenal sang ayah cukup lama, namun ia sempat memberikan hadiah kebanggan kepadanya. Dua bulan sebelum ayahnya meninggal, pada 2 Mei 1999 (Hari Pendidikan Nasional), ia mewakili sekolahnya yakni SDN Asmi VII Bandung sebagai siswi berprestasi untuk menemui Gubernur Jawa Barat.

Setelah menempuh pendidikan dasar ia melanjutkan sekolah pada tahun 2001 di SMP N 43 Bandung. Kemudian pada tahun 2004 ia bersekolah di SMAN 7 Bandung. Rupanya ia dahulu pernah bercita-cita menjadi perawat, karena jurusannya adalah IPA, dan salah satu mata pelajaran favoritnya Biologi. Namun semua itu berubah ketika pada tahun 2007, ketika kampus UPI dengan program studi MPP melakukan promosi ke sekolahnya, ia pun tertarik untuk masuk pada jurusan pariwisata tersebut. Maka pada saat proses PMDK, ia memilih UPI dengan prodi MPP menjadi pilihannya. Namun, ketika semua berkas sudah masuk, gadis ini lalai mengikuti tes interview dan tes bakat, sehingga ia tidak diterima di prodi tersebut. Namun gadis ini tidak pantang menyerah, disertai tekad yang kuat dan keridaan dari Allah SWT kemudian melaksanakan ujian SPMB dengan program IPC. Akhirnya ia pun diterima di Prodi MPP pada tahun 2007. Saking senangnya Koran yang mencantumkan namanya pun hingga kini disimpan dan bahkan dikliping.

Gadis ini saat wisuda terlihat berbangga hati dan berbahagia. Itu memang patut ia dapatkan. Rupanya hal itu dilatarbelakangi oleh berbagai motivasi dan dukungan, baik moril maupun materiil dari keluarga dan para sahabatnya. Ini membuat dia semakin bertekad menambah ilmu sebaik mungkin. Ia merasa beruntung sudah mendapatkan kesempatan belajar di universitas terkemuka di Bandung ini. “Selama saya berkuliah di Prodi MPP banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan. Saya sangat senang mendalami dan mempelajarinya. Oleh sebab itu, saya tidak merasa terbebani belajar di sini. Alhamdulillah, berkat kerja keras, perjuangan serta doa yang tiada hentinya, saya selalu mendapatkan IP tidak kurang dari 3.80, hampir 6 semester saya selalu mendapatkan IP 4.00.” ujar gadis bertubuh semampai itu.

Gadis ini pun memaparkan bahwa ia tidak pernah menyia-nyiakan ajang kompetisi yang selalu dilaksanakan di FPIPS untuk menunjukkan bakat, kemampuan, serta pengetahuannya. Berbagai penghargaan pun pernah ia sabet seperti juara kedua Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakutas di tahun 2009, Juara kedua Kompetisi Karya Ilmiah tingkat Fakultas pada tahun 2009, Juara Pertama Kompetisi Debat Bahasa Inggris mewakili Prodi MPP, serta Juara Ketiga (Individual) Terbaik dalam kompetisi Debat Bahasa Inggris tingkat Fakultas pada tahun 2011. Bahkan ia pun pernah menjadi model untuk Program Tata Busana di UPI untuk memperagakan baju karya mahasiswa di sana.

Kesempatan ke luar negeri melalui pendidikan di UPI pun diperoleh setelah ia bekerja keras perjuangan untuk mempertahankan nilainya selama kuliah di Prodi MPP. Adanya pilot project pelaksanaan credit transfer program yang dilaksanakan pemerintah Malaysia-Indonesia-Thailand (MIT), ternyata membuatnya terpilih untuk mewakili Prodi MPP. Ia difasilitasi dengan mendapatkan beasiswa unggulan dari Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) untuk berkesempatan studi di Prince of Songkla University, Phuket Campus Thailand selama satu semester pada tahun 2010. Ia menyatakan bahwa wawasan dan pengetahuan mengenai pariwisata semakin luas. Banyak sekali informasi pariwisata, sistem pembelajaran, kebudayaan, bahasa, serta kebiasaan sehari-hari yang dapat dipelajarinya dari Thailand. Hebatnya semua mata kuliah yang ia pelajari disana mendapatkan nilai skor IP 4.00.

Setelah kembali ke tanah air, ia melanjutkan skripsi yang berjudul “Pengaruh Brand Equity terhadap Brand Love di Arion Swiss-Belhotel Bandung” di bawah bimbingan Dr. Vanessa Gaffar, SE.Ak.MBA, dan Ariyo Bramantori,SH.MM. Di awal tahun 2011, ia sempat melaksanakan Program Latihan Akademik (PLA), KKN, serta skripsi yang tertunda pada satu waktu. Ia merasa tantangannya cukup berat untuk dilaksanakan, tetapi dengan doa dan usaha yang maksimal. Namun akhirnya ia dapat menyelesaikan semuanya, dan akhirnya dapat melaksanakan sidang pada 21 Juni 2011 dengan hasil yudisium 3.89. Rupanya hasil yudisium tersebut mengantarkannya menjadi mahasiswa terbaik se-FPIPS. Kembali, di akhir perjuangannya untuk mendapatkan gelar S.Par ini, ia dapat memberikan kebanggaan kepada orang tua , dan orang-orang di sekitarnya.

“Tak lupa, saya ingin berterima kasih kepada orang tua, kakak, keluarga, kekasih, saudara, sahabat, serta seluruh pihak yang membantu dan mendukung saya baik secara moril maupun materiil sehingga saya dapat memberikan yang lebih baik di antara yang terbaik lainnya,” ungkap gadis berkulit putih ini. (Dewi Turgarini)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>