Google

Australia Kembali Tawarkan Beasiswa

Written on:September 15, 2011
Comments
Add One

Bandung, UPI

Australia kembali memberikan beasiswa melalui program Australia Award – Australian Development Scholarships. Awards disini merupakan pengertian lain dari scholarships atau beasiswa. Australian Development Scholarships (ADS) merupakan program beasiswa yang dibiayai Pemerintah Australia melalui AusAID untuk program studi S2 dan S3 di berbagai universitas Australia.

“Tujuan beasiswa ADS adalah untuk bekerja sama dengan pemerintah Republik Indonesia menuju Indonesia yang makmur, demokratis, dan aman melalui penyediaan program beasiswa S2 dan S3. Keberadaan Australia Awards juga bertujuan untuk mempromosikan pengetahuan, link pendidikan dan hubungan antara Australia dengan Indonesia melalui program ekstensif beasiswa Australia,” kata Irene Pingkan Umboh, Deputy Director – Australian Education International dalam kunjungannya ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat mendampingi Ms. Marie Grealy, M.A. sebagai Counsellor Education dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Kamis (15/9) di Gedung Partere UPI, Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung. Mereka diterima Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Luar Negeri Prof. Furqon, Ph.D..

Menurut dia, beasiswa Australia terdiri atas dua model, yaitu model prestasi yang menargetkan siswa terbaik dan cerdas, peneliti dan profesional untuk datang ke Australia dan Australia juga melakukan hal yang sama. Kedua yaitu memiliki kapasitas untuk membangun dan melakukan pengembangan di negara berkembang.

Australia Awards, kata Irene Pingkan Umboh, berinisiatif membangun generasi baru, pemimpin global dengan link yang kuat ke Australia , dari waktu ke waktu. Australia Awards melibatkan Australian Agency for International Development (AusAID) dan Departemen Hubungan Pendidikan, Ketenagakerjaan dan Tempat Kerja (DEEWR), bersama-sama di dalam menangani beasiswa di bawah program Australia Awards.

Dikatakan, beasiswa ini terbuka bagi sektor pemerintah dan swasta. Prioritas diberikan untuk bidang studi yang menunjang tujuan peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dan pembangunan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan manajemen ekonomi, investasi untuk pembangunan manusia, demokrasi, keadilan dan pemerintahan yang baik, serta keamanan dan perdamaian.

Dari waktu ke waktu, pemerintah Indonesia dan Australia selalu meninjau kembali kriteria dan menyesuaikan tujuan utama dari program beasiswa ini. Beasiswa diberikan berdasarkan asas kecakapan persamaan. Terdapat 400 beasiswa yang terbagi dalam beberapa kategori, 10% untuk program doktor dan 90% untuk program master. Kecakapan dan persamaan sangat diutamakan. Panitia gabungan penyeleksi dengan wakil dari Australia dan Indonesia yang menilai para calon penerima calon beasiswa. AusAID menentukan banyaknya penerima beasiswa yang tersedia dalam tiap kategori. Proses transparan dengan kriteria dan persyaratan penyeleksian dapat dilihat oleh pihak yang terkait.

ADS terbuka bagi individu dari sektor pemerintah dan swasta. Pelamar maksimal berusia 42 tahun pada tanggal penutupan aplikasi, memiliki IPK minimal 2,9 dan IELTS minimal 5,0 (TOEFL Institusional/Paper Based minimal 500 atau TOEFL internet Based minimal 39). IELTS atau TOEFL harus yang terbaru (minimal diambil tahun 2010 atau 2011). TOEFL yang dilampirkan minimal 1 original copy yang dikeluarkan institusi TOEFL terkait, dan nilai bahasa Inggris lainnya tidak akan diterima.

Pemohon harus mengambil bidang studi yang tercakup dalam bidang yang telah diproiritaskan. Pemohon S2 harus sudah memiliki gelar S1 dan pemohon S3 diharuskan berposisi sebagai pembuat kebijaksanaan (policy maker), peneliti atau dosen. Pemohon beasiswa ADS harus memilih jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki.

Kandidat harus menempuh bidang studi yang termasuk dalam area akademis prioritas Kemitraan Australia dan Indonesia. Berikut ini adalah daftar indikatifnya. Daftar ini akan ditinjau terus menerus melalui proses 6 bulanan Komite Koordinasi Program. Australia Indonesia partnership Priority Development Areas(PDA) :

1. Sustainable Growth and Economic Management.

Field of study : Natural Resource Management, Agriculture, Aquaculture/fisheris, Forestry, Climate Change, Economics, Infrastructure Planning, water and Sanitation, Rural growth, Small and medium enterprise development.

2. Democracy Justice and Good Governance.

Field of study : Law, Legal and judicial systems, Political Science and Government, Public administration, Public Expenditure Management, Public Sector Reform, Environmental Law, Anti-corruption, Decentralisation.

3. Investing in People.

Field of study : Communicable Disease prevention, Health Management, Health Services, Maternal and Child Health, Women and Gender studies, Disability services, Public Health, Education and Training, Education Management, Human Resources Development.

4. Safety and Peace.

Field of study : Conflict Resolution, Disaster Prevention and Management, Transport Safety, Transnation Crime Prevention, Development Studies, International Studies. (Dody Angganugraha)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>