Google

Dibutuhkan Pemimpin Peduli Pendidikan tanpa Syarat

Written on:September 26, 2011
Comments
Add One

Bandung, UPI

Bangsa Indonesia saat ini mengalami banyak masalah di berbagai bidang, terutama bidang ekonomi, hukum, pendidikan, politik, sosial, dan sebagainya. Pemerintah sudah kehilangan gagasan untuk menyelesaikannya. Banyaknya partai malah menjadi tambahan masalah. Tokoh politik seolah kehilangan kecerdasannya. Sehingga rakyat semakin pesimistis terhadap pemerintahan. Lapangan kerja menjadi susah, dan biaya hidup semakin meningkat.

“Kita butuh pemimpin yang mempunyai gagasan dan bisa mengubah pemerintahan lebih baik. Pendidikan adalah kuncinya. Oleh karena itu selain tanggung jawab pemerintah, pendidikan menjadi tanggung jawab semua. Kita harus turun tangan menyelesaikannya,” kata Rektor Universitas Paramadina Mulya, Anis Bawesdan, Ph,D dalam seminar nasional 2011 “Pendidikan Sebagai Benteng Pembangunan Bangsa” yang diselenggarakan Pengurus Ikatan Alumni UPI, Minggu (25/9/2011) di Auditorium JICA FPMIPA Kampus Universitas Pendidikan Indonesia Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Menurut Anis, bangsa Indonesia jika dibandingkan dengan bangsa lain, maka bangsa ini mengalami kemajuan. RI merdeka dengan 5% penduduk yang melek huruf, sisanya  95% adalah orang buta huruf. Sekarang, angka buta huruf  tinggal 8%. “Bayangkan, bangsa mana yang bisa mengonversi rakyat yang dari total  buta huruf menjadi semua melek huruf dalam waktu kurang dari 60 tahun? Semua itu karena bukti pendidikan. Ini adalah tanda kolektif kita,” ujar Anis.

Salah satu yang menjadi persoalan lain di bidang pendidikan, kata Anis, adalah penyebaran guru yang tidak merata. Di beberapa kota besar di Pulau Jawa jumlah guru melimpah, tetapi di luar Jawa sangat kekurangan, terutama daerah perdesaan. 

“Kalau kita lihat dari data global competitiveness index. Sebagai contoh dari faktor Pay and productivity, innovation, value chain kita di atas Denmark dan Jerman. Di atas negara Eropa Barat. Untuk beberapa hal yang itu, kita bagus. Tetapi bicara masalah kriminal yang terorganisasi, kita sama dengan negara Afrika. Reliability of police service kita sama dengan Ghana. Reliability of upholding contract kita sama dengan Mali. Untuk business ethic kita di bawah Zambia,” ujar Anis.

Pemimpin sangat mempunyai peran. Masalahnya ada pada integritas yang menghambat kemajuan bangsa ini. Zaman dahulu semua pemimpinnya mempunya integritas. Mereka selalu diikuti oleh orang di bawahnya, karena pemimpinnya punya integritas. Oleh karena itu integritas harus dikembalikan.

Indonesia saat ini melimpah akan kekayaan, kaya dari hasil bumi, tambang, minyak, hutan, dan lain sebagainya. Yang menjadi kekayaan manusia sesungguhnya adalah pendidikan, dengan pendidikan manusia menjadi cerdas. “Kita butuh pemimpin yang peduli kepada pendidikan, yang tanpa syarat.” (Deny)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>