Google

Kawasan Sangiran dan Prambanan Dikelola Secara Terpadu

Written on:November 11, 2011
Comments are closed

Bandung, UPI

Expose Perencanaan Kawasan Terpadu Sangiran dan Prambanan dilaksanakan, Kamis (10/11/2011) siang di Lantai IV Gedung E Kementrian Pendidikan Nasional Jakarta. Expose ini dipimpin Dirjen Sejarah dan Purbakala I Gede Pitana, dan dihadiri para stakeholder pemerintah dan para tenaga ahli.

Dari komponen pemerintah dihadiri oleh Sekretaris Dirjen Sejarah dan Purbakala Soeroso, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yunus Satrio, Marsis Sutopo Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Harri Widianto Kepala UPT Sangiran, Dian Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang dan lainnya.

Sedangkan para tim Ahli yang hadir memberikan analisa dan kajiannya adalah Dr. Amiluhur Soeroso, MM.M.Si (FISIP UGM), Drs. Y. Sri Soesilo, M.Si (Ekonomi), Drs. Didit Kresna Dewara (Manajemen), MM., E. Pramana Muda (Tekno Biologi), Phd, Medi Suharyono, SH., M.Hum (Hukum) Universitas Atmajaya, Prof. Dr. Hariani Santiko (Arkeologi Universitas Indonesia), Dewi Turgarini, S.S.MM.Par (Wisata Kreatif Universitas Pendidikan Indonesia)

Maksud dan tujuan expose ini adalah mengkaji secara komprehensif pengelolaan kawasan terpadu agar dapat menjadikan “dead monument” seperti di kawasan Sangiran dan Prambanan dapat menjadi living culture yang menyejahterakan masyarakat di situs tersebut dengan memperhatikan “sustainable development” lingkungannya (Dewi Turgarini)

Sorry, the comment form is closed at this time.