Google

Diluncurkan, Wajah Perpustakaan UPI Yang Baru

Written on:November 18, 2011
Comments are closed

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia meluncurkan “The New Look UPI Central Library”, Kamis (17/11/2011) pagi di Kampus Bumi Siliwangi di Jalan Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Para peserta yang hadir mendapatkan buku Rencana Strategis Perpustakaan UPI yang memuat visinya.  Visi tersebut adalah untuk menjadi perpustakaan pelopor dan unggul, baik di tingkat nasional (2015), tingkat regional (2020), dan internasional (2025) dalam perhimpunan, penyebarluasan, dan pelestarian berbagai bahan pustaka dan informasi yang secara signifikan menopang kebutuhan civitas akademika dan masyarakat.

Buku tersebut memaparkan bahwa lima tahun ke belakang perpustakaan ini  telah mengadakan kegiatan bersifat nasional seperti Seminar Nasional Hak Cipta dan hak Intelektual (2006), Pelatihan Sistem Perpustakaaan berbasis ICT (2007), Seminar Nasional UU Perpustakaan (2008).  Kerjasama pun dijalin dengan Batan, Dikti, Ikatan Pustakawan Indonesia, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi, Program Studi (UPI dan Unpad).

Peningkatan citra perpustakaan pun dilakukan dengan melakukan perbaikan dan standarisasi layanan berbasis ISO.  Perbaikan tersebut adalah layanan sirkulasi, dokumentasi, administrasi, dan akuisisi.  Melalui standarisasi tersebut diharapkan semua jenis layanan dapat memuaskan pemustaka, baik dosen, mahasiswa, maupun umum.  Saat ini Sertifikat Manajemen Mutu Iso 9001:2008 pun telah diraih pada tahun 2010.

Rencana strategis perpustakaan UPI (2011-2015) digulirkan dalam lembaran buku tersebut  yaitu pertama meningkatkan kinerja akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kedua melakukan pemantapan Pendidikan Profesi Guru dan Profesi lainnya.  Ketiga peningkatan mutu manajemen dan sumber daya.  Keempat penataan kelembagaan.  Kelima penataan citra, kemitraan dan internasionalisasi. Peningkatan mutu pembinaan kemahasiswaan.

Acara dimulai dengan hadirnya para pimpinan universitas yaitu Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., Rektor UPI; Prof. Dr. H. Furqon., Ph.d., Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional; Dr. Didi Sukyadi, Kepala Perpustakaan UPI; Dr. Suwatno, M.Pd., Kepala Hubungan Masyarakat; Dr. Munir, Direktur TIK, dan segenap civitas akademika UPI.

Kepala Perpustakaan UPI Dr. Didi Sukyadi M.A. memaparkan rasa bahagianya karena dapat terlaksana acara tersebut.  Launching ini adalah perwujudan upaya perbaikan layanan kepada pemustaka. Revitalisasi dilakukan salah satunya akibat adanya gempa bumi tahun 2009, dan telah dilakukan sejak masih dipimpin oleh  Prof. Dr. Yoke.  Dia juga menyampaikan terima kasih atas adanya Multy Purpose System Layanan Mandiri, sebagai alat untuk meminjam dan mengembalikan buku  oleh para pemustaka, dan adanya “Open Bibliografi Catalog Online”.  Kedua peralatan dan sistem tersebut adalah hasil kerja sama dengan Bank BNI dengan program CSR-nya.  Rencana ke depan akan ada “Entrepreunership Corner”  dan ini difasilitasi oleh Iwan dari Bank BNI yang selalu mendukung UPI.

“Saat ini telah terjadi peningkatan E-Jurnal dengan jumlah 8.000 judul skripsi, tesis, disertasi, dan pada akhir tahun akan ditempuh target 10.000 judul. Kami pun berupaya memberikan kenyamanan bagi yang ingin melakukan ekspos bahasa Inggris dengan menyediakan fasilitasnya,” ujar Dr. Didi Sukyadi.

Diungkapkan, Perpusataan UPI juga baru saja menambah 12 komputer hasil kerja sama dengan  TIK. Diharapkan, jumlah kunjungan mahasiswa ditingkatkan, sesuai dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 30.000 orang.  Saat ini, koleksi buku yang dimiliki adalah 60.000 buku, dan E Journal saat ini berjumlah 400 hingga 600 jurnal yang dilanggan.  Para dosen diharapkan dapat memberikan dukungan dengan mendorong mahasiswa memanfaatkan fasilitas tersebut. 

Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd  dalam sambutannya menyatakan, perpustakaan patut memperoleh perhatian yang sungguh-sungguh karena peran perpustakaan di dalam,  dan di luar negeri menjadi representasi kehidupan berkultur akademik, dan menjadi dinamika pula bagi suatu profesi dalam sebuah universitas.  Perpustakaan adalah jantung yang harus dapat diakses oleh seluruh warga UPI, maupun umum dengan dukungan teknologi yang dibutuhkan.

“Posisi perpustakaan merupakan program unggulan yang patut mendapat perhatian khusus.  Sesuai amanah Wali Amanat untuk melancarkan koordinasi, maka pengawasan langsung berada di bawah rektor.  Hal ini dilakukan sebagai upaya mengakselerasi revitalisasi perpustakaan,” ujar Prof. Sunaryo.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Dr. Yoke Komarudin yang  selama 10 hingga 11 tahun terakhir berupaya meningkatkan kualitas perpustakaan. Perpustakaan ini adalah “hybrid library” yaitu gabungan perpustakaan konvensional, dan didukung akses teknologi sesuai trend masa kini.  Kondisi UPI dengan lima kampus daerahnya yang sudah online, dapat diakses dan harus terus ditingkatkan.

Menyinggung minat daya dukung terhadap perpustakaan  yang dipaparkan Dr. Didi Sukyadi, Rektor UPI menegaskan, memang harus dilakukan kerja sama dengan cara upload berita atau kampanye tentang fasilitas perpustakaan dan mendorong para dosen untuk memotivasi para mahasiswanya menggunakan fasilitas perpustakaan.

“Seminar dan diskusi para pengelola perpustakaan di tanah air, patut mengkaji bersama keinginan untuk membuka diri dalam saling membuka akses layanan perpustakaan secara online. Namun memang harus ada kepastian bahwa akses terbuka dan aman agar tidak terjadinya plagiarisme sebagai proses globalisasi perpustakaan,” ujar Prof. Sunaryo.

Rektor UPI memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi atas upaya peningkatan perpustakaan ini. Ia berharap, perpustakaan ini ke depan dapat berfungsi sebagai teaching library, apalagi prodi perpustakaan harus memiliki standar yang tinggi. Regulasi etik harus dibangun agar satu sama lain bisa berkolaborasi dan berlangsung secara efektif. (Dewi Turgarini)

 

 

 

 

Sorry, the comment form is closed at this time.