Sebagai universitas yang telah menetapkan visinya menjadi universitas pelopor dan unggul dalam disiplin ilmu pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia berkomitmen menjadi research-based teaching university, yang seluruh aktivitas akademiknya dilaksanakan sesuai dengan hasil dari penelitian atau pengabdian kepada masyarakat.
“Dalam mewujudkan visi tersebut yang telah tercantum dalam Rencana Strategis Universitas Pendidikan Indonesia (Renstra UPI) 2011-2015 dibutuhkan dukungan dan komitmen yang tinggi dari seluruh civitas akademik,” kata Pembantu Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Aminudin Aziz, dalam sosialisasi Program Pengembangan Dosen dan Kapasitas Institusi di Auditorium LPPM Kampus UPI Jln. Setiabudhi No. 229 Bandung, Rabu (25/1/2012). Hadir dalam acara tersebut Kepala LPPM Prof. Dr. H. Sumarto, Sekretaris LPPM Dr. Yadi Ruyandi, M.Si; serta Direktur Teknologi Informatisi dan Komunikasi Dr. Munir, M.T.
Menurut Prof. Amin mengemukakan, salah satunya ialah kualitas dosen. Tetapi tidak hanya sisi kualifikasi akademik yang menjadi indikator kualitas dosen, produktivitas karya ilmiah yang telah dihasilkan yang didasarkan pada hasil penelitian yang sungguh-sungguh, terencana, dan berkelanjutan berdasarkan peta jalan (roadmap) merupakan indikator lainnya yang sangat penting.
“Akan tetapi, para dosen UPI yang potensial ini belum teraktualisasikan secara optimal karena program yang terintegrasi, terkoordinasi, dan tersinergi dengan potensi mereka belum ada,” kata dia.
Oleh karena itu, kata Prof. Amin, UPI berupaya merangsang potensi besar itu agar menjadi kekuatan kolektif melalui program pengembangan dosen dan kapasitas institusi. Program ini dihasilkan melalui proses panjang berbagai kaji ulang dan diskusi dengan para dosen. Sangat diharapkan, program ini dapat dimanfaatkan oleh semua dosen sebaik mungkin dan memicu untuk meningkatkan penelitian baik dari segi kuantitas mapun kualitas.
Program penelitian yang ditawarkan di antaranya (1) Unggulan PT; (2) Hibah Tim Pascasarjana; (3) Penelitian Fundamental; (4) Hibah Bersaing; (5) Hibah Pekerti; (6) Disertasi Doktor; (7) Dosen Pemula; dan sebagainya.
Seluruh pelamar diwajibkan menyerahkan daftar semua karya artikelnya dan harus diunggah ke web UPI. Ini penting sekali karena selain kebijakan dari Ditjen Dikti juga untuk menjaga keabsahan artikel tersebut dalam menghindari penjiplakan. Apabila artikelnya terbukti menjiplak akan dikenakan hukuman, ujar Prof. Amin
Ia menambahkan bahwa hukuman tersebut berlaku bagi peneliti yang terlibat dalam tim penyusun proposal tersebut. Ini juga akan berdampak pada proses usulan mengenai kenaikan jabatan dan proses usulan guru besar.
Sementara Sekertaris LPPM UPI Dr. Yadi Ruyadi, M.Si mengharapkan kepada prodi untuk melakukan penelitian berupa pengabdian kepada masyarakat yang mengacu kepada payung renstra UPI tentang penelitian, dan penelitian dalam prodi ini meski bersinergi dengan tujuan dari misi universitas.
Ini penting untuk dilakukan pada tingkat prodi atau fakultas karena ketika ada tim evaluasi akreditasi salah satu syaratnya meski ada penelitian yang dilakukan oleh para dosen di lingkungan prodi tersebut. “Nantinya hasil dari penelitian tersebut harus diseminarkan oleh fakultas antar prodi, dan LPPM akan memilih bagi penelitian yang terbaik untuk diseminarkan pada tingkat universitas,” ujar Yadi. (Deny/Foto: Andri)
