Barzanji yang dibacakan Kelompok Pengajian Al-Hikmah dari Jalan Gegerkalong Bandung mengawali pembukaan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., Rabu (22/2/2012), pukul 9.00 WIB di ITC Masjid Al-Furqan Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Acara tersebut dihadiri Rektor UPI Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. beserta senegap jajaran pimpinan universitas, dosen, mashasiswa, pelajar dan masyarakat sekitar.
Sejak Senin (20/2/2012), telah digelar berbagai kegiatan, antara lain, Lomba Pembacaan Barzanji; Lomba Debat Ilmiah Kandungan Alquran dan As-Sunnah Berbahasa Indonesia; Haflah Gambus; dan Pentas Seni Islami-Mahasiswa UPI.
Rektor UPI dalam mengawali sambutannya mengatakan, “Atas nama keluarga besar UPI, kami mengucapkan terima kasih atas kesedian K.H. Didin Saepudin, untuk memberikan taushiah dalam rangka menyegarkan jiwa. Ibarat handphone yang memerlukan “recharge”.”
“Melalui tema menyongsong pendidikan Islami sebagai wujud meneladani Rasulullah saw. melalui gebyar Maulid Nabi Muhammad saw, kegiatan ini sangat layak untuk dijadikan bahan kontemplasi, refleksi, renungan yang dapat membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik,” kata Rektor.
Dikemukakan, Rasulullah SAW merupakan sosok cerdas yang mampu memahami dan mengamalkan ayat Allah secara baik dan benar. Perbuatan Rasulullah tersebut hendaknya dicermati dan dimaknai secara benar untuk diteladani dan dicontoh sebagai landasan untuk menjalani kehidupan sebagai umat Islam.
“Hal tersebut merupakan fonndasi dari pendidikan karakter yang juga merupakan hakikat dan esensi dari pendidikan sebagai wujud proses pendidikan untuk menjadi insan kamil, mukmin, mutakin, dan saleh,” ujar Prof. Sunaryo.
Sementara K.H. Didin Saepudin dalam taushiahnya mengemukakan, salah satu yang harus diteladani bangsa Indonesia saat dari Rasulullah adalah tegaknya hukum. Sebab, saat ini hukum sangat tegak dan tegas bagi mereka yang miskin, namun dapat dimainkan ketika hukum berhadapan dengan orang besar dan elite politik bangsa.
“Padahal Rasulullah saw. sudah bersabda bahwa masyarakat di masa lalu hancur gara-gara memperlakukan elite dengan baik dalam penegakan hukum dan dengan tegas memperlakukan hokum untuk orang kecil,” ujar K.H. Didin Saepudin.
Maka, menghadapi sikap para sahabat yang pandang bulu dalam menegakkan hokum, Rasulullah menegaskan bahwa jika Aisyah binti Rasulullah mencuri, maka beliau sendiri yang akan memotong tangannya. Itu artinya, Rasulullah benar-benar tegak dalam mendirikan hukum, ujar K.H. Didin Saepudin. (Dodi/WAS/Foto: Andri)
