Posisi website Universitas Pendidikan Indonesia yang menempati ranking 6 Webometrics dan Ranking 5 4ICU menarik perhatian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Itulah sebabnya, rombongan yang dipimpin Ir. Budi Rustomo, M. Rur.Sc; Ph.D.; Pembantu Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Unsoed, Selasa (22/2/2012) berkunjung ke Kampus UPI di Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Mereka mengajak berdiskusi tentang manajemen kehumasan dan pengelolan website universitas.
Mereka diterima Pembantu Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. didampingi Kepala Humas UPI Dr. H. Suwatno; Direktur Teknologi dan Informasi dan Komunikasi Dr. Munir, M.T.; Direktur Kemahasiswaan Dr. Cecep Darmawan, M.Si.; Direktur Kerja Sama Dr. H. Ridwan Hariri; dan Kepala OIER Sri Suharto, M.Pd.
Ir. Budi Rustomo, M. Rur.Sc; Ph.D. hadir bersama Dr.ree.nat. Erwin R.Ardli, Staf Ahli Rektor Bidang Kerja Sama; Dr. Wisnu Widjanarko, Staf Ahli Rektor Bidang Kehumasan; Dr. Ade Maman Suherman, S.H.; M.Sc.; Staf Ahli Rektor Bidang Hukum; Romanus Edy Prabowo, Ph.D., Pengelola Wibsite Fakultas Biologi; dan Khairu Rodjiqien, M.A./Pengelola Website FISIP.
Diberitakan, UPI tahun akademik 2011/2012 menorehkan prestasi yang cukup membanggakan. Di awal Januari 2012, lembaga pemeringkat popularitas web universitas dunia, yaitu 4IC menempatkan UPI pada peringkat ke 5 secara nasional setelah ITB, UI, UGM, dan Gunada Darma. Tak lama berselang, sebuah lembaga pemeringkat kualitas laman web universitas dunia berpusat di Spanyol, Webometrics, mendapuk kualitas laman web UPI pada urutan ke 6 secara nasional, setelah UGM, ITB, UI, ITS dan IPB, ke 28 di Asia Tenggara dan ke 1031 dunia.
Capaian ini berarti dalam enam bulan terakhir daya dukung sumber belajar berbasis IT menjadi semakin baik dan pemanfaatannya dibanding universitas lain pada tingkat nasional naik tajam dari urutan ke-21 ke urutan ke-6, sementara di tingkat dunia naik dari urutan ke-1.850 ke urutan ke-1.031.
Ir. Budi Rustomo, M. Rur.Sc; Ph.D. dalam kesempatan itu mengungkapkan, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) merupakan perguruan tinggi milik pemerintah yang berkedudukan di Purwokerto , Jawa Tengah, dengan kekhasan pada pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal.
“Saat ini, Unsoed tengah berusaha memformulasi manajemen komunikasi, informasi, dan kehumasan yang strategis dalam penguatan identitas dan citra sebagai lembaga pembelajaran, riset dan pengabdian masyarakat yang fokus pada kekhasan tersebut. Itulah sebabnya, kami datang untuk belajar bagaimana cara mengelola website UPI itu,” kata Budi Rustomo.
Menanggapi maksud kehadiran rombongan Unsoed, Pembantu Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. menyatakan kegembiraan atas kehadiran mereka. Sebab, bersilaturahmi tidak hanya memberikan kesempatan kepada Unsoed untuk belajar, juga memberikan akses bagi UPI untuk sama-sama belajar.
Direktur TIK Dr. Munir, M.T. kemudian menjelaskan tentang jaringan TIK di UPI Kampus Bumi Siliwangi dan UPI Kampus Daerah. Membandingkan kapasitas bandwidth antara UPI dan Unsoed, sesunggunya selisih sedikit. Namun Dr. Munir menegaskan, peringkat Webometrics dan 4ICU bukan hanya terletak pada Direktorat TIK, melainkan seberapa tinggi kesadaran civitas akademika UPI dalam mengisi content situs tersebut.
“Membangun kesadaran berinformasi ini membutuhkan komitmen pimpinan. Itulah sebabnya, Direktorat TIK secara proaktif meminta setiap unit kerja di lingkungan UPI untuk memberikan data dasar yang diperbarui setiap saat,” ujar Munir.
Menanggapi tentang proses peningkatan citra universitas, Kepala Humas UPI Dr. Suwatno menjelaskan, UPI melakukan dua langkah, konvensional dan proaktif. Langkah konvensional dilakukan dengan mengajak media mainstream untuk membantu mendistribusikan informasi tentang dunia pendidikan dank e-UPI-an.
“Langkah proaktif adalah dengan mengembangkan Newsroom UPI, yakni mengelola secara terpadu antara situs www.upi.edu, media cetak, radio UPI dan TV UPI. Dengan memiliki media sendiri, maka UPI secara otoritatif bisa mengembangkan jurnalisme pendidikan dengan mandiri. (WAS/Andri/Dewi Turgarini)
