Google

Jumlah Mahasiswa UPI 38.772 orang

Written on:March 17, 2012
Comments are closed

Bandung, UPI

Berdasarkan rekapitulasi semester genap 2011/2012, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia sebanyak 38.772 orang. UPI melalui kebijakan dan program peningkatan mutu pembinaan kemahasiswaan (Renstra UPI 2011-2015), memberikan dukungan terhadap keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kompetisi.

“UPI juga mengembangkan organisasi dan fasilitas kegiatan  kemahasiswaan, memberdayakan program kreativitas, penalaran, minat, bakat, dan kewirausahaan mahasiswa, mengembangkan program layanan dan bimbingan karir mahasiswa, peningkatan kesejahteraan mahasiswa dan peningkatan akses masuk UPI bagi mahasiswa yang kurang beruntung secara ekonomi,” kata Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, saat memaparkan Profil Kemahasiswaan Tahun 2011 dan Pengarahan Rektor tentang Program Pembinaan Kemahasiswaan Tahun 2012, Kamis (15/3/2012) di Auditorium LPPM Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Hadir Para Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Para Direktur Kampus Daerah, Para Ketua Jurusan/Ketua Program Studi, Kepala Humas, dan Ketua UKM KPM, serta Ence Surahman (Mapres 2011).

Diungkapkan, Hingga saat ini terdapat terdapat 125 Ormawa dan UKM di UPI. Dalam orientasi pembinaan kemahasiswaannya meliputi pengembangan minat dan bakat mahasiswa, pembinaan karakter mahasiswa, peingkatan kesejahteraan mahasiswa, peningkatan kesehatan mahasiswa, penumbuhkembangan sikap percaya diri untuk mendorong kemandirian, pemberian tanggung jawab kepada mahasiswa dalam setiap tahap pengelolaan kegiatan kemahasiswaan, dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa, serta pembinaan karir mahasiswa.

”UPI pada tahun 2011 menambah kuota penerima beasiswa bidik misi tahun 2011 menjadi 600 penerima dari 415 penerima (2010), jadi total penerima beasiswa sebanyak 8.349 orang dari beasiswa non bidik misi 7.749 orang dan beasiswa bidik misi 600 Orang. Sementara itu, bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu (mahasiswa baru tahun 2011) sebesar Rp 874.593.156 yang tersebar pada 142 orang penerima,” lanjutnya.

Program nasional yang segera diikuti antara lain ON MIPA, NUEDC, Mawapres, Pimnas, Peksiminas, TWKM, pertemuan Menwa se-Indonesia.

Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan adalah unit pelaksana pembantu pimpinan yang bertugas menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan pembinaan organisasi kemahasiswaan, program kemahasiswaan dan kesejahteraan mahasiswa. Sementara itu organisasi kemahasiswaan merupakan sarana untuk mewadahi kegiatan berorganisasi.

Prof. Dadang menjelaskan, “UPI memiliki organisasi mahasiswa dalam berbagai tingkatan. Di tingkat universitas disebut Presiden KM UPI dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM/MPM), yang bertugas mengoordinasikan seluruh kegiatan mahasiswa untuk semua fakultas. Disamping itu di tingkat universitas juga ada Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM), yaitu unit yang menghimpun mahasiswa dari berbagai fakultas yang mewakili perhatian pada bidang yang sama.

Unit kegiatan mahasiswa ini meliputi kegiatan olah raga kegiatan kesenian dan kegiatan khusus Menwa, Pramuka, Pencinta Alam dan sebagainya. Di tingkat Fakultas ada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa (SM). BPM adalah lembaga legislatif mahasiswa sedangakan Senat Mahasiswa fakultas adalah lembaga eksekutif mahasiswa di tingkat Fakultas. Di tingkat Jurusan ada Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). HMJ adalah pembantu SM dalam melaksanakan tugasnya”.

Pelopor dan unggul

Sementara itu Rektor UPI Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. dalam pengarahannya mengatakan “Kegiatan kemahasiswaan yang terjadi di setiap kampus, harus merupakan kegiatan yang terorganisasi, terarah serta harus sampai pada tujuan akhir. Kepeloporan dan keunggulan harus terdapat dalam akademik dan kemahasiswaan.

Rektor menambahkan, “Setiap UKM harus terdaftar dan setiap tahunnya harus selalu registrasi, hal ini menandakan bahwa UKM yang bersangkutan masih aktif.” “UPI berupaya untuk terus mengembangkan segala aspek pendukung termasuk fasilitas. Jadikanlah asrama sebagai wahana pendidikan bukan semata-mata tempat tidur.  Di samping itu, setiap dosen harus rajin melakukan penelitian untuk memunculkan potensi mahasiswa, dan mahasiswa didorong untuk berprestasi labih baik,” katanya. (Dodi)

Sorry, the comment form is closed at this time.