Google

UPI Bersama LPTK Lain Mendukung SMK Membangun Bangsa

Written on:June 19, 2012
Comments
Add One

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SMK dan Aptekindo, serta Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan menggelar acara Rembug Nasional SMK Membangun Bangsa, Senin (18/6/2012), di Auditorium Gedung  JICA Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Lantai 2, Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Acara  dihadiri 300 peserta terdiri atas perwakilan SMK seluruh Indonesia, dosen LPTK dari Universitas  Negeri Gorontalo, Unesa, Unnes, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Makasar, Mahasiswa  S1 dan juga Pasca Sarjana.

Dr. Dadang Hidayat, M.Pd. sebagai ketua pelaksana memaparkan bahwa kegiatan ini adalah ide Rektor UPI,  sebagai bentuk kepedulian karena munculnya berbagai hasil produk SMK.  Produk ini  harus didukung perguruan tinggi khususnya sebagai LPTK, dalam rangka memberi dukungan ekonomi, dan menciptakan peluang ekonomi bagi bangsa Indonesia.

“LPTK, khususnya UPI akan menyiapkan tenaga berkompeten sebagai aset bangsa.   Semoga adanya kegiatan ini akan mampu diserap bagi kepentingan semua elemen, dan kemudian juga akan menggelar pameran dari 23 SMK dengan produk mereka selama ini di Gedung Gymnasium UPI,” kata Dadang Hidayat.

Prof. Dr. H. Mukhidin, M.Pd., Dekan FPTK  menyatakan bahwa kegiatan ini bermaksud memecahkan masalah bangsa.  Hasil produk SMK seperti  mobil, pesawat,  dan lainnya harus diperhatikan dari aspek legal hukumnya agar hasil mereka tidak melanggar aturan yang ada, dan mampu diserap oleh industri. Semoga hasil rembug nasional mampu menghasilkan konsensus bersama untuk membangun bangsa.

Prof. Dr. Husain Syam, M.Tp. sebagai Ketua Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia memaparkan, membangun bangsa membutuhkan urun pemikiran,  untuk asosiasi Aptekindo yang terdiri atas 70 orang guru besar, serta  para pakar yang berjumlah lebih dari 300 orang siap berkontribusi.

“Adanya problem khususnya berkenaan dengan SMK akan segera dibantu dan segera direalisasikan  dalam upaya membangun bangsa ini. Ada suatu harapan bahwa kegiatan tidak akan berhenti sampai di sini. Ada hal-hal yang harus didiskusikan,  terutama dengan dipersoalkannya produk yang telah dihasilkan,” katanya.

Prof. H. Furqon, M.A., Ph.D. Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional mewakili Rektor UPI dalam sambutannya mengamini bahwa memang gagasan realisasi kegiatan ini dari Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd Rektor UPI.  Keprihatinan muncul karena adanya produk mobil SMK di Kota Solo yang akhirnya  menimbulkan berbagai tanggapan.  

“Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mendukung SMK di tanah air dengan mengoptimalkan pertumbuhan dengan target SMK yang berkualitas. Munculnya SMK vokasi diharapkan meningkatkan perekonomian nasional, dengan berupaya meningkatkan jumlah ideal para pengusaha muda menjadi 2%  di Indonesia,” katanya.

Kebutuhan riil dengan jumlah penduduk yang mendekati 250 juta, kata Mukhidin, membutuhkan 5 juta pengusaha muda. Namun realitasnya saat ini jumlah para pengusaha kurang dari  1%.  Perimbangan jumlah ini harus ditingkatkan, dan didukung oleh semua stakeholders. (Dewi Turgarini/Foto: Andri Yunardi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>