Google

Rembuk Nasional SMK Hasilkan Lima Butir Kesepakatan

Written on:June 21, 2012
Comments
Add One

Bandung, UPI

Rembug Nasional Sekolah Menengah Kejuruan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia Bumi Siliwangi Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Senin dan Selasa (18 dan 19/6/2012) menghasilkan lima butir kesepakatan. Kesepakatan yang ditandatangani Ir. Anang Tjahyono, M.T. (Direktur PSMK Kemdikbud);  Prof. Dr. Husain Syam M.P. (Ketua Aptekindo); Prof. Dr. Mukhidin, M.Pd. (Dekan FPTK UPI); dan Dr. Dadang Hidayat M. M.Pd (Ketua Panitia) ini secara umum mendukung semakin berkembangnya SMK sebagai pendidikan vokasional.

Lima butir kesepakatan itu adalah (1) Mendukung pengembangan industri/kreatif berbasis SMK dengan tidak menjadikan SMK sebagai industry; (2) Perlu redesain dan revitalisasi peran LPTK-PTK meliputi, rekrutmen calon mahasiswa, standarisasi kurikulum dan perannya dalam mengembangkan SMK; (3) Perlu kerja sama sinergi anatara Dit. PSMK, Dit. P2TK, Dikmen, Dit. Diktendik Dikti, Pemda, masyarakat industry, Asosiasi dan LPTK-PTK; (4) Perlu ada kepastian bagi lulusan LPTK-PTK untuk bekerja sesuai dengan Profesinya sebagai Guru SMK; (5) Perlu dukungan dan payung hukum bagi Dit. PSMK dan LPTK-PTK dalam menunjang pengembangan industri/kreatif berbasis SMK.

Dalam konsiderannya, peserta Rembug Nasional SMK membuat pernyataan tersebut setelah memperhatikan bahwa Rembug Nasional SMK Membangun Bangsa merupakan kerja sama UPI dengan Direktorat Pembinaan SMK dan Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Indonesia (Aptekindo). Mereka juga memperhatikan komentar, pendapat, arahan dan kebijakan yang disampaikan para narasumber dalam seminar berkenaan dengan membangun industri kreatif berbasis SMK; Legal hukum produk hasil siswa SMK; dan peran LPTK-PTK dalam menghasilkan calon guru profesional SMK.

Untuk menghasilkan pernyataan sikap, mereka melakukan focus group discussion (FGD). Dalam FGD ini, mereka menyepakati bahwam LPTK khususnya LPTK+PTK yang tergabung dalam Aptekindo dan Direktorat Pembinaan SMK dalam rangka mengembangakan Pendidikan Kejuruan Indonesia khususnya SMK yang sedang mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan membangun industri kreatif berbasis SMK (Teaching factory).

Dr. Dadang Hidayat M. M.Pd. Ketua Panitia Rembug Nasional SMK mengemukakan, membangun industri kreatif berbasis SMK sangat relevan dikembangkan untuk menunjang kebijakan pemerintah  mengembangkan pembangunan ekonomi yang memerlukan keselarasan antara ketersediaan tenaga kerja terdidik dan mampu menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja untuk mengembangkan enam koridor ekonomi Indonesia.

“Dengan kebijakan perbandingan SMK:SMA 70:30 tahun 2015, kita berusaha menciptakan sebanyak mungkin tenaga berkompetensi sehingga angkatan kerja Indonesia yang besar dapat menjadi aset bangsa,” kata Dadang Hidayat. (Ajani/WAS/Foto: Andri)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>