Google

Gubernur Jabar: Jadilah Mahasiswa Cerdas Melebihi Zamannya

Written on:August 29, 2012
Comments
Add One

Bandung, UPI

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat yang juga anggota Majelis Wali Amanat Universitas Pendidikan Indonesia mengemukakan, tidak semua orang bisa masuk perguruan tinggi. Sebagian di antaranya terkendala beragam permasalan, terutama oleh masalah biaya.

“Alhamdulillah UPI sesuai paparan rektor sudah menyediakan anggaran besar bersama pemerintah dan juga industri dengan program beasiswanya dapat menjamin mahasiswa tidak ada yang akan terhambat karena masalah biaya,” kata Ahmad Heryawan saat melakukan orasi ilmiah di depan mahasiswa baru yang tengah mengikuti Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (Mokaku) di Gedung Gymnasium, Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Selasa (28/8/2012).

Dikemukakan, pendidikan adalah kunci menuju kehidupan yang lebih baik. Wahyu pertama yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad adalah “Iqra” atau bacalah artinya pelajari alam semesta untuk mengetahui hakikat kehidupan. “Anda semua harus mampu membaca alam semesta, karena  tanpa hakikat ketuhanan dan manusianya maka tidak bermakna apa-apa dan menjadikan Anda orang yang salah dalam bertindak. Anda termasuk orang yang beruntung di masyarakat Jawa Barat karena dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang ini.”

Gubernur mengingatkan, tidak ada orang sukses tanpa kendala. Karena, orang sukses adalah orang yang mampu mengalahkan kendala dan masalah yang dihadapi.  Setiap zaman punya masalah masing-masing, setiap zaman ada kecerdasan masing-masing pula.  Maka setiap orang hendaknya menjadi manusia yang cerdas pada zamannya, melebihi masalah pada zaman itu.

“Percayalah bahwa Allah tidak tidur memperhatikan hamba-Nya.  Hal ini dibuktikan  berdasarkan pengalaman saya saat menjalani pendidikan mendapat beasiswa. Kita akan menjadi mulia bila menjalankan dengan amanah. Saya tidak khawatir sedikit pun karena tidak menyimpan uang negara. Marilah hadirkan kesempatan untuk menjadi orang istimewa mengalahkan persoalan yang ada di hadapan kita,” ujar Gubernur.

Heryawan berpesan kepada mahasiswa yang memiliki kedudukan istimewa sebagai akademisi untuk belajar dan mencari ilmu. Semua harus membaca wawasan dan ilmu yang lain untuk terjun masyarakat yang kompleks.  Kenyataan di lapangan  terkadang tidak akan sesuai dengan keahlian yang ditimba di jurusan dan program studi.

“Namun bila dinikmati semua akan terasa mudah.  Budayakanlah  membaca terutama bacaan buku wajib agama kita masing-masing, semisalnya bagi Muslim Alquran, dan Hadis. Dengan begitu maka bacaan lain akan terbaca dengan baik. Belajar lakukanlah sepanjang hayat, dengan mencari, memahami ilmu sampai ke liang lahat karena mencari ilmu tidak ada batasannya,” kata Heryawan.

Mahasiswa, kata dia, adalah cadangan masa depan bangsa Indonesia dan  cadangan berbagai kepemimpinan di berbagai level. Mahasiswa harus memiliki cita-cita yang tinggi yang membawa kebaikan.  “Bangkitkanlah jiwa kewirausahaan saat ini idealnya kebutuhan para wirausaha 2-4%, namun Indosia baru mencapai 0,2% dibandingkan negara Cina 11%, dan Singapura 8%. Anda sebagai bangsa Indonesia harus sebagai job creator, dan masa depan tergantung cita-cita pada hari ini. Lebih baik mimpi daripada tidak punya cita-cita sama sekali.  Di samping itu carilah pengaruh melalui nilai kehidupan Islam yang tidak akan mempertentangkan iman dan takwa,” ,” kata Gubernur.

Mahasiswa sebagai agent of change, kata Heryawan selanjutnya, harus dapat melihat bahwa Jawa Barat tidak akan ada perubahan besar bila tidak ada perubahan dalam jumlah peserta pendidikan. Tahun 2008 partisipasi pendidikan SD mencapai 95%, ini menunjukkan  masih ada anak di Jabar tidak sekolah sejumlah 5%. Tahun 2011 peserta pendidikan SD sudah mencapai 119 %, hal ini karena ada siswa berusia kurang dari tujuh tahun sudah masuk SD. Kemudian pada tingkat SLTA pada tahun 2008 ada 51% dan tidak sekolah. Pada tahun 2011 sudah mencapai 59%, target pada tahun2015-2016 adalah 100% pada tingkat ini.

“Saat  ini dengan menggunakan afirmatif action sudah 18.000 kelas  dipersembahkan bagi masyarakat Jawa Barat. UPI memiliki jumlah mahasiswa  terbesar di Jawa Barat. Insya Allah masalah masyarakat bisa diselesaikan dengan memperhatikan masa depan diri, lingkungan, dan masyarakatnya bagi Indonesia dan dunia,” ujar Heryawan selanjutnya.

Di penghujung acara, Gubernur Jawa Barat pun memberikan kejutan,  karena memberikan sayembara hadiah berupa sepeda gunung dan Galaxy Samsung.  Pertanyaan yang diajukan adalah seputar wawasan tentang Jawa Barat, seperti pertama alamat UPI lengkap dengan kecamatannya. Kedua jumlah kecamatan dan desa di Jawa Barat. Ketiga jumlah penduduk Jawa barat.  Terakhir jumlah Kabupaten dan Kota.

Para penerima hadiah yang berwawasan baik itu adalah Vian Anadina A. Najib (Pendidikan Teknologi Elektro), Sanda Nuryandi (Pendidikan Bahasa Jepang), Adib Rifqi Setiawan (Pendidikan Fisika), Badar (Pendidikan Seni Rupa). Pemberian hadiah diberikan dengan segera.  Setelah  dilakukan penyerahan cindera mata oleh rektor kepada sang gubernur.

Lantunan lagu-lagu “Lebaran” oleh Gamelan Kyai Fatahilah dan “Dengan Menyebut Nama Allah”, juga “Damai Bersamamu” oleh OSBS.  Kemudian di penghujung acara dilakukan pembacaan doa oleh Dr. Mad Ali, M.A. (Dewi Turgarini/Foto: Andri/Deny)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>