Google

UPI Mendapatkan Kuota Program SM3T 150 Orang

Written on:September 24, 2012
Comments
Add One

Bandung, UPI

Sebanyak 69 peserta Program Sarjana Mendidik di daerahTertinggal, Terluar dan Terdepan (SM3T) mengikuti  pembukaan pembekalan pelaksanaan Workshop Prakondisi Akademik dan Nonakademik, Senin (24/9/2012) di Gedung University Centre (UC) lantai 5, Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Prof. Dr. Hj. Tjutju Yuniarsih, M.Pd selaku ketua pelaksana dalam sambutannya menjelaskan, program SM-3T ini merupakan bagian dari program maju bersama mencerdaskan bangsa yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dalam program maju bersama ini terpadat tiga program diantaranya SM3T, PPGT, dan PPG Kolaboratif. Sedangkan Program SM3T sendiri ditujukan kepada para sarjana pendidikan yang belum bertugas sebagai guru, untuk ditugaskan selama satu tahun pada daerah sasaran yang telah ditepapkan oleh pemerintah.

“Kuota UPI untuk tahun ini sebanyak 150 orang, sementara peserta yang mendaftar sebanyak  144 orang, dari 144 orang pendaftar yang lolos verifikasi dokumen 88 orang, sedangkan yang dinyatakan lolos untuk mengikuti  workshop prakondisi sebanyak 69 orang. terdiri dari 30 putri dan 39 putra, dari enam perguruan tinggi, diantaranya Universitas Pendidikan Indonesia , Universitas Siliwangi, Universitas Galuh, Universitas Lampung, Universitas Pasundan, STKIP Subang, STKIP Yasika Majalengka.,” kata Prof. Tjutju Yuniarsih.

Dikatakan Prof. Tjutju, para perserta akan mengikuti kegiatan pra kondisi selama 12 hari yang dipusatkan di dua tempat diantaranya, enam hari akan dipusatkan di kampus UPI, dan enam hari kegiatan outdoor yang dipusatkan di Ciwangun Indah Camp (CIC) kabupaten Bandung Barat.

Sementara untuk daerah sasaran  SM3T kali ini masih seperti tahun kemarin yaitu Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Kupang,  dua kabupaten ini terpilih program SM3T dari nasional total 12 kabupaten.

Pada program pra kondisi ini akan diajarkan bagaimana para peserta ini untuk diberikan pembekalan pengalaman belajar di daerah terpencil, yang media pembelajarannya apa adanya, ujar Prof. Tjutju Yuniarsih.

diharapkan selama mengikuti prakondisi ini para peserta untuk mengikuti dengan cermat, disiplin yang  tinggi dengan tekad dan semangat yang kuat.

“Dalam serba keterbatasan para peserta diharapkan untuk tetap melaksanakan tuganya sebagai pengajar. Dan ini dibutuhkan kreatifitas yang tingi tanpa bergantung kepada teknologi,” ungkap Prof. Tjutju Yuniarsih.

Sementara itu, Rektor UPI menyampaikan dalam mengikuti program ini  para peserta diperlukan pembekalan dalam ketahan hidup, dalam arti luas, untuk mengikuti ini memerlukan tekad, keberanian, semangat yang luar biasa, serta keikhlasan dan keyakinan sehingga kita bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat khususnya bangsa.

Dikatakan Rektor UPI melalui SM3T ini bisa menjadikan bagi para peserta kesempatan untuk mengenal lebih dekat kondisi objektif tanah air, yang pada saat ini hiruk pikuk, oleh karena itu, ini menjadi tugas kita untuk menyadarkan keberadaan mereka sebagai warga negara.

“anda sebagai guru harus menjadi orang yang terdepan juga, untuk membawa generasi bangsa ini. Di pundak guru, yang akan merubah dunia ini sesungguhnya guru,” ujar Rektor UPI

Oleh karena itu, melalui dengan adanya program SM3T ini, pendidikan guru ingin semakin kuat, semakin kokoh dan meningkatkan mutunya, karena guru itu tidak boleh sembarangan, guru itu harus menjadi terdepan dalam mengubah bangsa ini karena ia mewariskan nilai-nilai hidup dan kehidupan kepada generasi penerus untuk menjadi warga negara yang baik, umat yang taat kepada ajararanya, untuk menjadi manusia yang beradab dan bertanggungjawab,” tambah Prof. Sunaryo Kartadinata, M.Pd.

Tentu hal ini bukan hanya tugas guru melainkan juga orang tua yang utama, tetapi karena pendidikan sebagai upaya strategik dan menjadi dasar, maka guru tentu merupakan terdepan untuk mengelola bangsa ini menjada bangsa yang lebih bermartabat,” tegas Rektor UPI

Program ini berharap bisa memberikan dampak dan pengalaman, dan kesempatan bagi anda untuk mengetahui kondisi nyata dari segi budaya. Sehingga ada niat untuk melakukan penelitian, sehingga ini akan bermanfaat. (Deny Nurahmat)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>