Google

UPI Jalin Kerjasama Dengan 40 Kabupaten/Kota

Written on:February 19, 2013
Comments are closed

C360_2013-01-19-18-35-32

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia bersama Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan menjalin kerjasama mengenai program rintisan SI Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan (S1 KKT) Pendidikan Luar Biasa bagi Guru Sekolah Dasar (SD) dan Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kerjasama dilakukan sesuai dengan visi 2025 bagi anak berkebutuhan khusus yang akan dilakukan secara bertahap melalui penyelenggaraan program pendidikan inklusif yang melibatkan unsur perguruan tinggi dan pemerintah daerah provinsi/kota/kabupaten. Pada kegiatan awal tersebut, akan diikuti oleh perwakilan dari 20 kabupaten/kota dari seluruh Indonesia untuk selanjutnya akan dikembangkan atau diperluas menjadi 40 kabupaten/kota.

UPI yang diwakili oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum., menyambut baik tentang Program Rintisan S1 KKT Pendidikan Luar Biasa tersebut.

“Jika nanti setelah mendapatkan kewenangan tambahan di Jurusan Pendidikan Luar Biasa selama satu semester diharapkan guru-guru SD dan SMP bisa menangani anak yang berkebutuhan khusus di sekolah dalam seting pendidikan inklusif”, ujar Prof. Dadang Sunendar saat menghadiri rapat koordinasi dan sosialisasi, Jumat- Minggu (18-20/01/2013) di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB.

C360_2013-01-19-16-54-55Dijelaskan Prof. Dadang, untuk regulasi program rintisan S1 Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan (S1 KKT) harus diawali terlebih dahulu oleh nota kesepahaman antara Direktur Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia.

“Dalam implementasi program tersebut  akan ditindaklanjuti oleh Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) sebagai turunan dari Nota Kesepahaman. Program rintisan tersebut sejalan dengan beberapa program unggulan Universitas Pendidikan Indonesia, diantaranya yaitu Pendidikan Inklusif dan Lesson Study”, tambah Prof. Dadang Sunendar.

Menurut Prof. Dadang Sunendar, tujuan dari nota kesepahaman ini adalah (1) untuk peningkatan mutu dan akses pendidikan khusus dan layanan khusus pendidikan dasar; (2) peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan anak berkebutuhan di sekolah khusus dan inklusif; serta (3) pendampingan pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan khusus dan layanan khusus pendidikan dasar.

Pada tahap awal Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus  Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menjalin kemitraan dengan UPI dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Ia berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama Nota Kesepahaman antara Direktur Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia dapat ditandatangani. (Deni)

Sorry, the comment form is closed at this time.