Google

Luar Biasa, Kurang Dari 5 Menit, Peserta Seminar Young Entrepreneur 2013 Sumbang Lebih Dari Rp 10 Juta

Written on:May 26, 2013
Comments are closed

4

Bandung, UPI

Sabtu tanggal 18 Mei 2013 Prodi Pendidikan Manajemen Bisnis FPEB UPI melaksanakan Seminar Young Entrepreneur 2013 yang bertempat di Gedung BPU UPI dengan menghadirkan dua pembicara kondang yang tidak asing lagi di Indonesia yaitu Saptuari Sugiharto owner “Kedai Digital Jogja” dan Reza Nur Hilman “AXL” Presiden Keripik Maicih yang sudah mendapatkan berbagai penghargaan dan telah tampil di beberapa televise nasional.2

Seminar ini dilaksanakan bekerja sama dengan “Specturm” bertujuan untuk menumbuhkembangkan wirausaha muda khususnya dari kalangan mahasiswa baik yang baru memulai bisnis maupun yang telah memiliki bisnis. Sehingga, mereka berhasil menyelesaikan kuliahnya dan sukses dalam bisnisnya atau disebut denganistilah “Edupreneur”. Sebagai mahasiswa yang berbisnis, konsep Edupreneur harus menjadi salah satu identitas dan karakter yang dimilikinya. Demikian yang diharapkan Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Prodi Pendidikan Manajemen Bisnis FPEB UPI Dr. Lili Adi Wibowo, M.M.

Para Pemateri berbagi pengalaman dengan para peserta yang dihadiri kurang lebih 650 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa dan umum, bahkan ada yang datang dari luar kota seperti dari Solo, Lampung, Purwokerto, dan dari daerah lainnya diluar Jawa Barat.

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu peserta mereka antusias datang karena ingin mendapatkan pencerahan dari orang-orang sukses ini. Saptuari mengatakan bahwa kunci sukses dalam bisnis salah satunya yaitu jujur dan harus focus serta tidak lupa kunci yang paling penting adalah niat beribadah. Karena kita ketahui bahwa sabda Rasul dari sepuluh pintu rezeki, sembilan di antaranya yaitu dari dagang (bisnis).3

Sedangkan Reza mengatakan, kunci sukses kita yaitu harus “PEDAS” dalam artian memiliki perbedaan dengan pesaing. Selain sebagai seorang pebisnis Saptuari juga ikut aktif dalam kegiatan sosial khususnya dalam memberikan bantuan dalam sebuah wadah yang dibentuknya bersama teman-temannya yaitu “Sedekah Rombongan”. Setelah Saptuari mempresentasikan tujuan dan apa yang telah dilakukan oleh Tim Sedekah Rombongan, dia mengajak pada peserta seminar untuk berbagi sesuatu kepada orang-orang yang membutuhkan. Salah satunya yaitu kasus Tasripin di Banyumas sebelum mendapat bantuan dari pemerintah tim Sedekah Rombongan sudah duluan memberikan bantuan berupa kasur dan makanan.

Saptuari memulai dengan mengeluarkan uang yang disimpan di bawah lantai, kemudian secara spontan para peserta seminar mengikutinya.  Dan yang sangat mencengangkan dalam waktu kurang dari lima menit terkumpul uang sebanyak Rp 10.278.500 dan 6 jam tangan untuk dititipkan kepada Sedekah Rombongan perwakilan Bandung sebagai kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan.

Berbagai fasilitas yang diberikan kepada seluruh peserta berupa: seminar kit, snack, doorprize, sertifikat, dan tentunya ilmu enterpreneurship. Selain seminar yang berlangsung dalam gedung BPU, terdapat stand bazar yang terdiri atas 20 stand. Stand tersebut diisi dengan berbagai jenis produk bazar mulai dari buku, makanan, minuman, pakaian, tas sampai  dengan boneka.1

Dari serangkaian acara yang berlangsung di hari itu selain para peserta mengikuti seminar, mereka juga mengunjungi stand bazar yang disediakan di halaman BPU UPI, dan dari hasil wawancara dengan pengisi stand bazar mereka merasa terfasilitasi dengan adanya stand bazar yang disediakan. Antusias pengunjung bazar pun tidak hanya berasal dari peserta seminar, namun ada pula berasal dari mahasiswa UPI lainnya. (Masharyono)

Sorry, the comment form is closed at this time.