Google

LPTK Sangat “Seksi”, Sebanyak 405.152 Orang Melamar

Written on:July 5, 2013
Comments are closed

2

Bandung, UPI

Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan (LPTK) saat ini menjadi sangat “seksi”. Karena diperkirakan sebanyak 405.152 orang melamar ke LPTK atau sekitar 90% dari total pelamar yang melamar ke perguruan tinggi.

“Oleh karena itu, LPTK harus mengedepankan standar mutu unsur pendidikan sebagai misi utamanya dan dalam pengembangan program pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi menjamurnya LPTK tanpa standar mutu,” kata Rektor UPI Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M. Pd., dalam Lokakarya Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Manajemen Kampus Daerah Universitas Pendidikan Indonesia, Jumat (5/7/2013), di Isola Resort, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.1

Kegiatan yang digagas Badan Koordinasi Pengembangan Sekolah Laboratorium dan Kampus Daerah (Bakorbang UPI) ini melibatkan semua Kampus Daerah. Pesertanya antara lain Kepala Bakorbang SLKD, Sekretaris Bakorbang SLKD, Direktur UPI Kampus Daerah, Sekretaris UPI Kampus Daerah, KaProdi PGSD UPI Kampus Daerah, KaProdi PGPAUD dan KaProdi Penjas SD, Perwakilan Dosen dari tiap UPI Kampus Daerah, dengan narasumber Rektor UPI, Pembantu Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, dan para Dekan Fakultas.

Menurut Rektor, LPTK tanpa standar mutu dapat menjadi bumerang bagi LPTK existing yang profesional (12 LPTK termasuk UPI). Berdasarkan catatan terdapat sekitar 400-an LPTK di seluruh Indonesia tanpa jaminan standar yang memadai. “Pemerintah hendaknya melakukan moratorium terhadap pendirian LPTK baru yang tanpa standar, dan akreditasi harus dilakukan oleh lembaga yang khusus pada bidang LPTK,” ujar Rektor.3

Rektor mengatakan, dengan standarisasi diharapkan menjadi filter untuk tetap menjaga mutu melalui perbaikan diri secara profesional, maka dari itu penguatan keilmuan harus benar-benar terjadi karena titik strategis ada pada keilmuan.

Ditegaskan Rektor, Kampus Daerah (Kamda) yang ada di UPI harus tetap eksis dan dijaga eksistensinya melalui pembangunan keilmuan PAUD dan PGSD agar dapat mengokohkan jati diri sebagai LPTK profesional. Secara historis, Kamda merupakan bagian integral dengan kampus UPI pusat sebagai langkah strategis untuk berkembang dan bersaing dengan universitas lain.

“Dengan asumsi terjaringnya 3 orang pelamar dari 100 pelamar, itu artinya kita sebagai salah satu pioner LPTK profesioanl harus sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk meghadapi calon guru yang pintar-pintar, dan sejak tahun 2007 positioning UPI dalam daftar LPTK seluruh Indonesia adalah sebagai leader LPTK profesional,” ujar Rektor.

Lokakarya ini diharapkan dapat merumuskan Model Pengembangan Kapasitas Manajemen Kampus Daerah, semacam peta jalan (road map) sebagai dokumen yang dapat dipedomani oleh para Pengelola Kampus Daerah.

Kampus Daerah

Dikemukakan, kebijakan pengembangan Kampus Daerah diarahkan kepada terwujudnya Kampus Daerah yang memiliki “otonomi” pengelolaan yang sejalan dengan visi Universitas Pendidikan Indonesia sebagai  Universitas Pelopor dan Unggul (A Leading and Outstanding University). Pengembangan “otonomi” UPI Kampus Daerah diarahkan pada kemampuan pengelolaannya yang menunjukkan rambu-rambu pengelolaan sebuah universitas “mini”. Kampus Daerah sudah seyogyanya memiliki kemampuan untuk mengelola segala fasilitas dan potensi yang dimiliki  dalam format universitas mini.

Investasi yang telah dilakukan di UPI Kampus daerah sampai saat ini, terutama sarana-prasarana dan sumber daya manusianya, telah menunjukkan potensi yang memungkinkan untuk mewujudkan tata kelola universitas “mini”.  Untuk mewujudkan orientasi pengembangan ke arah tersebut, diperlukan kesamaan pemahaman kebijakan antara Pimpinan Universitas dan Sivitas UPI Kampus Daerah mengenai orientasi pengembangan dan rambu-rambu penyusunan programnya secara bertahap. (Dodi Angga)

Sorry, the comment form is closed at this time.