Pengembangan Kurikulum dan Kompentensi Diperlukan Bagi Para Praktisi Olahraga

Spread the love

Bandung, UPI

Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Olahraga dan Keperawatan menggelar Seminar Nasional yang bertajuk Pendidikan Jasmani Masa Kini dan Masa Depan Yang Berkemajuan pada Sabtu (14/12) di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis.

Ketua Pelaksana, Agus Rusdiana, S.Pd, M.A, Ph.D mengatakan banyak permasalahan keolahragaan baik di prestasi maupun di sistem pendidikannya, “Terkait dengan guru yaitu pemahaman pendidikan jasmani di sekolah, karena memandang pendidikan jasmani di sekolah itu belum terlalu diperlukan sehingga kita mempertajam dengan diadakannya seminar ini agar mendapatkan solusi yang terbaik,” ungkapnya.

Sementara Ketua Ikatan Alumni FPOK Universitas Pendidikan Indonesia, Brigjen Pol; Dr. Juansih, Dra; S.H; M.Hum pada sambutannya yang berharap masukan, saran serta bimbingan dari rekan-rekan praktisi agar bisa lebih memberikan kontribusi lebih bagi dunia keolahragaan, “Kita akan sharing-sharing problem atau knowledge yang sedang terjadi saat ini,”

Beliau juga mengatakan bahwa akan merancang kembali program pengembangan dan peningkatan kompetensi bagi para praktisi olahraga melalui seminar keolahragaan dan pelatihan sehingga rekan-rekan yang bergerak di bidang olahraga maupun pendidikan olahraga bisa mendapatkan ilmu dan juga pelatihan yang tentu bermanfaat bagi profesi mereka masing-masing.

“Saat ini banyak hal yang harus dipertimbangkan ataupun dipikirkan bersama terkait kebijakan-kebijakan olahraga sesuai dengan situasi kondisi dan juga perkembangan zaman. Sehingga, harus ada kerjasama yang baik antara pemangku kebijakan di bidang kurikulum dan juga olahraga,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan para praktisi yang bergerak di bidang pendidikan keolahragaan ini adalah menyelaraskan antara kebutuhan prestasi olahraga dengan pengadaan kurikulum, melalui pengembangan dan peningkatan kompetensi bagi praktisi-praktisi keolahragaan. Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Prof. Adang Suherman, M.A mengatakan, sudah menjadi tugas para praktisi olahraga untuk mencari solusi dari bagaimana agar kurikulum berjalan dengan baik dan bagaimana pendidikan jasmani, olaraga prestasi ataupun olahraga rekreasi bisa bersatu menjadi kesatuan, “Yang istilahnya menjadi sport for life, sehingga tuntutan hidup sehat minimal setengah jam sehari terpenuhi dan mengurangi angka kematian akibat kurangnya bergerak,”

Sementara itu, Amung Ma’mun, M.Pd juga mengingatkan deklarasi UNESCO bahwa pendidikan jasmani dan olahraga disetiap negara wajib memberikan fasilitas-fasiltas kepada anak muda untuk memperoleh pendidikan melalui akvitas jasmani. “kalau ini terjadi di negara kita, kita bisa memperoleh sumber daya manusia yang bisa dibanggakan dikemudian hari, ini adalah pola pikir dimana olahraga di sekolah itu dapat dikembangkan dengan baik karena menyangkut kelangsungan generasi muda.”

Dalam agenda pembahasan pengembangan kurikulum ini, dikatakan bahwa pemangku kebijakanlah yang harus diyakinkan bahwa olahraga bukan untuk memciptakan atlet namun olahraga sebagai arena kehidupan untuk membentuk generasi muda. (Teks ; Fara/ foto ; Umar)

Humas UPI