Pengolahan TPS Ramah dan Sehat Lingkungan

Spread the love

Bandung, UPI

Sabtu, 21 Desember 2019, perwakilan kelompok 2 KKN UPI di Desa Sangkanhurip, Katapang, Kabupaten Bandung berkunjung ke kantor desa Sangkanhurip, bertemu dan langsung diterima oleh Sekretaris Desa Sangkanhurip, Putu untuk menyampaikan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan selama 40 hari kegiatan KKN Mahasiswa UPI, salah satunya adalah pengeloalaan sampah rumah tangga, yang ramah dan sehat lingkungan.

Sebagai salah satu program utama dari kelompok 2 KKN UPI tentang pengelolaan sampah mendapat dukungan penuh dari pihak Desa Sangkanhurip, “Masalah pengelolaan sampah memang menjadi salah satu program utama dari Pemerintah Desa Sangkanhurip, Misi kita adalah merubah TPS dari sebelumnya Tempat Pembuangan Sampah menjadi Tempat Pengelolaan Sampah” tutur Putu selaku Sekretaris Desa Sangkanhurip.

Lebih lanjut Putu juga menambahkan bahwasanya mahasiswa KKN UPI diharapkan bisa membantu dalam hal mengedukasi serta mensosialisasikan pengelolaan sampah yang ramah dan sehat lingkungan,  kepada masyarakat, melalui proses kesadaran membuang sampah pada tempatnya, memisahkan antara sampah organik dan anorganik, serta menciptakan lingkungan yang ramah dan sehat dengan adanya limbah sampah tersebut.

Bank Sampah menjadi fokus program KKN UPI tahun 2019-2020 ini, hal ini selaras dengan program pemerintah desa Sangkanhurip. Dimana pihak desa telah menyerahkan mandat kepada setiap ketua Rukun Warga untuk membangun Bank Sampah tersebut dan melakukan pengelolaan sampah.

Bank sampah adalah program dimana masyarakat bisa menjual sampah berupa plastik yang kemudian uang hasil penjualan sampah plastik dan sampah organiknya, dijadikan tabungan dan dapat dimanfaatkan untuk pupuk kompos, nantinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan warga di RW tersebut.

Menurut salah satu warga RT01/RW05 Desa Sangkanhurip yaitu Yani, sebenarnya warga telah mencoba memisahkan antara sampah plastik dan organik, namun setiap harinya ada pemulung yang mengambil sampah plastiknya sehingga tidak bisa dijual ke Bank sampah.

“Ibu sudah coba misahin sampahnya tapi saat udah dipisahin, ada tukang mulung yang ngorek sampah. Ibu mau ngelarang juga kasihan mereka juga cari uang jadi ibu biarin aja” tutur Ibu Yani.

Hal ini juga telah mendapat perhatian dari Ketua RW05 dimana untuk nantinya para pemulung tersebut akan dicegah untuk masuk ke lingkungan RW05, dan akan menggiatkan sosialisasi tentang program Bank sampah ini.

Sementara itu, Kamis, 26 Desember 2019 anggota tim kelompok 2 KKN UPI juga mendatangi lansung TPS desa Sangkanhurip yang merupakan tempat pembuangan sampah akhir. Tim KKN UPI bertemu dengan pengelola TPS desa Sangkanhurip, menurut keterangan salah satu pengurus anggota atau petugas pengumpul sampah desa Sangkanhurip berjumlah enam orang. Setiap harinya bertugas untuk mengumpulkan sampah rumah tangga dari seluruh rumah warga di Desa Sangkanhurip. Mereka mengumpulkan sampah menggunakan gerobak dan motor bak untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.

Sampah dari seluruh warga desa diangkut dan dikumpulkan di TPS tersebut. Sampah yang telah diangkut dan dikumpulkan tersebut kemudian dipilah antara sampah plastik dan sampah organik, kemudian sampah plastik tersebut bisa dijual kembali.

Tim kelompok 2 KKN UPI juga sempat berbincang dengan salah satu warga yang berada di sekitar TPS tersebut. Dari hasil perbincangan bahwa pengelolaan sampah harus berkelanjutan tidak hanya seperti sekarang ini sampah hanya dibakar namun asap hasil pembakaran menyebar ke lingkungan warga sekitar. Hal tersebut tentunya menggantu kenyamanan dan kesehatan warga. Proses pembakarannya pun sangat lama, sehingga sampah dari tahun ke tahun semakin menumpuk. Jika tidak ada solusi cepat maka sampah ini akan menjadi gunungan sampah yang besar. Beberapa jenis sampah juga masih menyatuh belum terpisahkan secara baik antara sampah organik dan anorganik.

Kesehatan para petugas TPS juga harus diperhatikan karena mereka menghirup asap dari pembakaran sampah tersebut setiap hari, tanpa ada filter yang dikenakan. Jika hal ini terus dibiarkan bisa jadi bisa mengganggu kesehatan para petugas TPS. Sosialisasi ke warga perihal pengelolaan sampah itu sangat bagus agar menumbuhkan kesadaran warga peduli lingkungan dari sampah, namun harus ada solusi langsung, tentang bagaimana mengatasi masalah sampah yang terus menumpuk ini. Keterlibatan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa, memerlukan  bekerjasama dalam membangun lingkungan yang sehat dan bersih dari sampah. (Laporan khusus Kel 2, DPL KKN UPI Desa Sangkanhurip)

Humas UPI