Pilmapres UPI 2019 Pacu Prestasi Mahasiswa

Bandung, UPI

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) ini merupakan sebuah kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Ajang pilmapres ini memiliki gengsi tersendiri diantara kegiatan-kegiatan kemahasiswaan lainnya, karena memiliki bobot penilaian yang cukup besar. Di tahun 2019 ini Pilmapres memiliki bobot nilai 40% dari skor yang ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Karantina Pilmapres UPI 2019 yang juga Kepala Divisi Kerjasama dan Hubungan Alumni Direktorat Kemahasiswaan UPI Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., M.Pd., saat ditemui di lokasi karantina peserta Pilmapres UPI 2019, di Ruang Lavender, Isola Resort, Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (19/3/2019).

Berdasarkan hal tersebut, ujarnya, pihak panitia mencoba membuat semacam strategi untuk menghasilkan kandidat-kandidat mahasiswa berprestasi yang betul-betul unggul dalam segala bidang untuk mewakili UPI di tingkat nasional. Mereka, para mahasiswa berprestasi tersebut diharapkan memiliki kesiapan yang matang untuk berkompetisi di ajang pilmapres tingkat nasional.

“Oleh karena itu kita mencoba sebuah model baru dalam proses karantina, dimana proses karantina ini sangat penting sekali untuk dijalani dalam rangka membentuk karater mahasiswa yang unggul. Mahasiswa yang hadir disini merupakan para kandidat yang sudah lolos seleksi di level fakultas dan kampus daerah,” ungkapnya.

Dari sejumlah mahasiswa yang dikarantina, lanjutnya, sebanyak 13 orang berasal dari program sarjana dan 3 orang dari jalur diploma. Tujuan dari karantina ini adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dari berbagai aspek, seperti sisi spiritual, jasmani dan rohani, pemberian motivasi sebagai persiapan berlaga di tingkat nasional. Mereka juga diikuti dengan tes kepribadian, Leaderless Group Discussion (LGD) dan pengujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) serta kemampuan berbahasa Inggris.

Dijelaskannya,”Dimana nilai-nilai dari hasil pengujian tersebut akan diakumulasikan dengan menggunakan parameter yang sudah ditentukan, sehingga nanti akan terpilih 1 kandidat dari program sarjana dan 1 orang dari jalur diploma. Parameter yang dipergunakan mengacu pada parameter pilmapres tingkat nasional. Dalam proses karantina ini, mereka betul-betul dijauhkan dari pengaruh luar, sehingga betul-betul fokus terhadap aktifitas yang sedang dihadapi.”

Untuk mendukung keberhasilan dari program ini, katanya, pihak panitia mensiagakan tim medis dan menghadirkan instruktur olah raga dalam rangka menopang kesehatan fisik dan jasmaninya selama mengikuti proses karantina ini, yang memang dibutuhkan kondisi fisik dan jasmani yang prima. (dodiangga)