Mahasiswa UPI Peserta Pimnas 2019 Harus Kuasai Public Speaking, Kepribadian dan Etika

Bandung, UPI

Sebanyak 2 orang pakar di bidang Public Speaking dan bidang Kepribadian dan Etika membagikan ilmunya pada mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang mengikuti Pembekalan Peserta Pimnas Ke-32 Tahun 2019 Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia di Hemangini Hotel Jalan Dr. Setiabudi No. 66 Bandung, Kamis (22/8/2019).

Mereka adalah Kasubbag Protokoler, BHK UPI Arciana Damayanti, M.M., dan dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP UPI Dr. Ipah Saripah, M.Pd., dalam kesempatan tersebut, Arciana menegaskan bahwa salah satu indikator keberhasilan para peserta Pimnas adalah bagaimana cara mereka menampilkan hasil karyanya.

Dijelaskannya,”Hasil karya tersebut harus ditampilkan dalam bentuk presentasi. Presentasi itu sendiri merupakan bagian dari kegiatan public speaking. Oleh karena itu, kita perlu membekali mereka yang akan berlaga di Pimnas dengan melatih bagaimana caranya untuk menjadi presenter yang baik sehingga apa yang akan ditampilkan itu hasilnya optimal. Secara teori, pesan yang akan disampaikan harus bisa diterima dan dimengerti oleh penguji.  Berbicara biasa sangat berbeda dengan berbicara dalam presentasi karya ilmiah, satu hal yang harus diperhatikan juga adalah masalah intonasi suara, posisi tubuh, gesture dan percaya diri dalam menyampaikan karyanya.”

Hal serupa disampaikan Dr. Ipah Saripah, M.Pd., diungkapkannya bahwa masalah kepribadian dan etika menjadi satu hal yang krusial untuk dimiliki oleh calon peserta Pimnas, karena sebagus apapun karya yang mereka tampilkan jika tidak dibarengi dengan kepribadian dan etika yang baik maka akan menjadi preseden yang buruk dan tentunya akan mengurangi nilai.

“Yang dibahas dalam materi ini adalah bagaimana caranya mereka bersikap sesuai dengan aturan benar dan salah, tepat dan tidak tepat. Terus kepribadian itu sendiri saya rangkum sebagai sebuah standar perilaku yang harus mereka tunjukan. Standar tersebut adalah P3K atau Personality, Performance, Practice, dan Knowledge,” tegasnya.

Untuk bisa berhasil, lanjutnya, mereka harus mempraktekan apa yang mereka dapat hari ini. Tadi kita lihat bersama mereka mempraktekan public speaking dengan memperhatikan unsur kepribadian dan etika. Kedua unsur tersebut sebenarnya harus sudah melekat pada diri mereka terlebih mereka adalah utusan universitas besar yaitu UPI, sehingga dituntut untuk menunjukan jati diri yang sesungguhnya.

Dikatakannya,”Mereka harus menunjukan pribadi-pribadi yang memiliki sifat ilmiah, edukatif, dan religius. Sifat tersebut harus diturunkan menjadi indikator-indikator yang ditunjukan pada saat mereka presentasi di hadapan para juri. Mereka harus rajin praktek dan merefleksikan diri sehingga memiliki semangat untuk mengubah mindset ke arah yang lebih positif. Diharapkan, mereka bisa meraih kesuksesan di Pimnas sehingga mengharumkan nama baik UPI.” (dodiangga)