PEJAJAGAN LETTER OF AGREEMENT PENELITI UPI DENGAN TOKYO GAKUGEI UNIVERSITY-JAPAN

Humas UPI
November07/ 2019
Spread the love

(Laporan dari Tokyo-Japan)

Selama berkunjung ke 4 universitas, diantaranya ke salah satu universitas yang mencetak calon guru ternama di wilayah Tokyo, yaitu  TOKYO GAKUGEI UNIV- JAPAN, delegasi periset UPI melakukan pertemuan dengan salah satu professor peneliti dalam bidang Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (29 Oktober, 2019). Peneliti dari Tokyo Gakugei ini bernama Professor IWATA Yasuki  yang sata ini juga menjabat sebagai salah satu vice rector bidang pendidikan dan bekerja juga di  gedung Curriculum Center for Teacher. Profesor IWATA ini merpakan pakar dalam bidang kurikulum keguruan atau persekolahan. Selama berdiskusi dengan delegasi peneliti UPI, professor IWATA menegaskan bahwa riset dalam bidang pendidikan khususnya mengenai pengembangan kurikulum persekolahan cukup menarik. Melalui presentasi yang disampaikan oleh peneliti UPI beliau sangat antusias dan serius dalam mendengarkan penjelasan tentang bagaimana kurikulum yang sedang dikembangkan di Indonesia mengenai kurikulum Mata Pelajaran Informatika.

Di jepang pengembangan kurikulum dalam bidang informtika ini identic dengan kurikulum penanaman logika berikir sejak dini, mereka bahkan dikenalkan sejak di lingkungan pendidikan informasi oleh para orang tua anak dalam bentuk pembiasaan membuat coding (ide-ide yang dibuat kode-kode rasionalnya supaya mudah diingat anak). Sebagai missal mengenai kode pengingat bangun tidur, makan, mandi, dan berpakaian, serta buka pintu rumah dan mobil, sampai kode buka pintu lemari sendiri dan kode masuk ruangan belajar. Penanaman seperti ini cukup mendasari perkembangan logika anak ketika harus belajar lebih kompleks dalam mencapai kompetensi dunia.

Dari diskusi yang diarahkan kepada upaya memberikan pemahaman akan permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan tidaklah mudah, mengingat pendidikan di Jepang seolah tidak ada permasalahan, dan merekapun tidak membutuhkan sumbangan atau uang dari pihak yang mengajak riset, justri sebaliknya. Maka di sinilah tantangan bagi peneliti dari UPI, dengan demikian hanya satu-satunya kunci keberhasilan dalam meyakinkan peneliti dari setiap universitas di JEpang ini yaitu Pendekatan Diplimasi Riset. Makan inilah yang dilakukan oleh  delegasi peneliti dari UPI dan sekaligus sebagai Staf Kantor HUMAS UPI menceoba untuk menerapkan pendekatan Diplomasi ini, akhirnya Professor IWATA dari Gakugei University of Tokyo ini menjadi tertarik dan akan merekomendasikan beberapa orang yang juga pakar dalam bidang Teknologi Pendidikan dan juga Kurikulum yang berhubungan dengan Kurikulum RBD (Reguler Blended Daring). Hal ini semoga menjadi terobosan baru dalam rangka menyambut visi dan misi dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru di Republik ini, dan UPI mampu memberikan Trigger kepada warga pendidikan di tanah air, bahkan melalui produk riset ini para lulusan pendidikan dan keguruan dari UPI mampu bersaing dan memenangkan kompetitif yang terjadi di dunia global dan digital bebas ini. (Medio Oktober 2019, Kampus Tokyo Gakugei University).