Prodi Pendidikan Teknik Otomotif FPTK UPI Wujudkan CoE Melalui FGD dengan Stake Holders

Humas UPI
December03/ 2019

Bandung, UPI

Di akhir sesi FGD ini, disepakati 3 hal penting terkait dengan substansi isi dan proses kurikulum PTO. Pertama, kurikulum PTO harus diselaraskan dengan kompetensi dunia kerja di sekolah dan lembaga pendidikan dan pelatihan (Diklat) industri otomotif. Kedua, substansi kurikulum PTO harus mengutamakan kompetensi dibutuhkan di dunia kerja. Misalnya, untuk menjadi guru SMK Teknik Otomotif diperlukan keterampilan otomotif dan metodologi mengajarkannya. Untuk menjadi trainer di industri otomotif harus memiliki kompetensi otomotif, bisnis proses teknologi otomotif, keterampilan teknologi otomotif 4.0 seperti smart car, hybrid car, ototronik. Ketiga, perlu melakukan proses sertifikasi tentang metodologi mengajar kompetensi keahlian teknik otomotif dari lembaga sertifikasi yang relevan.

Catatan penting tersebut disampaikan Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (Prodi PTO) Departemen Pendidikan Teknik Mesin (DPTM) Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sriyono, M.Pd., saat ditemui usai melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka mewujudkan Centre of Excellence (CoE) Pendidikan Guru Vokasi Teknik Otomotif Prodi PTO FPTK UPI di Gedung FPTK UPI Jalan Dr. Setiabudi No. 207, Kota Bandung, Jumat (29/11/2019).

Lebih lanjut diungkapkan bahwa kurikulum PTO harus relevan dengan perkembangan teknologi otomotif dan tuntutan sekolah. Oleh karena itu, perlu segera membuat MoU dengan SMK untuk kegiatan Program Latihan Profesi (PLP) dan industri untuk Praktik Industri (PI).

“Dalam FGD tersebut ditegaskan perlu adanya sinkronisasi kurikulum PTO dengan industri dan SMK yang relevan. Lulusan PTO harus mampu segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi otomotif dan harus memiliki kemampuan lain yang mendukung. Diperlukan juga data tentang kebutuhan guru pendidikan teknik otomotif dan sebaiknya ada konten kurikulum tentang bahan bakar terbarukan. Pendapat lain menyebutkan, perlu dikembangkan mata kuliah atau konten kuliah yang berorientasi industri 4.0 dibidang otomotif; smart car; hybrid technology,” ungkapnya lagi.

Sementara itu berdasarkan pandangan pihak sekolah, ujarnya, kurikulum PTO harus sinergi atau relevan dengan kurikulum SMK sebagai standar minimal yang harus diberikan. Mahasiswa harus memiliki sertifikat kompetensi dari lembaga sertifikasi. Penguatan tentang basis otomotif dan perkembangan teknologi ototronic. Lebih daripada itu, pentingnya substansi kurikulum ototronic dan teknologi bahan bakar injeksi. Perlu dikembangkan kurikulum implementasi (kurikulum nasional+masukan industri+sekolah) serta sertifikasi calon guru untuk bidang metodologi dan substansi kompetensi.

Hal serupa disampaikan perwakilan PT. Isuzu Astra Motor Indonesia, dikatakannya,”Perlu ada mata kuliah atau isi kurikulum yang membahas tentang bisnis proses pada bidang otomotif agar lulusan PTO lebih memahami dunia nyata di perusahaan/industri otomotif. Demikian pula menurut perwakilan PT. Altrak 1978, diungkapannya perlu adanya penyelarasan antara kurikulum PTO dengan dunia industri dan sekolah. Isi kurikulum tentang teknologi mesin-mesin pertanian, serta penguasaan teknologi engine elektronik.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik FPTK UPI, Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd,  dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran seluruh undangan terutama para stake holders yang telah menyempatkan hadir ditengah-tengah kesibukannya. Ditegaskannya,”FGD ini merupakan kegiatan penting dalam rangka membahas relevansi PTO dengan dunia kerja di sekolah dan industri. Diharapkan, PTO lebih mengokohkan perannya menjadi CoE dalam bidang Pendidikan Guru Vokasi Teknik Otomotif.”

Hal serupa disampaikan Kaprodi PTO sebagai penanggungjawab FGD Dr. H. Wahid Munawar, M.Pd., diharapkannya,”Kegiatan FGD ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan stake holders dalam skala yang lebih luas. Kegiatan ini bukan yang pertama dan terakhir, tetapi merupakan kegiatan awal untuk mengakselerasi terwujudnya CoE Pendidikan Guru Vokasi Pendidikan Teknik Otomotif. Atas nama lembaga kami ucapan terimakasih dan apresiasi kepada semua peserta atas dedikasi dan partisipasi yang luar biasa dalam kegiatan FGD ini, sehingga menghasilkan pokok-pokok fikiran yang sangat produktif.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik FPTK UPI Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd., Ketua Departemen Pendidikan Teknik Mesin Dr. H. Mumu Kumaro, MT., Sekertaris Departemen Drs. Tatang Permana, M.Pd. sementara itu peserta FGD terdiri dari unsur dosen, meliputi dosen PTO, PTM (Pendidikan Teknik Mesin), PTE (Pendidikan Teknik Elektro), Pendidikan Tata Boga. Unsur industri, terdiri dari PT. Isuzu Astra Motor Indonesia, PT. Nissan Motor Indonesia, PT. Altrak 1978, PT. Renold Indonesia. Unsur sekolah, terdiri dari SMKN 6 Kota Bandung, SMKN 7 Kab. Bandung.

Mereka yang dimaksud adalah Dosen PTO Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd., Dr. H. Wahid Munawar, M.Pd., Dr. Mumu Komaro, MT., Drs. Tatang Permana, M.Pd., Sriyono, M.Pd., Ridwan Adam MN., M.Pd., M. Maris Algifary, MT, Ibnu Mubarak, M.Pd., Apri Wiyono, MT. Dosen PTM Dr. Bambang Darmawan, MM., Dr. Dedi Rohendi MT., Dr. Yayat, M.Pd., Dr. Kamin Sumardi, M.Pd., Asep Hadian Sasmita, M.Pd., Haipan Salam, Ph.D. Dosen PTE Erik Haritman, MT. Dosen Pendidikan Tata Boga Karpin, M.Pd. Arief Budiman, S.Pd., dari PT. Isuzu Astra Motor International, Adi Guntari, S. Pd., dari PT. Nissan Motor Indonesia, Ade Romdon, MT., dari PT. Renold Indonesia, Sonny Caesar S., S.Pd., dari PT. Altrak 1978 Jakarta. Drs. Kosim, M.Pd., dari SMKN 6 Kota Bandung. Cecep Dalda, S.Pd., dari SMKN 7 Baleendah Kab. Bandung. Iyep Suta, Rosidin, S.Pd., Hanopa Abdul Hidayah, S.Pd., dari Pranata Laboratorium Pendidikan PTO. (dodiangga)