Riksa Budaya Sunda, Sebuah Kolaborasi Hima Pensatrada dengan Prodi Pendidikan Bahasa Sunda FPBS UPI

Bandung, UPI

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda (Hima Pensatrada) bersama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan Riksa Budaya Sunda tahun 2024. Kegiatan Riksa Budaya Sunda ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh mahasiswa dan Prodi Pendidikan Bahasa Sunda agar bahasa Sunda tetep lana nepi ka jaga.

Kegiatan berlangsung di Gedung Amphiteater Kampus UPI Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung pada Senin dan Selasa (6-7/5/2024). RBS 2024 mengusung tema “Budaya Wasita, Sunda Nyakrawala”. Maksudnya adalah agar budaya Sunda tetap ada dan tidak hilang, serta terus dikenal oleh kaum muda, kini hingga nanti.

Hari pertama kegiatan, diselenggarakan pasanggiri atau perlombaan yang diikuti oleh beberapa perwakilan siswa-siswa se-Jawa Barat. Adapun pasanggiri yang dimaksud adalah dongéng, maca sajak, dan tembang atikan. Selain perlombaan, digelar juga bazar, penampilan kesenian, dan kegiatan pengenalan budaya lainnya.

Sementara itu di hari kedua, RBS mengadakan pagelaran longsér. Antusiasme mahasiswa UPI dan siswa-siswi terhadap longsér sangat tinggi. Pagelaran longsér di Gedung Amphiteater tersebut terlihat dipenuhi sesak oleh siswa-siswi sekolah menengah. Hal ini tentu saja merupakan cara terbaik agar bahasa, sastra, dan budaya Sunda dikenal kembali oleh generasi muda.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda Prof. Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd., mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan Riksa Budaya Sunda (RBS) 2024 ini tentu saja akan berdampak baik pada pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Sunda. Lebih lanjut ditegaskannya,”Bahasa, sastra, dan budaya Sunda yang sudah dianugerahkan oleh Allah Swt akan terus menjadi ajang dakwah kebaikan, karena sejatinya manusia memiliki tugas yang baik di dunia, salah satunya melalui budaya Sunda.”

Riksa Budaya Sunda, ujarnya lagi, adalah salah satu cara melestarikan budaya di tengah isu global. Hal serupa disampaikan juga oleh Ketua Pelaksana RBS 2024 dan Ketua BEM Hima Pensatrada.

Kegiatan Riksa Budaya Sunda rutin diselenggarakan pada setiap tahunnya dengan konsep dan nuansa kegiatan yang berbeda-beda. Hal itu disesuaikan dengan kreativitas mahasiswa sebagai pemanggul perubahan. Walaupun demikian, prodi, fakultas, dan UPI tetap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, karena hal ini menjadi salah satu cara melestarikan budaya, khususnya budaya Sunda di tengah gempuran global.

Pada kegiatan RBS 2024 ini, tampak terlihat dukungan penuh dari pimpinan UPI, fakultas, dan para dosen prodi. Hal itu terlihat dari kehadirannya pada saat pembukaan kegiatan, di antaranya tampak hadir Kadiv Kemahasiswaan UPI, Dr. Yatun Romdonah Awaliah, M.Pd.; Wakil Dekan II FPBS UPI, Prof. Dr. H. Dingding Haerudin, M.Pd.; Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Prof. Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd.; Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Dr. Hernawan, S.Pd., M.Pd.; serta para dosen prodi, Prof. Dr. Dedi Koswara, M.Hum., Prof. Dr. H. Usep Kuswari, M.Pd., Prof. Dr. Retty Isnendes, S.Pd., M.Hum., Dr. H. Dede Kosasih, M.Si., Haris Santosa Nugraha, S.Pd., M.Pd., R. Dian Hendrayana, S.S., M.Pd., Temmy Widyastuti, S.Pd., M.Pd., dan H. Danan Darajat, S.Pd., M.Pd. Selain itu, tampak hadir juga seniman, sastrawan, dan budayawan, di antaranya Rita Tila, S.Pd., M.Sn., Ani Sukmawati, S.E., Kang Rosyid E. Abby, dan Kang Malik.    (edit/dodiangga)