UPT BKPK UPI Persiapkan Mahasiswa UPI Masuki Dunia Kerja

Humas UPI
November06/ 2019
Spread the love

Bandung, UPI

Para pelamar kerja harus mengetahui terlebih dahulu company profile dari instansi atau perusahaan yang akan dilamar. Kemudian, kualifikasi apa yang kira-kira diperlukannya, apakah relevan tidak dengan latar belakang pendidikannya (prodi atau jurusannya), jangan sampai ketika melamar, kita dikesampingkan oleh perusahaan. Pelamar juga harus memperhatikan requirement-nya, walaupun sudah sesuai tetapi kebutuhan akan kualifikasinya sangat tinggi, maka seorang pelamar harus bisa mengukur dirinya, apakah kebutuhan perusahaan sesuai dengan kemampuannya atau tidak. Lebih dari itu, pengetahuan tentang perusahaan yang kita lamar harus kita kuasai atau miliki, karena hal ini mengindikasikan bahwa kita serius akan lamaran tersebut, ini akan terjadi dalam proses wawancara.

Pernyataan tersebut ditegaskan Manager of Human Resources Development PT. Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) M. Adim Iswahyudi saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Ruang Rapat Gedung University Center Lantai 1, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu (6/11/2019).

Lulusan UPI memiliki value yang bagus sekali, ungkapnya, apalagi sekarang UPI memiliki prodi dan jurusan yang beragam. Tidak menutup kemungkinan banyak perusahaan-perusahaan yang relevan dengan prodi dan jurusan yang dimiliki UPI untuk bisa dilamar.

“Paradigmanya sudah berubah, dulu lulusan UPI harus mengabdi di bidang Pendidikan saja, sekarang mereka bisa masuk ke perusahaan manapun. Contohnya kami, PT. NTP, walaupun perusahaan kami bergerak dalam bidang penerbangan, tetapi di bidang dan fungsi tertentu kami membutuhkan lulusan Prodi atau Jurusan Teknologi Pendidikan, karena bidang tersebut aktifitasnya di bidang training program. Kami sebagai praktisi, hanya menggarap kondisi-kondisi yang berbeda jurusannya dengan Teknologi Pendidikan seperti Jurusan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Industri atau Jurusan Teknik lainnya. Kami memerlukan lulusan UPI untuk menyesuaikan standar training program tersebut.

Kesimpulannya adalah, ujarnya lagi, prodi atau jurusan yang ada di UPI, yang beragam tersebut, sudah berbeda dengan jaman dahulu, kini semua perusahaan bisa dilamar oleh lulusan UPI. Contohnya lagi, kami juga menerima lulusan Teknik Mesin untuk bekerja di dunia Aviation.

Diharapkan,”UPI harus bisa memfasilitasi dan menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk berdiskusi, untuk mengetahui secara spesifik apa yang diinginkan oleh perusahaan dan prodi apa saja yang memungkinkan untuk dilamar.”

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bimbingan Konseling dan Pengembangan Karir (BKPK) UPI Dr. Anne Hafina A., M.Pd., mengungkapkan bahwa sebanyak 30 mahasiswa UPI semester 4 hingga semester 7, mengikuti workshop Preparation to Enter Work for Students. Kegiatan ini merupakan rangkaian pengembangan karir bagi mahasiswa UPI. Workshop diselenggarakan lebih kepada sebuah upaya universitas untuk mempersiapkan diri para mahasiswanya baik dari segi attitude maupun dari sisi soft skill-nya, sehingga lulusan UPI menjadi kandidat yang menjadi perhatian dan bahkan menjadi pilihan.

Lebih lanjut dijelaskan,”Salah satu hal yang dipersiapkan oleh Tim UPT BKPK adalah bagaimana kesiapan mahasiswa UPI setelah lulus kuliah, mampu membuat curriculum vitae dan resume serta mempersiapkan diri dalam sebuah wawancara. Oleh karena itu, materi yang disampaikan fokus pada materi Curriculum Vitae dan Interview.”

Karena dalam membuat CV itu sesungguhnya bukan CV yang dibuat secara tiba-tiba, ungkapnya, tetapi dipersiapkan dari sekarang. Kegiatan-kegiatan apa saja yang mereka rancang dan dikerjakan saat ini adalah untuk mendukung pilihan pekerjaannya nanti.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam sebuah simulasi. Ada simulasi wawancara dan simulasi membuat CV. Kegiatan ini lebih pada workshop, kita akan mencari tahu CV-CV apa saja yang diinginkan oleh perusahaan atau user, kemudian mereka akan belajar membuat format CV tersebut. Konten-konten yang terdapat dalam CV sebaiknya diisi dari sejak sekarang sebagai mahasiswa. Sebagai mahasiswa, dalam perjalanannya mereka selama kuliah, banyak mengikuti pelatihan-pelatihan atau kursus-kursus yang mendukung kompetensi dirinya, ini menjadi bekal setelah mereka lulus kuliah,” jelasnya.

Diharapkan, lanjutnya, ketika mereka lulus dan masuk dunia kerja, mereka sudah mempunyai CV yang baik dan benar. CV-nya berisi track record dan kompetensi yang bisa mendapatkan perhatian khusus dari user sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk diterima. Hal ini juga membuat mereka siap secara psikologis dan memiliki wawasan seputar aktifitas wawancara. Wawancara oleh user saat ini tidak dilakukan 1 kali tetapi lebih dari 1 kali, dengan demikian mereka akan menghadapi wawancara beberapa kali. (dodiangga)