
Bogor, UPI
Sebanyak 23 mahasiswa internasional program magister dan doktor Pendidikan Seni Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) asal China mengikuti program Arts Edu Trip 2026 di Kampung Seni EDAS, Bogor, Selasa (25/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenalkan kebudayaan Sunda secara langsung sekaligus menguatkan sinergi antara akademisi, sanggar seni, dan sektor pariwisata.
Program ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Kajian Inti Bidang Ilmu SPs UPI yang berfokus pada pendidikan seni nonformal dan informal di masyarakat, serta praktik observasi penelitian. Dalam pelaksanaannya, Prodi Pendidikan Seni SPs UPI juga menggandeng Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bogor.
Sebelum menyambangi Kampung Seni EDAS, rombongan mahasiswa yang didampingi dosen penyelia memulai kegiatan pagi hari dengan mengunjungi Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi untuk mempelajari kekayaan alam serta sejarah setempat.
Setibanya di lokasi utama pada pukul 12.30 WIB, rombongan disambut dengan prosesi tari dan musik kreasi. Pimpinan Sanggar Seni EDAS, Ade Suarsa, S.Sn., menyematkan iket kepala khas Sunda sebagai cenderamata kepada seluruh tamu sebelum diarak menuju area utama.
Rangkaian acara berlanjut dengan pertunjukan seni interaktif bertajuk “Seni Kreasi Berbasis Tradisional Sunda Khas EDAS” pada pukul 13.30–15.00 WIB. Pertunjukan dipandu oleh narasi Wayang Hihid, serta menampilkan permainan anak tradisional (Kaulinan Budak), olah musik bambu (Lodong Bogor), dan komposisi tari-musik Tunggul Kawung.

Para mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi hands-on. Mereka diajak menari bersama, memainkan alat musik bambu, mencoba permainan tradisional, dan berdiskusi mengenai seni budaya bersama dosen serta perwakilan ASITA. Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Galeri Kerajinan EDAS, sesi foto bersama, dan belanja oleh-oleh khas Bogor.
Sanggar Etnika Daya Sora (EDAS) sendiri dirintis oleh Ade Suarsa sejak 2005 dan berbadan hukum pada 2008. Sanggar ini berfokus pada pelestarian kesenian Sunda seperti gamelan, kacapi, dan tari, sekaligus berinovasi menciptakan instrumen serta pertunjukan kontemporer berbasis bambu.
Ketua Program Studi Pendidikan Seni SPs UPI, Prof. Juju Masunah, M.Hum., Ph.D., menyampaikan bahwa program Arts Edu Trip merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman lintas budaya dan menghubungkan pendidikan formal dengan realitas seni di masyarakat.
“Program ini akan dilanjutkan tidak hanya bagi mahasiswa internasional tetapi juga mahasiswa Indonesia, guna menguatkan sinergitas pendidikan seni di ranah formal, nonformal, dan informal,” ujar Prof. Juju.

Kunjungan ke Bogor ini menjadi kali kedua pelaksanaan Arts Edu Trip, setelah pada tahun 2025 rombongan mahasiswa internasional diajak mempelajari kebudayaan di Cirebon melalui Sanggar Klapajajar, Kampung Seni Kanoman Utara, Sanggar Sekar Pandan Keraton Kacirebonan, dan kawasan Batik Trusmi. (DN)

