
Bandung, UPI
Berdasarkan tuntutan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi ke-1 dari 8 IKU yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu lulusan mendapat pekerjaan yang layak, maka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Penguatan Jaringan Kemitraan dengan IDUKA untuk Meningkatkan Keterserapan Lulusan digelar. IKU 1 menuntut keterserapan pekerjaan yang layak bagi lulusan, dan bagaimana mereka memperoleh bekal untuk masuk ke dalam dunia kerja.
Menurut Kepala Badan Bimbingan Konseling dan Pengembangan Karir (BKPK) Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd., FGD ini diselenggarakan oleh Badan Bimbingan Konseling dan Pengembangan Karir (BKPK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). FGD berlangsung di éL Hotel Bandung Jl. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Rabu (18/9/2024). Hadir para perusahaan mitra diantaranya yaitu, Daya Group; PT. Mitsuba Automotive Parts Indonesia; PT. Sinar Daya Makmur; PT. INDONESIA CHEMICON KAWASAN INDUSTRI EJIP CIKARANG; PT. Nagasakti Kurnia Textile Mills; PT. Perkasa Internusa Mandiri (Grand Cordela Hotel Bandung); PT. Garudafood Putra Putri Jaya, Tbk; PT. Stanli Trijaya Mandiri; dan Wisata Sabda Alam Garut.
Dr. Yusi Riksa Yustiana mengatakan,”Untuk bisa melakukan hal itu tentunya kita (UPI) harus menghubungkan antara universitas dengan mitra-mitra yang ada. Berdasarkan MoU dengan APINDO atau Asosiasi Pengusaha Indonesia yang sudah ditandatangani setahun yang lalu, ini adalah kegiatan yang sudah memasuki putaran ke-6.”

Di setiap putarannya, lanjutnya, kita mempertemukan fakultas dengan masing-masing perusahaan. Harapannya, dari setiap perusahaan mitra tersebut memiliki peluang untuk magang maupun rekrutmen. Kegiatan ini sudah berlangsung dan menjadi campus hiring, sehingga IKU 1 UPI meningkat. Saat ini IKU 1 UPI masih berada di posisi 64,8% sementara target sebagai PTN-BH di angka 80%. Jadi ini merupakan salah satu upaya melangkah kesana. Ini juga merupakan langkah keterbukaan.
“Faktanya, mitra-mitra dari Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) juga membuka langkah yang sama bukan hanya untuk prodi-prodi non kependidikan tapi juga prodi-prodi kependidikan. Sebagaimana diketahui, banyak perusahaan yang memiliki Divisi Pendidikan dan Pelatihan,” ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., mengatakan bahwa permasalahan keterserapan pekerjaan yang layak bagi lulusan merupakan permasalahan yang mendasar, dan sampai hari ini jika melihat dari ketercapaian IKU 1 di UPI belum pernah tercapai. “Oleh karena itu, saya menyambut baik dan mendorong FGD ini untuk meningkatkan penguatan jaringan kemitraan antara perguruan tinggi dengan IDUKA,” ujarnya.
Harapannya, ujarnya lagi, terjalin sebuah komunikasi dan sharing pengalaman dan pengetahuan antara dunia perguruan tinggi dengan IDUKA, sehingga memperoleh masukan-masukan yang realistik untuk bagaimana kita memikirkan kurikulum dan program pendidikan kita sehingga membuat lulusan UPI betul-betul lebih siap dan adaptif menghadapi berbagai tuntutan dan perkembangan dunia kerja, sehingga mereka betul-betul bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada itu sesuai dengan kapasitas dan potensi yang dimiliki.
Dikatakan Rektor UPI,”Kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan IDUKA tidak mungkin harus 100% sama, tapi yang terpenting adalah memiliki kemampuan-kemampuan dasar yang betu-betul menjadi basic penguasaan learning tools untuk menyesuaikan diri. Sehingga ketika ada treatment atau bridging sebagai bentuk penyesuaian dengan dunia kerja itu bisa dilakukan tanpa harus berlama-lama untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut.” (dodiangga)



