Kolaborasi internasional antar perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, semakin diakui sebagai kebutuhan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di universitas. Melalui kemitraan dengan institusi kelas dunia, berbagai program seperti pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, pengembangan kurikulum, magang, dan penyerapan lulusan di dunia kerja dapat dioptimalkan. Inisiatif-inisiatif ini tidak hanya berperan penting sebagai indikator kinerja utama perguruan tinggi, tetapi juga sebagai upaya untuk merespons tuntutan globalisasi pendidikan tinggi.

Sebagai bagian dari program World Class University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjalin kerjasama penelitian kolaboratif dengan Tohoku University. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Yanti Shantini, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Masyarakat UPI, bersama Dai Matsumoto, Ph.D., dosen dari Tohoku University. Fokus penelitian mereka adalah masyarakat adat Suku Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kelompok penelitian ini melibatkan para akademisi dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Masyarakat UPI, serta lima mahasiswa magister dari Tohoku University, yaitu Mayu Miyagi, Hiromu Inoue, Taku Watanabe, Yu Qi, dan Ya-Hsuan Tsai.

Kegiatan ini mencerminkan semangat inovasi dan pertukaran ilmu lintas budaya yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan nonformal dan pembelajaran masyarakat adat di Indonesia. Agenda riset kolaboratif yang dilakukan ini berjudul “Exploring Nonformal and Informal Learning Initiative in Tengger Tribe” dan bertujuan untuk mendalami mengenai bagaimana pembelajaran nonformal dan informal dilakukan oleh masyarakat adat salah satunya yaitu Masyarakat Suku Tengger. Selama kurang lebih 4 hari, dari tanggal 9-12 September 2024, tim peneliti melakukan pendalaman melalui proses wawancara dan diskusi dengan pihak-pihak terkait seperti warga masyarakat, tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh agama, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pengelola kelompok tani, dan juga kepala desa. Pendalaman ini berkaitan dengan topik penelitian yang diangkat yaitu proses pendidikan secara umum, bagaimana proses pembelajaran informal dan nonformal yang dilakukan oleh masyarakat adat Suku Tengger baik itu pembelajaran yang dilakukan di lembaga seperti di PKBM ataupun kegiatan pembelajaran melalui program-program Pendidikan nonformal yang tidak terinstitusi seperti program penyuluhan pada para kelompok tani dan program pelatihan atau peningkatan kapasitas. Selain itu juga penelitian ini ingin mendalami mengenai peran serta keluarga, lembaga agama, tokoh adat, dan komunitas masyarakat lainnya dalam proses pembelajaran informal bagi masyarakat Suku Tengger. 

Para peneliti baik itu dosen maupun mahasiswa tidak terkecuali dosen dan mahasiswa dari Tohoku University sangat tertarik dan banyak melakukan pendalaman meskipun terdapat perbedaan bahasa yang digunakan. Selama melakukan penelitian disana, tim peneliti juga tidak lupa mengunjungi lembaga-lembaga pendidikan bagi Masyarakat Adat Suku Tengger diantaranya yaitu PKBM Gemilang, Pura Luhur Poten Bromo, dan SDN Ngadisari 1. Selama proses kunjungan ini tim peneliti mendapatkan banyak sekali informasi dan data mengenai proses Pendidikan yang dilakukan disana. 

Di sela-sela kegiatan penelitian, dilakukan juga kegiatan pengabdian bagi Masyarakat Adat Suku Tengger khususnya kaum perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Ngadisari pada tanggal 10 September 2024 pukul 13.30 WIB dengan bentuk kegiatan berupa pelatihan membuat tempat tisue dari kain bekas. Terdapat lebih dari 20 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan ini dan kegiatan pemberdayaan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK di Desa Ngadisari. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dan mereka sangat senang karena ini baru pertama kalinya mereka membuat tempat tisue dari kain bekas. Selama kegiatan tersebut baik kegiatan penelitian maupun pemberdayaan, banyak informasi yang didapatkan sehingga tentunya hasil dari penelitian ini akan menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan masyarakat kedepannya. 

Dikarenakan Desa Ngadisari terletak di Kaki Gunung Bromo, maka setelah kegiatan penelitian berlangsung, tim menyempatkan untuk menikmati keindahan Gunung Bromo sebagai penutup dari kegiatan yang sudah dilaksanakan hampir 4 hari tersebut. Di  penghujung kegiatan juga dosen  dan mahasiswa dari Tohoku University mengucapkan banyak terima kasih baik itu kepada tim peneliti yang lain, Dosen Pendidikan Masyarakat, dan juga masyarakat Adat Suku Tengger yang telah bekerja sama dan membantu proses penelitian sehingga berjalan lancar. Mereka sangat senang dan berharap bisa kembali lagi ke Indonesia dan melakukan penelitian kolaboratif kembali dengan Dosen dari Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI. Pun juga masyarakat Adat Suku Tengger yang diwakili oleh Kepala Desa mengucapkan terimakasih karena telah menyelenggarakan kegiatan penelitian dan juga memberikan pelatihan kepada para perempuan Suku Tengger. Akhir kata ucapan harapan agar penelitian berjalan lancar dan juga jalinan kerja sama semakin erat menjadi penutup bagi agenda-agenda yang telah dilalui selama kurang lebih 10 hari tersebut.