Bandung, UPI

Kewajiban kita adalah bagaimana membuat UPI ini di rekognisi oleh dunia luar. Oleh karena itu, kita perlu melakukan sosialisasi tentang apa-apa yang sudah dilakukan UPI. Lebih dari itu, kita juga perlu terlibat di dalam berbagai kegiatan dunia, artinya UPI harus terlibat dalam kegiatan-kegiatan akademik di tataran internasional.

Berikutnya, tentu saja UPI harus menjaga mutu, sebab jika tidak bermutu, siapa yang mau datang untuk melakukan studi lanjut. Oleh karena itu, di era persaingan global ini kita harus senantiasa menjaga mutu dan mengikuti trend dan perkembangan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., dalam sebuah wawancara usai mengikuti prosesi wisuda pada Wisuda Gelombang III Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang digelar mulai Senin hingga Kamis (28 – 31/10/2024). Wisuda berlangsung di Gedung Gymnasium Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung.

Lebih lanjut diungkapkan, kehadiran mahasiswa asing di UPI tersebar di berbagai program studi, seperti di manajemen, administrasi pendidikan, kemudian di BIPA atau Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing karena Bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO, serta prodi lainnya. Kehadiran mahasiswa asing di UPI bisa membawa nuansa internasional di kampus.

“Kesimpulannya adalah bahwa kita perlu lebih sering terlibat dalam kegiatan internasional serta melakukan berbagai macam kerja sama internasional. Kita lakukan presentasi di berbagai kesempatan agar UPI mendapatkan rekognisi masyarakat dunia. Sementara itu, UPI juga perlu meningkatkan publikasi, sebab itu merupakan salah satu pintu rekognisi, dan terakhir untuk tidak melupakan mutu pendidikan,” ujar Rektor UPI.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor UPI Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengungkapkan bahwa sebanyak 21 mahasiswa asing yang di wisuda pada Wisuda Gelombang III ini merupakan jumlah mahasiswa yang cukup baik, karena ada peningkatan dari wisuda-wisuda sebelumnya. Ditegaskannya,”Hanya saja jika dilihat dari proporsi dengan jumlah mahasiswa UPI yang sangat besar di setiap angkatannya. Tentu saja jumlah mahasiswa asing ini perlu ditingkatkan, karena untuk bisa mencapai ranking dunia, jumlah mahasiswa asing di UPI idealnya berjumlah seribu hingga dua ribuan orang.”

Berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing sudah dilakukan melalui kerja sama internasional, ujarnya lagi, namun memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ditegaskannya,”Skema kerja sama yang dimaksud seperti double degree, short-term study, dan summer programs. Diperlukan lagi sebuah upaya yang lebih masif, terutama dalam mengalokasikan anggaran yang mungkin perlu ditambah dari waktu ke waktu. Diperlukan juga kelas yang mampu melayani mahasiswa asing, seperti kelas bahasa Inggris, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana dengan standar internasional, serta membuka networking yang lebih luas.”

Mahasiswa asing yang datang ke Indonesia tentunya dengan sejumlah alasan, ujarnya lagi. Bisa saja tertarik dengan bidang-bidang tertentu, misalnya bidang pendidikan, pengembangan kurikulum, teknologi pendidikan, kemudian bimbingan konseling. Namun, tidak hanya tertarik terhadap disiplin ilmunya saja, tapi juga tertarik terhadap bahasa dan budaya Indonesia.

Oleh karena itu kita perlu menyiapkan program yang bisa mengakomodir keinginan mereka. Di sisi lain, ketertarikannya didasarkan pada ranking UPI yang lebih tinggi dibandingkan dengan ranking perguruan tinggi yang ada di negaranya.

Dengan demikian, katanya, harapannya semoga mahasiswa asing di UPI terus bertambah dan bisa membawa nama UPI ke depan berkibar lagi di negaranya masing-masing.

Ha; serupa disampaikan Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI Prof. Dr. Juntika, M.Pd., menurutnya Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) senantiasa memberikan pelayanan prima terhadap mahasiswa asing sehingga citra positif lahir. Citra positif tersebut akan berkembang dari mulut ke mulut dan ini lebih efektif untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap SPs UPI. Saat ini ada beberapa mahasiswa asing yang tengah melanjutan studinya di SPs seperti dari China, Ghana, dan Uzbekistan.

Untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing, lanjutnya, SPs juga terus melakukan kerja sama dengan banyak perguruan tinggi asing, seperti Hongaria, Belanda, dan Amerika Serikat.

Dikatakannya,”Mahasiswa asing yang melanjutkan studi di UPI rata-rata memiliki ketertarikan di bidang budaya Indonesia. Budaya Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat internasional untuk dikaji.  Saat ini mahasiswa asing yang studi di SPs banyak tertarik di bidang kesenian dan BIPA.”

Harapannya, lanjutnya, UPI tetap melakukan banyak kerja sama internasional, karena ini diperlukan untuk sebuah pengakuan dari masyarakat internasional yang lebih kokoh lagi.   (dodiangga/foto:riza)