
Bandung, UPI
Dadi Mulyadi, seorang dosen di Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang juga memiliki tugas tambahan sebagai Kepala Seksi TV dan Radio Kantor Hubungan Masyarakat (Humas) UPI telah tuntas melaksanakan ujian promosi doktornya pada Program Studi Pengembangan Kurikulum.
Sidang berlangsung di Auditorium FIP UPI lantai 10, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Rabu (11/12/2024). Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Humas UPI Prof. Drs. Suhendra, M.Ed., Ph.D., didampingi para Kasi dan staf.
Kini Dadi Mulyadi, S.Pd, M.T., resmi menyandang gelar doktor usai melaksanakan ujian sidang untuk menyampaikan pertanggungjawaban akademik atas disertasinya yang berjudul Pengembangan Kurikulum Pelatihan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Guru Sekolah Menengah Pertama.

Promovendus Dadi Mulyadi mempertahankan disertasinya dihadapan para pengujinya yaitu Prof. Dr. M. Baiquni, M.Si., dan Dr. Cepi Riyana, M.Pd. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., dan Tim Promotor yang terdiri atas Prof. Eero Tapani Ropo, Ph.D., dari Tampere University, Finland, Prof. Dr. H. Mohammad Ali, MA., dan Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., dari UPI.
Kepala Kantor Humas UPI Prof. Drs. Suhendra, M.Ed., Ph.D., mengucapkan rasa syukurnya. Dikatakannya,”Saya sangat bersyukur pada hari ini akhirnya tiba juga waktu yang ditunggu-tunggu ujian promosi doktor atas nama Dadi Mulyadi, S.Pd, M.T., sebagai promovendus yang secara keilmuan sangat mumpuni. Saya sangat meyakini bahwa secara kualitas, sebelumnya pun sudah berkategori doktor.”
Tetapi, lanjutnya, ini lebih kepada memformalkan bahwa secara administratif harus diuji. Kami sangat senang. Ujian promosi doktor adalah sebuah pertaruhan, sebuah bukti bahwa Pak Dadi layak untuk menjadi doktor.

“Sebagai kolega, sebagai pimpinan di Humas, saya pun merasa bersyukur, bertambah lagi satu orang staf Humas yang meraih gelar doktor. Mudah-mudahan secara keilmuan bisa menambah khasanah keilmuan dalam konteks kurikulum, tetapi secara kepegawaian dan secara kelembagaan, bertambah sosok staf Humas yang bisa mengayomi dan membimbing teman-temannya untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.
Disertasi Dadi Mulyadi dilatar belakangi oleh isu tantangan global seperti kemiskinan, perubahan iklim, dan kekerasan yang masih menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan planet ini. Kondisi ini dikenal sebagai Unsustainable Development atau Pembangunan yang Tidak Berkelanjutan.
Pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan. UNESCO meluncurkan program Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD) yang bertujuan untuk membekali individu untuk memahami dan mengatasi tantangan tersebut.
Peran guru sangat penting dalam implementasi ESD di sekolah, namun banyak guru saat ini belum memiliki kompetensi yang memadai. Oleh karena itu diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi ESD.
Kurikulum menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa tujuan pelatihan tercapai dengan efektif. Penelitian sebelumnya masih minim yang mengeksplorasi integrasi TIK sebagai alat pembelajaran interaktif dalam pelatihan ESD.
Disertasi ini menjadi solusi dari permasalahan tersebut, dimana studi pengembangan kurikulum pelatihan ESD yang mengeksplorasi integrasi TIK sebagai alat pembelajaran interaktif dalam pelatihan ESD. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kurikulum pelatihan ESD berbasis TIK bagi guru SMP guna meningkatkan kompetensi ESD. Oleh karena itu, disertasi ini menggunakan metode penelitian design and development dengan populasi guru SMP di Jawa Barat.
Jadi Dr. Dadi Mulyadi, S.Pd, M.T., mengatakan bahwa research yang dilakukannya adalah terkait dengan pengembangan kurikulum pelatihan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk guru sekolah menengah pertama.
“Ini adalah kehawatiran saya yang melihat kondisi planet banyak ancaman. Oleh karena itu, UNESCO melalui program Sustainable Development Goals (SDGs) ini harus dicapai di tahun 2030. Pendidikan menjadi sektor sangat prioritas untuk mencapai SDGs ini. Saya terdorong untuk bagaimana meningkatkan kompetensi ESD guru,” ungkapnya.
Dijelaskannya lebih lanjut bahwa implementasi ESD oleh guru di sekolah belum optimal, beberapa tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru, dukungan kebijakan yang belum merata di sekolah, serta terbatasnya pengembangan kapasitas guru dalam mengimplementasikan ESD. Oleh karena itu, guru SMP membutuhkan peningkatan kompetensi ESD melalui pelatihan.
Ditegaskannya,”Saya telah merumuskan kompetensi ESD guru sesuai kebutuhan para guru. Saya juga telah menghasilkan desain kurikulum pelatihan yang dinamakan Kurikulum SMART-ESD merupakan akronim dari Sustainability Mastery through Advanced Resources and Technology for Education for Sustainable Development.”
Temuan tersebut telah memiliki kelayakan menurut penilaian ahli dan kurikulum ini juga terbukti efektif diimplementasikan melalui web based training. Dr. Dadi Mulyadi telah mendesiminasikan hasil penelitiannya melalui webinar yang diikuti oleh guru SMP, kepala sekolah SMP, dan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. (dodiangga/ismi)

