
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima 6 mahasiswa internasional yang berasal dari 3 universitas mitra yaitu University of Tsukuba, Khon Kaen University, dan Central Luzon State University (Filipina, Thailand, dan Jepang) untuk melaksanakan praktek mengajar melalui program The 4th Batch of SEA-Teacher Pilot Project. Kegiatan tersebut berlangsung dalam acara Penyambutan Peserta The 4th Batch of SEA-Teacher Pilot Project di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung PPG Kampus UPI Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Kamis (30/1/2025).

Dijelaskan Wakil Rektor UPI Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A.,”Untuk mendapatkan mahasiswa asing tidaklah mudah. Adapun kehadiran ke-6 mahasiswa asing yang hadir saat ini adalah mahasiswa asing dalam bentuk pertukaran mahasiswa jangka pendek, hanya 1 bulan. Walaupun begitu, mereka tetap didaftarkan di sistem UPI, sehingga bisa dianggap sebagai mahasiswa asing.”

Program Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project) merupakan sebuah kegiatan yang bagus, ujarnya. Di samping UPI menerima 6 mahasiswa asing, UPI juga mengirimkan 6 mahasiswa ke 3 universitas mitra di Filipina, Thailand, dan Jepang untuk mengikuti kegiatan The 4thh Batch SEA-Teacher Pilot Project pada tanggal 27 Januari – 22 Februari 2025, karena kerja sama ini bersifat resiprokal. UPI tidak mendapatkan bantuan dari manapun, dananya ditanggung bersama.
Para mahasiswa dari universitas mitra tersebut akan melakukan praktek mengajar di sekolah yang dikelola Universitas Pendidikan Indonesia, baik di tingkat SD, SMP dan SMA. Mereka akan mendapatkan pajanan langsung dengan situasi kerja di luar negeri, itu artinya mereka akan mendapatkan pengalaman unik karena pernah melakukan praktek mengajar di tempat berbeda, di negara lain, tentunya hal ini tidak didapatkan oleh teman-temannya yang tidak mengikuti program ini.
Mereka akan mengenal bagaimana teaching practicum yang ada di UPI, kemudian bagaimana sistem pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang ada di Indonesia, sehingga pada saat yang sama mereka bisa membandingkannya dengan sistem yang ada di negara masing-masing. Mereka juga akan mendapatkan pengalaman exposure dengan budaya kita, apakah berupa geografis, seni ataupun budaya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Penanggung jawab SEA-Teacher yang juga Head of Division Internasional Patnership and University Rankings Directorate of International Affairs UPI, Arif Hidayat, S.Pd.,M.Si., Ph.D.Edu., mengatakan bahwa kegiatan Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project) adalah program pertukaran praktek mengajar sekaligus juga bertukar pengalaman ruang bagi calon guru khususnya dalam memahami pembelajaran dan juga melaksanakan pembelajaran di negara Asia. Lebih lanjut dijelaskan,”Kegiatan ini berbentuk kerja sama yang bersifat resiprokal. Diharapkan dapat meningkatkan visibilitas UPI di mata internasional, serta meningkatknya ranking UPI secara internasional, juga meningkatkan iklim internasional bagi Sekolah Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia, sehingga guru dan siswanya mengalami perbincangan internasional bersama mahasiswa calon guru yang datang ke sekolah mereka.” (dodiangga)

