Program Studi Fisika dan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini berawal dari permintaan pihak sekolah yang menginginkan sampah dapat dikelola sendiri dikarenakan tuntutan pemerintah daerah yang meminta sekolah dapat mengelola sampah sendiri terutama sampah daun yang berlimpah. Pengabdian dihadiri oleh wakil kepala sekolah, para guru, siswa, serta klub siswa perduli lingkungan dan jajaran petugas kebersihan di SMA Negeri 8 Bandung.

Diawali dengan persamaan persepsi tentang konsep green Industry dan Zerro waste sistem, usaha usaha yang telah dilakukan oleh mahasiswa dan dosen dalam model pengolahan sampah tanpa menghasilkan sampah baru dan berkelanjutan. Topik dan ide green industry yang dapat dikembangkan oleh siswadi Sekolah. Salah satu diantaranya sampah daun, biji atau lainya jika diteliti lebih lanjut di lab , dan ternyata mengandung karbohidrat ato vitamin tertentu tidak menutup kemungkinan dengan analisis gizi lebih lanjut bisa jadi tepung dan diolah dengan bahan lain untuk menjadi alternatif pakan ternak . Ide ide kreatif dari siswa siswa SMAN 8 yang telah terbukti sebagai sekolah menengah negeri kota Bandung yang telah mencetak generasi berkualitas. Ujar Dr. Selly Feranie, menutup presentasinya
Sementara itu, Suci Ramayanti Ph.D mempresentasikan tentang bagaimana cara pemilahan sampah yang benar. Berbekal pengetahuan dan pengalaman tinggal di Korea Selatan, kebiasaan masyarakat Korea Selatan dalam memilah dan mengelola sampah dicontohkan secara detail. Materi yang disampaikan juga meliputi pentingnya pemisahan sampah organik dan anorganik serta jadi daur ulang yang tepat. Siswa terlihat antusias mendengarkan penjelasan serta berkomitmen memilah sampah dengan benar.

Disisi lain, Lasmita Sari M.Si mempresentasikan tentang pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan yang berkelanjutan. Paparan ini menyoroti betapa krusialnya kesadaran dan tindakan nyata dalam mengelola sampah agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dalam paparannya, Lasmita Sari, M.Si menekankan bahwa pemilahan sampah, daur ulang, serta pengurangan limbah sejak dari sumbernya merupakan langkah fundamental dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. “Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya
Iin Suminar M.Pd mempresentasikan tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan mengeksplorasi tema sampah. Dalam presentasinya, Iin menjelaskan bagaimana pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang beriman dan bertakwa, mandiri, kreatif, serta memiliki sikap gotong royong dan bernalar kritis. Iin juga membahas bagaimana pendekatan kolaboratif dan berbasis aksi dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat membantu peserta didik mengaplikasikan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti melalui projek bertema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan penerapan prinsip pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta projek Rekayasa dan Teknologi untuk NKRI yang mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi
Bank sampah hanya mau menerima sampah jika telah dipilah dalam kondisi bersih dan kering. Jika pihak sekolah memilhah sampah anorganik yang konsisten dan berkelanjutan kerja sama sekolah dengan bank sampah dapat terjalin seperti jemput sampah secaraperiodik. Sedangkan sampah organik diolah dengan green industri yang dikembangkan oleh tim SOUSE fisika upi yang mengolah sampah organik tanpa Bau dan sampah lainnya yang dalam 15 hari sudah menjadi kompos berkualitas untuk menjadi tanah urban farming di perkotaan. Dijelang akhir kegiatan tim UPI mendemontrasikan pengolahan sampah konsumsi yang disediakan sebagai langkah nyata hasil sosialisasi green industry dan zero waste system dengan melipat rapih kotak konsumsi, membersihkan sampah plastik dan mengeringkan air dalam gelas kemasan dan mengumpulkan sampah sejenis.

