Pada semester 7, tepatnya pada 5 September 2024 sampai dengan 10 Januari 2025, Rival Muhammad Pangersa Gunanagara mendapatkan kesempatan untuk melakukan pertukaran pelajar ke National Quemoy University di Kinmen, Taiwan. Program yang bertajuk YEEP (Youth Elite Exchange Program) ini merupakan program fully-funded yang semuanya dibiayai oleh kementerian luar negeri Taiwan dengan tujuan untuk menjalin hubungan multilateral dengan berbagai negara di Asia. Pada program ini mereka mengundang puluhan mahasiswa dari beragan negara di Asia untuk melakukan pembelajaran di berbagai universitas di Taiwan, salah satunya Rival Muhammad Pangersa Gunanagara yang mengikuti kuliah di National Quemoy University atau NQU. Terdapat 20 mahasiswa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar di NQU, mereka datang dari berbagai universitas di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan India.

Negara bagian Kinmen yang ditempati pada waktu itu merupakan sebuah pulau kecil yang lokasinya jauh dari pulau utama Taiwan, oleh karena itu kehidupan di sana sangat kental dengan budaya-budaya tradisional Cina terutama dalam bidang arsitekturnya di mana di sana hampir tidak terlihat gedung pencakar langit, sebaliknya banyak sekali bangunan-bangunan yang bernuansa Cina tradisional yang dapat kami temui. Meskipun kehidupannya kental dengan budaya tradisional, tetapi infrastruktur dan sumber daya manusia di Kinmen bisa dibilang sangat maju. Terdapat bus kota yang bisa kami naiki dengan gratis untuk mengeksplorasi pulau Kinmen. Warga-warga di sana sangat tertib dan bersahabat, sehingga meskipun kami merupakan pendatang, kami dapat hidup dengan nyaman di sana.
Selama tinggal di sana, diajak untuk berbaur dalam lingkungan internasional yang mana bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa sehari-hari untuk berkomunikasi dengan teman-teman sepertukaran pelajar. Selain bahasa Inggris, demi kelancaran kami untuk bersosialisasi dengan masyarakat di sana serta diberikan kelas bahasa Mandarin yang diadakan sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan durasi tiga jam persatu pertemuannya. Pada kelas tersebut para mahasiswa diajarkan dasar-dasar dari bahasa Mandarin, seperti tata cara pembacaan pinyin, huruf-huruf Mandarin tradisional, dan kosa kata percakapan sehari-hari. Sistem pembelajaran yang interaktif ditambah dengan pengajar yang baik dan seru membuat kelas bahasa ini menjadi seru dan efektif.

Selain kelas Mandarin kelas lainnya yang juga mendapatkan kelas budaya di mana setiap minggunya kita diperkenalkan kepada beragam budaya tradisional Cina, seperti pakaian tradisional, bela diri Kungfu, kerajinan kertas, dan banyak lagi. Kelas reguler sebanyak 6 sks dan diberikan kebebasan dalam mengambil mata kuliah yang kami ingin pelajari di sana. Pada kegiatan tersebut. Rival Muhammad Pangersa Gunanagara mengambil total tiga kelas reguler, yaitu ilmu komunikasi, ilmu sosial, dan bahasa Inggris profesional. Selain dari pembelajaran indoor, setiap minggunya juga para mahasiswa akan dibawa berjalan-jalan untuk mengunjungi berbagai tempat di pulau Kinmen, mulai dari tempat bersejarah, pabrik usaha lokal, maupun jelajah alam seperti saaat kita pergi berlayar untuk melihat laut dan pulau-pulau kecil di sekitar sana.
Pengalamannya selama melakukan pertukaran pelajar di National Quemoy University merupakan sebuah memori yang tidak akan bisa saya lupakan karena dengan program tersebut bisa mengenal budaya baru, belajar bahasa baru, dan berteman dengan mahasiswa-mahasiswa internasional.

