Bandung, UPI

Sebanyak 486 orang dari 492 orang Mahasiswa PPG Calon Guru mengikuti Kegiatan Penguatan Wawasan Kebhinekaan Global dan Pelatihan Bela Negara bagi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun Akademik 2024/2025 di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Jl. Raya Tangkuban Parahu No.205, Cikole, Kec. Lembang, KBB, Jabar, Rabu-Jumat (12-14/2/2025).

Menurut Pjs. Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Sumber Daya Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., bahawa kegiatan ini adalah tahun ke-5 dalam penyelenggaraan Penguatan Wawasan Kebhinekaan Global dan Pelatihan Bela Negara bagi Mahasiswa PPG Calon Guru.

Diungkapkannya,”Guru sebagai role model, sebagai pendidik, perlu mengokohkan diri sendiri terlebih dahulu. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, guru-guru dilatih untuk belajar disiplin, belajar mencintai diri sendiri, belajar mencintai keluarganya, belajar mencintai peserta didiknya, dan belajar mencintai negaranya.”

Intinya adalah jika segala sesuatunya didasari oleh rasa cinta dan belai kasih sayang yang tulus, maka sikap disiplin akan tumbuh, begitu juga dengan sikap tanggung jawab.

Untuk menjadi pendidik, ungkapnya lagi, bukan hanya aspek kognitif dan intelektualnya saja yang dikuatkan, tapi harus secara holistik karena tujuan utama pendidikan adalah membangun karakter, yaiitu membangun jiwa, raga, akal dan spiritual.

Ditegaskannya,”Jika seorang guru mampu menguatkan keempat karakter tersebut di dalam dirinya, maka negara kita akan melahirkan individu-individu atau agent of change yang sangat cerdas dan sehat jiwa raganya dengan didorong tingkat spiritualnya yang tinggi.”

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Dosen Tetap Prodi PPG Dr. Sahroni, S.Sn., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Penguatan Wawasan Kebhinekaan Global dan Pelatihan Bela Negara bagi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun Akademik 2024/2025 ini diintegrasikan dalam satu waktu merupakan sebuah upaya pembekalan bagi calon guru untuk memiliki kemampuan awal bela negara dan untuk menguatkan wawasan kebhinekaan global. “Harapannya, mereka menjadi agen promosi nilai-nilai kebhinekaan dan nilai-nilai toleransi kepada siswa untuk mewujudkan sekolah damai di sekolahnya masing-masing. kegiatan ini juga merupakan bekal awal tentang bela negara,” ujarnya.

Harapan setelah mengikuti kegiatan ini adalah terjadinya perubahan atas potensi yang mereka miliki untuk berkembang menjadi kompetensi. Diharapkan juga mereka bisa lebih bertanggungjawab, disiplin, toleran, dan mampu berkolaborasi dalam melaksanakan tugas sebagai guru profesional.

Materi-materi yang disampaikan sudah selaras dengan tujuan kegiatan dengan didukung oleh para pematerinya yang merupakan hasil kolaborasi antara UPI dengan Dodik Bela Negara. Mereka adalah Dr. Cik Suabuana, M.Pd., Dr. H. Warlim, M. Pd., Dr. Sahroni, S.Sn., M.Pd., Dr. Rudi Adi Nugroho, M.Pd.

Hal serupa disampaikan oleh Wakil Komandan Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi Mayor Infanteri M. Soleh Iskandar, dikatakannya,”Penunjukan Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi sebagai pusat kegiatan Kegiatan Wawasan Kebhinekaan Global dan Bela Negara Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun Akademik 2024/2025 merupakan sebuah penghormatan. Bagi kami seorang guru adalah ujung tombak pendidikan yang akan melahirkan atau menciptakan anak-anak yang hebat untuk Indonesia di masa mendatang.”

Oleh karena itu, lanjutnya, para calon guru dan guru harus dibekali dengan rasa nasionalisme, kebanggan, dan bela negara. Jika bukan mereka, siapa lagi yang akan merawat persatuan dan kesatuan NKRI.

“Bangsa Indonesia memerlukan guru-guru yang berkarakter, memiliki sikap bela negara dan memiliki intelektual yang hebat sehingga kita bisa berbicara banyak di panggung dunia dalam berbagai macam kompetisi maupun hubungan antar negara, sehingga Indonesia menjadi negara yang disegani dan dihormati oleh bangsa lain,” harapnya.

Karena kita Dodik Bela Negara adalah pendidikan bela negara, ungkapnya, bagi kami pendidikan yang paling penting adalah bagaimana menumbuhkan sikap dan perilaku, pola sikap, pola tindak, pola pikir para guru di dalam berbela negara. Bela negara bukan hanya domainnya tentara atau aparat keamanan tapi domain bagi seluruh bangsa Indonesia, dan bukan hanya pendidik saja tetapi juga termasuk kalangan masyarakat agar terjalin sinergitas, satu pemikiran. Apapun yang kita lakukan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara. (dodiangga/foto:denynurahmat)