Kabupaten Bandung, UPI

Dalam upaya mencetak wirausaha muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pelatihan kewirausahaan. Acara yang diikuti oleh 120 peserta dari angkatan kerja Kabupaten Bandung ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Ali Syakieb, Senin (24/2/2025).

Dalam sambutannya, Ali Syakieb menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan industri (DUDI), serta perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Kerjasama tripartit ini akan mempercepat lahirnya wirausaha muda yang berdaya saing dan dapat berkontribusi terhadap perekonomian Kabupaten Bandung. Dunia usaha kini berkembang pesat, terutama dalam era digitalisasi, sehingga kita harus siap menghadapi tantangan dan peluang baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Drs. H. Rukmana, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa program pelatihan ini menargetkan total 1.000 peserta. Para peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dari dosen-dosen Sekolah Pascasarjana UPI, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam berwirausaha.

“Dunia usaha mengalami pergeseran ke arah digitalisasi. Oleh karena itu, kita akan mengajarkan kepada peserta bagaimana memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan bisnis mereka,” ujar Rukmana.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Pascasarjana UPI, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd, yang memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam membangun peradaban masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan. “Perhatian dari pemerintah daerah, khususnya Pak Bupati dan Wakil Bupati, terhadap pengembangan wirausaha muda patut diapresiasi. Program ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan,” ujarnya.

Bertindak sebagai pelaksana kegiatan ini adalah Prospernet, sebuah aliansi universitas di kawasan Asia-Pasifik yang berkomitmen untuk mengintegrasikan pembangunan berkelanjutan ke dalam program dan kurikulum pascasarjana. Ketua Prospernet, Prof. Dr. Mohammad Ali, MA, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar para peserta dapat menjalankan usaha secara mandiri dengan pendekatan yang sistematis.

“Materi yang disiapkan mencakup berbagai aspek fundamental dalam berwirausaha, mulai dari membangun mindset wirausaha, perencanaan bisnis, manajemen keuangan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga bagaimana menjadi pengusaha yang bertanggung jawab. Narasumber dalam pelatihan ini diantaranya: 1) Prof. Dr. Syamsul Hadi Senen M.M; 2)Prof. Dr. Ridwan Purnama S.H. M.Si.; 3) Dr. Dadi Mulyadi, S.Pd., M.T.; 4) Fitrina Kurniati S.Pd. M. Ak; dan 2 mahasiswa program doktor  Fitri Novilia S.Pd. M.M. dan Yori Andes Saputra M.Pd. Harapannya, peserta dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam bisnis mereka,” jelas Prof. Mohammad Ali.

Dengan pelatihan ini, diharapkan lahir wirausaha-wirausaha muda yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Bandung. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, sesuai dengan visi pembangunan daerah.