Program Studi Pendidikan ekonomi, Fakultas Pedidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Emotional intelegents and academic resilience in the digital age: strategies for facing modern learning challenges”.  Acara ini berlangsung di Auditorium lantai 6 Gedung B FPEB, pada pukul 08.00-12.00 WIB dan dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa pendikan ekonomi jenjang S1, S2 dan S3 (25/4/2025).

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Dekan FPEB, Prof. Dr. Hj. Ratih Huriyati, M.P., beliau menekankan bahwa kemampuan emosional dan ketahanan akademik merupakan hal penting dalam menghadapi tantangan pembelajaran, khususnya diera digital seperti saat ini.

Sebagai pengantar, Prof. Dr. H. Dadang Dahlan, M.Pd. hadir dalam sesi professor insight untuk memberikan Gambaran awal mengenai peran penting pendidik dan institusi dalam membangun pembelajaran yang mendukung kesejahteraan digital (digital wellness). Ia menyoroti bagaimana tantangan di era hybrid learning dapat daiatasi apabila terdapat kesaradan secara kolektif.

Memasuki inti acara, dua pembicara utama (keynote speakers) memberikan pemaparan materi yang relevan dengan tema. Pembicara pertama, Assoc. Prof. Dr. Fonny Dameaty Hutagalung dari Universiti Malaya, Malaysia, memaparkan materi mengenai Digital Wellness in Hybrid Learning. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kesehatan digital mencakup aspek kesehatan mental, kesehatan fisik, literasi digital, keseimbangan kehidupan digital, serta manajemen waktu layar (screen time).

Dr. Fonny menyoroti berbagai tantangan dalam pembelajaran hybrid, seperti kelelahan digital (digital fatigue), terbatasnya interaksi sosial, stres, hingga kurangnya dukungan emosional. Ia juga menawarkan strategi yang telah terbukti efektif, seperti membentuk rutinitas harian yang terstruktur, melakukan interaksi sinkronus dalam kelas daring, serta membangun komunitas belajar virtual yang mendukung.

Sementara itu, Dr. Susanti Kurniawati, M.Si. dari UPI memberikan pendekatan berbeda dengan menyoroti peran sistem pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak menimbulkan stres. Ia menekankan bahwa metode pembelajaran yang terlalu menuntut tanpa memperhatikan kondisi psikologis mahasiswa justru bisa melemahkan ketahanan akademik. Dr. Susanti mengajak para pendidik untuk merancang sistem pembelajaran yang adaptif, fleksibel, dan lebih manusiawi—sehingga mahasiswa dapat belajar dengan nyaman tanpa tekanan berlebihan.

Guest Lecture dipandu oleh moderator Cepri Maulana, S.Pd., M.Pd., yang berhasil menghidupkan suasana diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan para pembicara. Suasana interaktif semakin memperkaya pemahaman peserta terhadap pentingnya pengelolaan emosi, keseimbangan digital, dan strategi bertahan secara akademik dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya kesehatan emosional dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern. Seminar ini juga menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan ekosistem pembelajaran yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan (Kontributor FPEB / FPEB UPI/Wanda).