Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan kuliah umum dengan mengangkat tema “Financial Resilience in Corporations: Lessons from Economic Shocks and Crises”. Kuliah umum menghadirkan narasumber utama yaitu Associate Professor Dr. Nor Farradila Abdul Aziz dari Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia (26/52025).

Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Lantai 6, Gedung FPEB UPI dan dihadiri oleh sivitas akademika dari seluruh prodi di lingkungan FPEB. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P, selaku Dekan FPEB UPI, yang juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap tantangan global dalam dunia korporasi dan keuangan.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan implementasi kerjasama antara UiTM dan 12 Program Studi yang ada di FPEB UPI. Kesepakatan ini menandai komitmen bersama dalam memperluas kerja sama akademik, riset, pertukaran mahasiswa, dan kolaborasi program internasional antara kedua institusi. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya internasionalisasi pendidikan tinggi berbasis Tridharma Perguruan Tinggi.
Dekan FPEB UPI Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P menjelaskam bahwa melalui agenda kuliah umum ini semoga dapat memperluas cangkarawala kita tentang financial Resilience in Corporations: Lessons from Economic Shocks and Crises. Menurutnya, Kita hidup dalam dinamika bisnis dalam perkembangan global. Resiko global dapat terjadi sewaktu. Dalam kondisi ini kemampuan beradaptasi menjadi kompetensi utama yang dimiliki organisasi modern. Melalui kegiatan kuliah umum dan kerjasama regional antara Indonesia dengan Malaysia ini kita berusaha berbagai pengetahuan antar negara. Semoga agenda ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semuanya.

Dalam kuliah umum bertajuk “Financial Resilience in Corporations: Lessons from Economic Shocks and Crises”, Associate Professor Dr. Nor Farradila Abdul Aziz dari Universiti Teknologi MARA Malaysia memaparkan secara mendalam mengenai pentingnya ketahanan finansial dalam korporasi, terutama melalui studi kasus keuangan besar di Asia Tenggara.
Associate Professor Dr. Nor Farradila Abdul Aziz membuka dengan penjelasan masalah keuangan sebagai pelanggaran serius dalam pengelolaan akuntansi dan keuangan yang dapat mencakup manipulasi laporan keuangan, penyalahgunaan dana, hingga praktik penipuan kepada investor. Skandal semacam ini bukan hanya merusak reputasi perusahaan, tetapi juga menyebabkan hilangnya kepercayaan investor, meningkatnya biaya modal, dan terganggunya alokasi modal dalam ekonomi.

Menurutnya, beberapa perusahaan menghadapi masalah terkait dengan laporan keuangan yang dimanipulasi yang dapat menyebabkan keruntuhan nilai saham, gugatan hukum, dan kehilangan akses pendanaan. Sementara itu, beberapa startup teknologi juga dihadapkan pada tuduhan inflasi pendapatan dan pemalsuan jumlah pengguna demi menjaga valuasi unicorn-nya. Meskipun sifat dan skala kedua kasus ini berbeda, keduanya menggarisbawahi pentingnya tata kelola perusahaan yang kuat dan transparansi dalam pelaporan keuangan.
Melalui kasus keuangan tersebut, Associate Professor Dr. Nor Farradila Abdul Aziz menegaskan bahwa ketahanan keuangan tidak hanya bergantung pada kekuatan modal, tetapi juga pada kepercayaan pasar. Ia menutup kuliah dengan seruan untuk memperkuat audit, memperbaiki regulasi, dan membangun budaya etis dalam kepemimpinan korporat demi mendukung pasar modal yang sehat dan berkelanjutan (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

