
Chirchik, Uzbekistan – Dalam suasana akademik yang hangat dan bersahabat, Chirchik State Pedagogical University (CSPU), Uzbekistan, menganugerahkan gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) kepada Prof. Dr. Julia, M.Pd. pada Selasa, 27 Mei 2025. Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin erat antara CSPU dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), khususnya melalui UPI Kampus Sumedang.
Penyerahan sertifikat kehormatan dilakukan oleh Prof. Jabbor Usarov, Dekan Fakultas Pedagogi CSPU, didampingi oleh Prof. Dustnazar Khimmataliev, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kampus CSPU. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan Prof. Julia dalam menjembatani kerja sama internasional di bidang pendidikan antara CSPU dan UPI Kampus Sumedang.
Kerja sama yang telah dibangun meliputi berbagai inisiatif strategis, di antaranya: program Visiting Professor dari kedua institusi, pembimbingan bersama mahasiswa magister, kolaborasi dalam beberapa proyek riset, dan belasan publikasi artikel ilmiah bersama yang ditargetkan terbit di jurnal internasional bereputasi.
“Melalui pemberian profesor kehormatan ini, kini Prof. Julia merupakan bagian dari fakultas kami,” ujar Prof. Jabbor Usarov dengan penuh kebanggaan.
Penghargaan ini juga menjadi bukti keberhasilan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman, Perjanjian Kerja Sama, dan Implementation Agreement yang telah disepakati kedua belah pihak. Sinergi tersebut selaras dengan komitmen bersama dalam mendorong capaian World Class University untuk reputasi global.
Prof. Dustnazar Khimmataliev menegaskan, “Kolaborasi ini sangat penting untuk pemeringkatan universitas kita dan membuka peluang besar bagi pengembangan akademik lintas negara.”
Direktur UPI Kampus Sumedang, Dr. Indra Safari, M.Pd., menyampaikan bahwa penganugerahan ini diharapkan menjadi penguat semangat untuk terus membangun jejaring internasional yang saling mendukung. “Semoga kolaborasi ini membawa manfaat nyata bagi pengembangan mutu pendidikan di kedua institusi, serta membuka lebih banyak ruang dialog akademik lintas budaya,” ujarnya.

